Berita Kesehatan
Kadin dan KNPI Papua Tengah Bagi Masker Gratis di Jalan Kusuma Bangsa Nabire, Serukan Stop Bakar Hutan
NABIRE, News papuatengah.info – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Nabire dalam beberapa hari terakhir mendapat respon cepat dari organisasi pengusaha dan kepemudaan.
KADIN Papua Tengah dan DPD KNPI Papua Tengah menggelar aksi bagi masker gratis kepada masyarakat di Jalan Kusuma Bangsa, Nabire, pada Minggu (14/09/2026).

Dok. Pembiagain Masker Gratis

Ketua KADIN Papua Tengah, Alexsander Gobai, S.E dan Ketua DPD KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, tampak kompak turun langsung ke lapangan.
Ribuan masker dibagikan secara gratis sebagai upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat pekatnya kabut asap.
“Ini aksi kemanusiaan. Kami dari KADIN dan KNPI tidak ingin masyarakat sakit karena kabut asap. Masker ini mungkin kecil nilainya, tapi besar artinya untuk kesehatan. Kami juga ingin mengedukasi, mari bersama-sama lawan kabut asap, stop bakar hutan dan lahan,” ujar Alexsander Gobai di lokasi.
Senada, Yustinus Tebai menambahkan, pemuda Papua Tengah harus peduli lingkungan.
“Asap ini adalah peringatan. Kalau bukan kita yang jaga hutan kita, siapa lagi? Stop bakar hutan. Mari kita jaga alam Papua Tengah tetap hijau dan sehat,” tegas Yustinus.
Aksi tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Banyak pengendara yang berhenti dan mengapresiasi kepedulian KADIN dan KNPI.
Aksi ini diharapkan menjadi pemicu gerakan yang lebih luas untuk menjaga kelestarian hutan di Provinsi Papua Tengah. (*)
Berita Deiyai
Gubernur Meki Sambangi Puskesmas Tenedagi Deiyai: “Pelayanan Harus Humanis, Warga Harus Sehat”

DEIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meninjau secara langsung kondisi pelayanan medis dan sarana kesehatan di Puskesmas Tenedagi, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai.
Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman berjalan optimal meski dihadapkan pada tantangan aksesibilitas, Selasa (8/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Meki meninjau area fasilitas medis, memeriksa ketersediaan obat-obatan, serta menyerap langsung aspirasi tenaga kesehatan dan warga setempat.


Di sela-sela peninjauannya, Gubernur Nawipa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia mengapresiasi dedikasi jajaran medis yang tetap bertugas di tengah keterbatasan sarana, sekaligus mengingatkan pentingnya pendekatan yang empati dalam merawat pasien.
“Pelayanan harus humanis, warga harus sehat. Kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat adalah kunci peningkatan kualitas hidup warga Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan dapat terus konsisten memperkuat dukungan anggaran, pemenuhan tenaga medis, serta melengkapi fasilitas dan pasokan obat-obatan di Puskesmas Tenedagi.
Dengan sokongan infrastruktur dan sarana yang semakin memadai, kualitas layanan medis di Distrik Tigi Barat diharapkan kian meningkat sehingga derajat kesehatan masyarakat Deiyai dapat terwujud secara merata. (*)
Berita Daerah
Wabah Skabies di Mewoluk Puncak Jaya Meningkat, Dinkes Papua Tengah Kirim Tim Medis dan Obat

NABIRE, Central Media News – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menanggapi lonjakan kasus infeksi kulit di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. Berkolaborasi dengan Dinkes Kabupaten Puncak Jaya, pemerintah daerah menerjunkan tim medis khusus sekaligus mengamankan bantuan pasokan obat darurat, Rabu (2/9/2026).


Langkah tanggap darurat ini diambil setelah adanya laporan peningkatan kasus parasit skabies yang berkembang menjadi pioderma atau infeksi kulit sekunder bernanah, sehingga sempat memicu lonjakan pasien dan kelangkaan obat pengobatan utama di Rumah Sakit Mulia.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menegaskan bahwa penanganan di Distrik Mewoluk menjadi prioritas utama pihak provinsi demi mencegah penularan yang semakin meluas.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinkes Puncak Jaya untuk memastikan respons cepat di lapangan. Faskes setempat butuh intervensi segera, baik dari sisi pasokan obat maupun tenaga medis tambahan,” ujar dr. Agus saat memberikan keterangan di Nabire.
Guna memutus mata rantai penularan di lapangan, Tim Pelayanan Kesehatan gabungan langsung diterjunkan ke Distrik Mewoluk untuk melakukan skrining ketat dan penanganan dini. Pihak provinsi memastikan ketersediaan salep Permetrin dan logistik medis pendukung telah siap dikirimkan melalui jalur udara untuk mengantisipasi rujukan pasien kritis dari puskesmas.
”Logistik obat-obatan sudah disiapkan dan diikat pihak ekspedisi di kargo. Meskipun hari ini sempat terhalang kendala pembatalan penerbangan, pengiriman dipastikan terbang dengan jadwal penerbangan pertama besok pagi ke Puncak Jaya,” tambah dr. Agus.


Selain pengiriman bantuan obat, dr. Agus juga menekankan pentingnya edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat setempat agar infeksi tidak kembali berulang setelah pengobatan massal dilakukan.
Pemerintah mengimbau masyarakat di Distrik Mewoluk dan sekitarnya untuk senantiasa menjaga kebersihan diri serta lingkungan guna mencegah penyebaran parasit kulit. Warga juga diharapkan tidak ragu mendatangi posko kesehatan terdekat jika mengalami gejala gatal-gatal agar penanganan awal dapat segera diberikan sebelum terjadi komplikasi.
”Sinergi cepat ini kami harapkan dapat segera menekan angka infeksi di lapangan. Kami berkomitmen memastikan pelayanan kesehatan masyarakat di Puncak Jaya tetap berjalan optimal tanpa terkendala ketersediaan obat,” tutup dr. Agus.
Penulis : Alvira
Berita Daerah
Karhutla Nabire Picu Risiko ISPA, Dinkes Papua Tengah Bagi Masker Gratis di CFD Pepera

NABIRE, PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap kawasan SP 3 Karadiri hingga mendekati Bandara Douw Aturure dan menyebar ke sejumlah titik di Nabire Barat mulai membunyikan alarm bahaya bagi warga.
Menanggapi ancaman kabut asap dan paparan debu di musim kemarau, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menggelar aksi preventif guna menekan risiko penyakit pernapasan, Sabtu (22/8/2026).


Aksi nyata tersebut dipusatkan di area Car Free Day (CFD) Jalan Pepera, Nabire. Petugas Dinkes membagikan 1.000 masker 3-ply gratis setiap hari kepada pejalan kaki, pengendara, hingga mama-mama pedagang. Langkah cepat ini diambil setelah data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mulai mendeteksi adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Guna memperkuat penanganan di lapangan, Dinkes menyiagakan 60.000 lembar masker, memastikan kecukupan pasokan obat serta vitamin di Instalasi Farmasi Provinsi, hingga menyiapkan armada ambulans darurat. Kebijakan pelaksanaan CFD pekan depan pun bakal terus disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara harian.
“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar dr. Agus.
Ia meminta warga yang merasakan gejala sesak dada atau batuk-pilek lebih dari tiga hari untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, atau menghubungi kanal resmi layanan Dinkes via WhatsApp (0822-2308-8479) dan Instagram (@dinkespapuatengah).
(Red)
Berita Daerah
Dinkes Papua Tengah Gelar Clinical Mentoring Evaluasi Layanan HIV-TB di Nabire

NABIRE, PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar Clinical Mentoring Evaluation Meeting di Hotel Mahavira 2, Nabire. guna memperkuat mutu pelayanan terintegrasi HIV dan Tuberkulosis (TB) bagi tenaga kesehatan di lini depan Puskesmas.
Didukung oleh Global Fund, kegiatan yang dihadiri jajaran Dinkes Provinsi Papua Tengah, Dinkes Kabupaten Nabire, serta pengelola program faskes ini berfokus pada peningkatan kapasitas deteksi dini, penguatan strategi Test and Treat, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), hingga optimalisasi jejaring 9 Puskesmas Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) di wilayah Kabupaten Nabire. Kamis (20/8/2026).

Integrasi layanan medis ini dipandang sangat vital mengingat tingginya risiko koinfeksi TB pada penderita HIV, sehingga diperlukan sinergi pemeriksaan, rujukan, serta pencatatan standar nasional yang presisi.
“Keberhasilan program HIV tidak cukup hanya dengan menemukan kasus. Kita harus memastikan setiap orang dengan HIV mendapatkan pelayanan yang berkesinambungan, dan paling penting adalah adanya perubahan serta perbaikan pelayanan secara nyata setelah kegiatan evaluasi ini,” tegas dr. Agus.
Melalui sinergi lintas jajaran ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus mendorong pencapaian target global 95-95-95 secara terukur.
Ke depannya, seluruh Puskesmas jaringan PDP di Nabire diharapkan mampu konsisten menghadirkan layanan kesehatan yang makin bermutu, mudah diakses, bebas dari stigma maupun diskriminasi, serta memastikan tidak ada satu pun pasien yang terputus dari pengobatan.
(Red)
Berita Daerah
DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).
Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.
Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.


Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)
-
Berita Nabire3 hari agoSebulan Dialog Konflik Intan Jaya Buntu, Jozan Sani Ancam Bakar Gedung DPR dan Kantor Gubernur Papua Tengah
-
Berita Nabire3 hari agoPemprov Papua Tengah Luruskan Isu Relokasi PKL Nabire, Dorong Kolaborasi Lintas Pemerintah
-
Berita Nabire2 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Jayawijaya6 hari ago3 Petugas Bapang Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Ini Pelanggaran HAM Berat!
-
Berita Nabire2 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire1 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire2 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Nabire6 hari agoTiba di Nabire Dini Hari, 11 Korban Kebakaran Bapouda Dimakamkan di Pemakaman Muslim Kampung Kimi



















































