Berita Nabire
Karhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
Published
2 bulan agoon
By
Alvira
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info– Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah mencatat 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area perkebunan kelapa sawit Kabupaten Nabire sepanjang 18 Juli hingga 29 Agustus 2026.
Peristiwa yang melahap estimasi luas area hingga 67,95 hektare tersebut melanda wilayah luar Hak Guna Usaha (HGU), area nilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV), sempadan sungai, hingga lahan produktif perusahaan, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan investigasi awal, sumber api terindikasi berasal dari aktivitas pembakaran liar untuk pembukaan lahan atau perladangan oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Andrias Gobay, menyampaikan bahwa meski tim tanggap darurat perusahaan bergerak cepat mengendalikan api menggunakan sekat bakar dan alat pemadam, upaya pencegahan terpadu tetap menjadi prioritas utama.
”Informasi mengenai dugaan pembakaran oleh pihak yang tidak dikenal merupakan hasil pengamatan awal di lapangan. Untuk memastikan penyebab pasti dan penegakan hukum, perlu verifikasi dari instansi berwenang,” ujar Andrias.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa iklim investasi dan pembangunan sektor perkebunan di daerah harus selalu berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan serta perlindungan lingkungan hidup.
Menghadapi potensi cuaca kering, masyarakat mengimbau seluruh elemen baik pihak swasta maupun warga sekitar kawasan perkebunan untuk menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara membakar.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap koordinasi lintas sektor semakin solid dalam melakukan patroli deteksi dini serta pengawasan ketat demi menjaga keselamatan warga dan kelestarian ekosistem di Nabire.
”Pembangunan perkebunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Karena itu, setiap kejadian kebakaran perlu dilaporkan, ditangani cepat, dan dievaluasi agar tidak berulang,” tegas Andrias. (*)
You may like
-

Sepekan OPS Patuh Noken: Satlantas Polres Nabire Amankan Puluhan Kendaraan, Korban Curanmor Boleh Cek ke Polres
-

Nelius Agapa Soal Lahan PT Kristalin: Jangan Mau Dibodohi, Kembalikan Hak Ulayat!
-

Festival Kopi Papua Tengah Resmi Ditutup, UMKM dan Potensi Petani Lokal Didorong Tembus Pasar Global​
-

Wagub Deinas Geley Sambangi KKP: Dorong Cold Storage dan Pemberdayaan Nelayan OAP
-

Gubernur Meki Nawipa Buka Festival Kopi Papua Tengah 2026, Dorong Potensi Lokal Mendunia
-

Dongkrak Ekonomi Petani Lokal, Gubernur Meki Nawipa Serahkan Bantuan Alat Kopi Modern di Mimika
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
-

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 5 Nabire Gelar Upacara dan Berbagai Lomba Edukatif
-

Peringati Sumpah Pemuda, DPD BMP RI Papua Tengah dan DPC BMP RI Nabire Rangkul Pemuda Merajut Persatuan
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
































