Berita Nabire
GPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info– Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) menggelar pembacaan pernyataan sikap terkait eskalasi konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya yang tak kunjung mereda sejak 2019 hingga 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) pukul 17.02 hingga 17.25 WIT di Asrama Intan Jaya, Jalan Mandala, Kalibobo, Papua Tengah, dan dihadiri oleh sekitar 45 peserta yang terdiri dari pelajar serta mahasiswa murni asal Intan Jaya.
Pembacaan tuntutan dipimpin langsung oleh Koordinator Umum GPMI-I, Jozan Sani, didampingi Wakil Koordinator Lapangan Bigauga Pogau, serta para penanggung jawab aksi yakni Marten Hagisimijau, Melianus Sondegau, dan Ayub Wandagau.
Aksi ini menyoroti dampak konflik bersenjata selama enam tahun yang dinilai melumpuhkan ruang publik, memicu pengungsian massal, serta menimbulkan trauma psikologis mendalam bagi warga sipil, khususnya perempuan, anak-anak, dan lansia.


Dalam data riil yang dibeberkan GPMI-I, tercatat 52 dari 57 gedung sekolah dan 6 dari 7 Puskesmas lumpuh total, kantor Pemkab Intan Jaya melumpuh hingga tersisa kantor Bupati saja yang aktif, serta meluasnya 34 pos militer di 8 distrik.
Mereka juga menyoroti penangkapan sewenang-wenang terhadap tujuh warga sipil tanpa bukti yang dituduh bagian dari TPNPB, antara lain Daud Sondegau, Yoas Japugau, Paskalis Belau, Rian Sondegau, Noti Sondegau, Melkias Hagisimijau, dan Pius Emani, di mana aparat keamanan dinilai sebagai aktor di balik rentetan persoalan tersebut.
GPMI-I menyampaikan tujuh tuntutan dan desakan utama, meliputi pembentukan Tim Pansus Kemanusiaan oleh DPR-PT dan Pemda Papua Tengah, mempertanyakan kejelasan tindak lanjut atas aspirasi tanggal 23 Juli 2026, serta mendesak DPRD dan Pemkab Intan Jaya untuk menghentikan pembongkaran jalan Trans dan pengabaian penderitaan rakyat.
GPMI-I juga secara tegas menolak rencana kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dan rombongan pada 14–15 September 2026, mendesak TNI Damai Cartenz, Koops Habema, dan Kogabwilhan III menghentikan penangkapan liar, serta menuntut Panglima TNI dan Presiden RI untuk membubarkan Kogabwilhan III.


Jozan Sani menegaskan bahwa agenda kali ini diposisikan sebagai ruang penyampaian sikap damai guna menunggu iktikad baik dari pemerintah, namun jika tidak ada kejelasan atas dialog yang diajukan sejak 3 Agustus 2026 lalu, mereka siap mengambil langkah radikal.
“Hentikan seremonial, segera bentuk Pansus! Kami menolak keras rencana Kunker Gubernur Meki ke Intan Jaya karena hanya menghamburkan anggaran tanpa pernah menyentuh akar konflik. Kami menunggu respons balik dari DPR Papua Tengah, jika diterima melalui dialog, kita cari solusi bersama. Namun jika tidak diindahkan secepatnya, kami siap mobilisasi massa dan membakar Kantor DPR-PT serta Kantor Gubernur Papua Tengah,” tegas Jozan Sani.
Sikap tegas para mahasiswa ini menjadi peringatan keras bagi jajaran Pemda Provinsi dan DPR Papua Tengah agar tidak menyikapi krisis kemanusiaan di Intan Jaya sekadar dengan agenda seremonial atau Kunker formalitas yang boros anggaran dan minim dampak nyata.
Gubernur Meki Fritz Nawipa beserta jajaran legislatif dituntut melahirkan solusi konkret dengan segera membentuk Tim Pansus Kemanusiaan dan membuka dialog bermartabat untuk menyelesaikan konflik secara mendasar, bukan justru membiarkan penderitaan rakyat Intan Jaya terus terabaikan. (*)
Berita Nabire
Jadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info– PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Nabire mengumumkan penyesuaian jadwal keberangkatan KM Gunung Dempo dari Pelabuhan Samabusa, Nabire, Papua Tengah. Kapal yang semula dijadwalkan bertolak pada Kamis (17/9/2026) pukul 07.00 WIT tersebut diundur menjadi pukul 10.00 WIT. Penyesuaian jadwal ini disebabkan oleh kendala operasional armada saat bertolak dari titik awal pelayaran di Jayapura.
Kepala PT Pelni (Persero) Cabang Nabire, Robby Munardi, menjelaskan bahwa penundaan terjadi akibat penyesuaian keberangkatan dari Jayapura, tempat kapal baru dapat bertolak pada Rabu (16/9/2026) pukul 10.00 WIT.

Menyikapi perubahan tersebut, manajemen mengimbau calon penumpang, khususnya yang akan berangkat dari Pelabuhan Samabusa Nabire, untuk menyesuaikan waktu kedatangan. Penumpang diharapkan sudah tiba di pelabuhan mulai pukul 07.00 WIT atau tiga jam sebelum kapal diberangkatkan.
”Atas nama direksi dan manajemen PT Pelni, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan akibat kendala operasional ini,” ujar Robby saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (16/9/2026).


Pihak Pelni berharap seluruh calon penumpang KM Gunung Dempo dapat memaklumi perubahan jadwal ini serta tetap tertib saat menjalani proses masuk (boarding) di area pelabuhan.
Selain itu, masyarakat Nabire diimbau untuk selalu memesan tiket melalui saluran resmi, seperti situs web Pelni atau aplikasi Pelni Mobile. Masyarakat juga diharapkan aktif memantau pembaruan informasi pelayaran melalui call center 021-162 atau akun resmi WhatsApp Pelni di nomor 08111621162 guna menghindari disinformasi terkait jadwal keberangkatan kapal. (*)
Berita Nabire
Polres Nabire Kendalikan Kebakaran Lahan di Wanggar, Aktivitas Penerbangan Tak Terganggu

Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Polres Nabire bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan kosong milik warga yang berada di samping Bandara Nabire, Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Selasa (15/9/2026) malam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 WIT dan melanda lahan gambut yang dalam kondisi kering. Kobaran api sempat menjalar hingga ke ujung kawasan bandara akibat tiupan angin kencang yang membuat api dengan cepat meluas.
Pemadaman dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu bersama sejumlah personel. Polisi mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, sementara personel lainnya melakukan pemadaman secara manual di sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan.
Kapolres mengatakan personel dibagi ke sejumlah titik untuk memastikan api tidak kembali menjalar, khususnya ke arah kawasan Bandara Nabire dan permukiman warga.
“Tadi Wakapolres, Kasat Reskrim dan Kapolsek Bandara kita bagi untuk memadamkan di beberapa titik api. Kita fokus memastikan api tidak meluas, terutama ke arah bandara dan permukiman warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi lahan gambut yang kering ditambah angin kencang membuat api cepat merambat. Polisi kemudian melakukan pemadaman di titik-titik yang berpotensi menyebabkan api kembali meluas.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIT, Rabu (16/9/2026).
Kapolres memastikan kebakaran tersebut tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Nabire. Berdasarkan laporan yang diterima, penerbangan tetap dapat berlangsung setelah api berhasil dikendalikan.
“Puji Tuhan, pagi ini api berhasil kita padamkan sehingga aktivitas di bandara tidak terganggu. Dari laporan yang kami terima, penerbangan tetap dapat terlaksana seperti biasa,” ungkapnya.
Pemadaman dilakukan menggunakan satu unit mobil pemadam serta secara manual oleh personel di lapangan. Pemantauan terhadap lokasi bekas kebakaran juga tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan. Api kecil sekalipun dapat dengan cepat membesar apabila berada di lahan kering dan tertiup angin. Kalau melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegasnya. (*)
Berita Kesehatan
FGD Pendidikan Inklusif di Nabire, Pemprov Papua Tengah Perkuat Layanan Disabilitas Lewat Sistem Rujukan ABK

Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nabire, mulai pukul 08.00 WIT-Selesai, Rabu (16/9/2026).
Langkah ini diambil untuk merumuskan tugas dan fungsi Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta membangun sistem rujukan penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang terintegrasi di wilayah tersebut.
Forum yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah ini melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, dinas sosial, tenaga medis, psikolog, guru pendamping khusus, hingga orang tua.


Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Setda Papua Tengah sekaligus Asisten III, Viktor Fun, hadir mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa untuk membacakan sambutan resmi dan membuka acara secara resmi. Menyampaikan amanat Gubernur, Viktor menegaskan pentingnya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak tanpa diskriminasi.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Setiap anak di Papua Tengah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena kondisi fisik, intelektual, maupun kebutuhan khusus yang dimilikinya,” ujar Viktor Fun.
Lebih lanjut, Gubernur Meki mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas.


“Jangan hanya melihat keterbatasannya. Setiap anak mempunyai potensi, kemampuan, dan masa depan. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap forum FGD ini menghasilkan skema penanganan ABK yang sederhana, tidak rumit, dan dapat segera diterapkan sesuai dengan kondisi riil di Papua Tengah agar pelayanan inklusif dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)
Berita Nabire
13 Tahun STAK Nabire, Marthen Ukago: Pendidikan Keagamaan Kunci Pembentukan Karakter SDM Papua

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Nabire menggelar perayaan Dies Natalis XIII di Aula Chapel Pastoral Thomas Degei, Kali Merah, Distrik Nabire Barat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIT hingga selesai ini mengusung tema “13 Tahun Dalam Penyertaan Tuhan: Bertumbuh, Berakar, Berbuah dan Berdampak Bagi Tanah Papua”.
Perayaan tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kampus keagamaan dalam mencetak generasi beriman, berilmu, dan berintegritas. Suasana acara berlangsung penuh sukacita dengan kehadiran para alumni, civitas akademika, pertunjukan seni puisi, serta penyerahan hadiah lomba, Rabu (16/9/2026).


Mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, hadir untuk menyampaikan amanat pemerintah daerah.
Marthen menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas moral generasi muda.
“Pendidikan tinggi keagamaan tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk pribadi yang memiliki iman, karakter, integritas, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan masyarakat,” ujar Marthen Ukago.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi atas dedikasi STAK Nabire yang selama 13 tahun konsisten mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pemprov Papua Tengah berharap peringatan ini tidak sebatas kegiatan seremonial, melainkan pendorong pembenahan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendoakan agar STAK Nabire semakin berkembang dalam naungan hikmat Tuhan, serta terus melahirkan lulusan berkualitas yang siap membawa kedamaian dan kemajuan bagi Tanah Papua. (*)
Berita Nabire
Dari Nabire untuk Papua Tengah, Deinas Geley Dorong Percepatan Infrastruktur Transportasi

Jakarta | News.papuatengah.info– Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan infrastruktur transportasi, khususnya Bandara dan Pelabuhan Nabire.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si., usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perhubungan RI Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., bersama sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan, pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan Bandara Nabire, termasuk perpanjangan landasan pacu dari sekitar 1.400 meter lebih menjadi lebih dari 2.000 meter. Pengembangan ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan serta konektivitas transportasi udara di Papua Tengah.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pengembangan Bandara Nabire diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mengalokasikan sekitar Rp80 miliar melalui anggaran daerah, sedangkan sisanya diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
“Bandara itu butuh kurang lebih dana Rp500 miliar. Pemprov kita anggarkan Rp80 miliar, kemudian sisanya sekitar Rp400 miliar bisa dibantu Kementerian Perhubungan,” katanya.
Dukungan pemerintah pusat tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Nabire. Dalam kunjungan tersebut, kondisi Bandara dan Pelabuhan Nabire menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat.
Selain pengembangan landasan pacu, Kementerian Perhubungan juga menyatakan kesiapan membantu pembangunan terminal TPA dan TPEB. Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemprov Papua Tengah diminta menyiapkan lahan sekitar lima hektare.
Pembahasan juga mencakup peningkatan sejumlah bandara perintis di wilayah Papua Tengah, antara lain di Kabupaten Puncak, Ilaga, Timika, Deiyai, dan Dogiyai. Pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas bandara-bandara tersebut agar pelayanan transportasi masyarakat semakin baik.
Deinas menegaskan, selain pembangunan infrastruktur besar, pemerintah juga mengusulkan pemasangan pembatas atau pagar pengaman di sepanjang sejumlah ruas jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Yang kecil-kecil juga kami dorong, tetapi yang besar adalah Bandara dan Pelabuhan Nabire. Itu harus kita tuntaskan,” tegasnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat tersebut dapat segera direalisasikan melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, akses masyarakat di Papua Tengah diharapkan semakin terbuka, konektivitas antardaerah semakin baik, serta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah tersebut. (*)
-
Berita Nabire4 hari agoSebulan Dialog Konflik Intan Jaya Buntu, Jozan Sani Ancam Bakar Gedung DPR dan Kantor Gubernur Papua Tengah
-
Berita Nabire4 hari agoPemprov Papua Tengah Luruskan Isu Relokasi PKL Nabire, Dorong Kolaborasi Lintas Pemerintah
-
Berita Jayawijaya7 hari ago3 Petugas Bapang Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Ini Pelanggaran HAM Berat!
-
Berita Nabire3 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire2 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire3 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Paniai5 hari agoWagub Deinas Geley Minta Kepala Kampung Jaga Kondusivitas Pembangunan di Paniai
-
Berita Ekonomi6 hari agodari Pangan Lokal Menuju Kekuatan Ekonomi, Papua Tengah Dorong TPOJ Naik Kelas Lewat TOT




















































