Berita Kesehatan
FGD Pendidikan Inklusif di Nabire, Pemprov Papua Tengah Perkuat Layanan Disabilitas Lewat Sistem Rujukan ABK
Published
2 bulan agoon
By
Alvira
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nabire, mulai pukul 08.00 WIT-Selesai, Rabu (16/9/2026).
Langkah ini diambil untuk merumuskan tugas dan fungsi Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta membangun sistem rujukan penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang terintegrasi di wilayah tersebut.
Forum yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah ini melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, dinas sosial, tenaga medis, psikolog, guru pendamping khusus, hingga orang tua.


Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Setda Papua Tengah sekaligus Asisten III, Viktor Fun, hadir mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa untuk membacakan sambutan resmi dan membuka acara secara resmi. Menyampaikan amanat Gubernur, Viktor menegaskan pentingnya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak tanpa diskriminasi.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Setiap anak di Papua Tengah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena kondisi fisik, intelektual, maupun kebutuhan khusus yang dimilikinya,” ujar Viktor Fun.
Lebih lanjut, Gubernur Meki mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas.


“Jangan hanya melihat keterbatasannya. Setiap anak mempunyai potensi, kemampuan, dan masa depan. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap forum FGD ini menghasilkan skema penanganan ABK yang sederhana, tidak rumit, dan dapat segera diterapkan sesuai dengan kondisi riil di Papua Tengah agar pelayanan inklusif dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)
You may like
-

Nelius Agapa Soal Lahan PT Kristalin: Jangan Mau Dibodohi, Kembalikan Hak Ulayat!
-

Festival Kopi Papua Tengah Resmi Ditutup, UMKM dan Potensi Petani Lokal Didorong Tembus Pasar Global
-

Gubernur Meki Nawipa Buka Festival Kopi Papua Tengah 2026, Dorong Potensi Lokal Mendunia
-

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 5 Nabire Gelar Upacara dan Berbagai Lomba Edukatif
-

Peringati Sumpah Pemuda, DPD BMP RI Papua Tengah dan DPC BMP RI Nabire Rangkul Pemuda Merajut Persatuan
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
-

Rakerwil BAMAGNAS Papua Tengah Bahas Sinergi Gereja dan Pemerintah untuk Bangun Moral Masyarakat
-

Aksi Gen Z Papua Tengah Lawan Stunting dan Jaga Kamtibmas, Marsel Asyerem: “Jauhi Narkoba dan Sebarkan Energi Positif”
-

Terbukti Ilegal, Lahan PT Kristalin Nabire Resmi Diambil Alih PT Antam, Ini Penjelasan Menhan Sjafrie
-

Pangdam XXIX/Mambruk Tiba di Nabire, Mayjen Manurung Tegaskan Komitmen Keamanan dan Dorong Ekonomi Papua Tengah



































