Berita Nabire
LMA Papua Tengah Dilantik, Lenis Kogoya Dorong Adat Jadi Kekuatan Perdamaian
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info– Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua, Lenis Kogoya, melantik Koordinator Wilayah (Korwil) LMA Provinsi Papua Tengah dalam acara yang berlangsung di Gedung Aula RRI Nabire, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Lembaga Masyarakat Adat Bersama Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Provinsi Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Maju.”

Usai pelantikan, Lenis menekankan pentingnya penguatan peran lembaga adat dalam pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di Papua. Menurutnya, pemerintah maupun pihak lain yang hendak menggunakan tanah masyarakat harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemilik hak ulayat dan lembaga adat.
“Pemerintah harus datang terlebih dahulu kepada masyarakat dan lembaga adat. Kalau mau membangun pertanian, rumah, sekolah atau program lainnya, harus dibicarakan bersama. Jangan pemerintah datang langsung berjalan, karena itu yang bisa menimbulkan penolakan dari masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat adat sejak awal sangat penting agar pembangunan tidak menimbulkan konflik. Menurutnya, masyarakat harus merasa dilibatkan dan hak ulayat mereka dihormati.
Ketua LMA juga mendorong pemerintah memberikan dukungan anggaran untuk memperkuat lembaga adat dan memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan. Ia mencontohkan mama-mama Papua yang berjualan pinang, membuat noken, dan menjalankan kegiatan ekonomi lainnya agar mendapatkan pembinaan serta pendampingan.


Selain itu, lembaga adat perlu diperkuat dalam penyelesaian konflik sosial melalui mekanisme peradilan adat dengan pendampingan pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah adat atau hak ulayat agar batas-batas wilayah dan kepemilikan tanah dapat diketahui dengan jelas.
“Kalau ada investor masuk ke wilayah adat, harus dilihat dulu petanya. Harus jelas siapa pemilik wilayah tersebut, kemudian dilakukan koordinasi dengan lembaga adat dan pemerintah. Semua harus dibicarakan, termasuk manfaat yang diterima masyarakat,” jelasnya.
Menurut Ketua LMA, mekanisme tersebut penting untuk mencegah penolakan pembangunan dan konflik yang berkaitan dengan tanah maupun investasi. Di sisi lain, Ia menyerukan penghentian kekerasan dan pembunuhan di Tanah Papua. Ia mengingatkan semua pihak untuk mengedepankan kasih dan perdamaian.
“Sampaikan pesan Tuhan Yesus, jangan membunuh. Kita diajarkan untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Tidak boleh ada lagi pembunuhan di Tanah Papua,” katanya.
Ia berharap penguatan lembaga adat dan keterlibatan masyarakat dapat mendukung terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, dan maju. (*)
Berita Nabire
Dari Nabire untuk Papua Tengah, Deinas Geley Dorong Percepatan Infrastruktur Transportasi

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info– Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan infrastruktur transportasi, khususnya Bandara dan Pelabuhan Nabire.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si., usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perhubungan RI Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., bersama sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan, pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan Bandara Nabire, termasuk perpanjangan landasan pacu dari sekitar 1.400 meter lebih menjadi lebih dari 2.000 meter. Pengembangan ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan serta konektivitas transportasi udara di Papua Tengah.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pengembangan Bandara Nabire diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mengalokasikan sekitar Rp80 miliar melalui anggaran daerah, sedangkan sisanya diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
“Bandara itu butuh kurang lebih dana Rp500 miliar. Pemprov kita anggarkan Rp80 miliar, kemudian sisanya sekitar Rp400 miliar bisa dibantu Kementerian Perhubungan,” katanya.
Dukungan pemerintah pusat tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Nabire. Dalam kunjungan tersebut, kondisi Bandara dan Pelabuhan Nabire menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat.
Selain pengembangan landasan pacu, Kementerian Perhubungan juga menyatakan kesiapan membantu pembangunan terminal TPA dan TPEB. Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemprov Papua Tengah diminta menyiapkan lahan sekitar lima hektare.
Pembahasan juga mencakup peningkatan sejumlah bandara perintis di wilayah Papua Tengah, antara lain di Kabupaten Puncak, Ilaga, Timika, Deiyai, dan Dogiyai. Pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas bandara-bandara tersebut agar pelayanan transportasi masyarakat semakin baik.
Deinas menegaskan, selain pembangunan infrastruktur besar, pemerintah juga mengusulkan pemasangan pembatas atau pagar pengaman di sepanjang sejumlah ruas jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Yang kecil-kecil juga kami dorong, tetapi yang besar adalah Bandara dan Pelabuhan Nabire. Itu harus kita tuntaskan,” tegasnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat tersebut dapat segera direalisasikan melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, akses masyarakat di Papua Tengah diharapkan semakin terbuka, konektivitas antardaerah semakin baik, serta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah tersebut. (*)
Berita Nabire
Tak Disangka, Motor yang Hilang Enam Tahun Ditemukan Saat Aksi Demo Berlangsung

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Enam tahun menjadi waktu penantian bagi pemilik sepeda motor Honda Beat yang dilaporkan hilang pada 2020. Harapan menemukan kendaraan tersebut akhirnya terwujud setelah Polres Nabire mengamankan satu unit sepeda motor yang teridentifikasi sebagai kendaraan dalam laporan kehilangan, Selasa (15/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatirata saat memberikan keterangan di Polres Nabire, Selasa. Ia menjelaskan, kendaraan diamankan sekitar pukul 13.00 WIT setelah penyampaian aspirasi oleh massa yang mengatasnamakan Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP).
“Setelah penyampaian aspirasi dari adik-adik kita yang mengatasnamakan organisasi SPWP, sempat diamankan satu kendaraan yang dicurigai merupakan hasil dari tindak pidana atau hasil pencurian,” ujarnya.
Kecurigaan tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan nomor rangka dan nomor mesin. Hasil pengecekan menunjukkan sepeda motor tersebut memiliki laporan kehilangan pada 2020.


Kendaraan itu dilaporkan hilang pada 6 Mei 2020 sekitar pukul 17.00 WIT di Jalan Medan, Kelurahan Karangmulia, Kabupaten Nabire.
Sepeda motor tersebut merupakan Honda Beat berwarna pink-hitam dengan nomor polisi PA 6399 KD, nomor rangka MH1JM1128KK134190 dan nomor mesin JM11E2116341 atas nama Hamzah Musa. Saat ditemukan, warna kendaraan telah berubah dari warna aslinya.
“Ini motor awalnya warna pink-hitam, tapi sudah diubah warnanya,” jelasnya.
Anak Hamzah Musa kemudian hadir di Polres Nabire untuk melihat kendaraan tersebut. Pemilik saat ini berada di Morawali sehingga diwakili oleh anaknya.
“Bapaknya sekarang berada di Morawali. Jadi diwakilkan anaknya untuk datang melihat kendaraan yang kita amankan, sekaligus nanti kita kembalikan,” katanya.
Ia juga menanggapi klaim salah satu peserta aksi yang mengaku kehilangan sepeda motor. Ia meminta yang bersangkutan menunjukkan STNK dan BPKB sebagai bukti kepemilikan. Namun, orang tersebut menyampaikan dokumen berada di dalam jok kendaraan.
Kapolres mengatakan pihaknya telah mengarahkan yang bersangkutan ke Polres Nabire untuk klarifikasi, tetapi yang bersangkutan meninggalkan lokasi.
“Kami dari Polres Nabire bersama Satreskrim dan jajaran pada prinsipnya akan tetap menegakkan kebenaran serta menjaga keamanan di Nabire sebagai bagian dari Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya. (*)
Berita Nabire
Kawal Aksi SPWP di Nabire hingga Kondusif, Danlanal Nabire: “Sinergitas TNI-Polri dan Pelajar Kunci Keamanan Daerah”

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Penyampaian aspirasi oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire pada Selasa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sekitar 300 massa gabungan pelajar dan mahasiswa menggelar aksi long march melintasi rute BMW, Pasar Karang, hingga halaman kantor lama Bandara Nabire di depan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.
Berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.40 WIT, massa menyuarakan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menuntut penyediaan pendidikan gratis di Tanah Papua. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan tetap terkendali sehingga aktivitas masyarakat sekitar dapat berjalan normal.


Pengamanan aksi ini dikawal ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri, termasuk Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco, bersama jajaran kepolisian dan personel satgas. Danlanal Nabire menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran serta kedamaian selama proses pengawalan unjuk rasa tersebut. Menurutnya, terciptanya suasana yang aman tidak terlepas dari kolaborasi lintas pihak di lapangan, Selasa (15/9/2026).
“Kondisi yang tetap kondusif ini dapat terwujud berkat sinergitas serta kerja sama yang baik antara aparat TNI-Polri, para pelajar, hingga dukungan dari kalangan wartawan,” ujar Letkol Laut (P) Mario Marco.


Lebih lanjut, Letkol Laut (P) Mario Marco menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Nabire melalui pendekatan yang persuasif serta koordinasi yang solid. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan para pelajar untuk terus merawat komunikasi yang baik dalam setiap penyampaian aspirasi demi ketenteraman bersama.
“Keberhasilan pengamanan ini juga tidak lepas dari rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Nabire melalui komunikasi persuasif dan koordinasi yang solid agar situasi daerah tetap harmonis,” tegasnya. (*)
Berita Nabire
Aksi Damai SPWP di Nabire Berlangsung Aman dan Kondusif, Kapolres Nabire: “Mari Jaga Sinergitas dan Hindari Provokatif”

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Penyampaian aspirasi oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire pada Selasa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sekitar 300 massa gabungan pelajar dan mahasiswa menggelar aksi long march melintasi rute BMW, Pasar Karang, hingga halaman kantor lama Bandara Nabire di depan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.
Berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.40 WIT, massa menyuarakan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menuntut penyediaan pendidikan gratis di Tanah Papua. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan tetap terkendali sehingga aktivitas masyarakat sekitar dapat berjalan normal, Selasa (15/9/2026).


Pengamanan aksi ini dikawal langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, bersama Danlanal Nabire,Wakapolres, serta gabungan 467 personel TNI-Polri, Brimob, dan Satgas. Dalam keterangannya usai pengawalan, Kapolres menyampaikan apresiasi atas komunikasi dan koordinasi yang terjalin baik antara koordinator lapangan (korlap) aksi dengan aparat keamanan di lapangan.
“Secara umum situasi berjalan aman lancar, dan komunikasi antara kami dan adik-adik juga terjalin baik. Meskipun tadi ada sedikit long march, para korlap berkoordinasi dengan seluruh personel sehingga kegiatan berjalan tertib, lancar, dan berakhir tenang,” ujar AKBP Tatiratu.


Menyikapi jalannya aksi tersebut, AKBP Samuel D. Tatiratu berharap sinergitas dan komunikasi harmonis ini dapat terus dipertahankan demi menjaga stabilitas daerah. Beliau juga menegaskan imbauan agar dalam menyampaikan pendapat di muka umum, massa tidak menyisipkan ujaran provokatif maupun ancaman tindakan yang melanggar hukum.
“Ke depan, koordinasi seperti ini harus terus terjalin agar hal-hal yang perlu diantisipasi dapat disiapkan dan tidak terjadi chaos. Kami mengimbau, sekiranya ada aspirasi yang belum terpenuhi, jangan lagi menyampaikan ujaran provokatif atau bernada ancaman pembakaran karena itu berkaitan dengan pidana. Mari kita belajar berorganisasi dan menyampaikan aspirasi secara tertib untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Tanah Nabire,” pungkasnya. (*)
Berita Nabire
Pasar Karang Jadi Titik Temu, Long March Pelajar SPWP Nabire Dikawal Ketat Kapolres dan Danlanal

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Polres Nabire mengerahkan Sebanyak 467 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire, Selasa, 15 September 2026.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berfokus pada penolakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta tuntutan penyediaan fasilitas dan pendidikan gratis di Tanah Papua. Pergerakan massa berawal dari titik kumpul di area jalan sebelum SMP Negeri 2 Nabire, lalu berlanjut dengan melakukan long march menuju Pasar Karang untuk membaur bersama kelompok massa lainnya hingga mencapai sekitar 300 orang pelajar dan mahasiswa.


Di area pergerakan awal, dinamika penyampaian pendapat berlangsung lugas dan lantang. Koordinator Lapangan SPWP Nabire, Angin Agapa, menegaskan bahwa kebutuhan mendasar masyarakat Papua saat ini adalah jaminan akses serta mutu pendidikan yang layak, bukan sekadar program pembagian makanan.
“Kami tidak butuh makanan yang membodohi pelajar di Papua, stop tipu kami orang asli Papua. Kalau bisa, berikan kami beasiswa pendidikan dan fasilitas yang memadai,” tegas Angin saat berorasi di lapangan.
Usai menyampaikan sikapnya, massa bergerak menuju Pasar Karang dengan pengawalan ketat dan mendampingi langsung di lapangan oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu bersama Danlanal Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco
Setibanya di titik kumpul Pasar Karang, gelombang aksi berlanjut dengan seruan pemenuhan hak-hak dasar alokasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembebasan biaya pendidikan. Guna menjaga pergerakan massa tetap tertib hingga rute akhir di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah di kawasan Bandara Lama Nabire, kepolisian mengedepankan pola pengawalan yang kooperatif.


Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengimbau seluruh peserta aksi untuk senantiasa menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas di jalan raya.
“Kami imbau kepada rekan-rekan pelajar dan mahasiswa untuk tetap menjaga kondusivitas serta kelancaran arus lalu lintas. Aparat siap mengawal perjalanan long march ini sampai ke titik aksi, dengan syarat tetap mengikuti SOP pengamanan yang berlaku,” ujar AKBP Samuel.
Melalui pengawalan terpadu tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat terus mengedepankan sikap saling menghormati dan menahan diri dari segala bentuk provokasi. Kepolisian mengimbau massa aksi untuk menyampaikan seluruh poin tuntutan secara santun dan sesuai koridor hukum yang berlaku, sementara personel keamanan di lapangan diinstruksikan untuk terus bersikap persuasif demi memastikan situasi di seluruh wilayah Nabire tetap aman, damai, dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (*)
-
Berita Nabire3 hari agoSebulan Dialog Konflik Intan Jaya Buntu, Jozan Sani Ancam Bakar Gedung DPR dan Kantor Gubernur Papua Tengah
-
Berita Nabire3 hari agoPemprov Papua Tengah Luruskan Isu Relokasi PKL Nabire, Dorong Kolaborasi Lintas Pemerintah
-
Berita Nabire2 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Jayawijaya6 hari ago3 Petugas Bapang Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Ini Pelanggaran HAM Berat!
-
Berita Nabire2 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire1 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire2 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Nabire6 hari agoTiba di Nabire Dini Hari, 11 Korban Kebakaran Bapouda Dimakamkan di Pemakaman Muslim Kampung Kimi
















































