Berita Nabire
Dekat Hotspot Karhutla, Kabut Asap Tebal Ganggu Aktivitas Belajar Siswa SDN Inpres 02 Kalisemen
Published
2 bulan agoon
By
Redaksi
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas belajar-mengajar di SDN Inpres 02 Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Papua Tengah. Sekolah yang berada dekat dengan sejumlah titik hotspot membuat asap cukup tebal menyelimuti lingkungan sekolah, sehingga siswa dan tenaga pendidik harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak nyaman.
Kepala SDN Inpres 02 Kalisemen, Isuryadi, S.Pd.SD., mengatakan kondisi asap yang semakin banyak di sekitar sekolah sangat memengaruhi proses pembelajaran. Selain membuat siswa tidak nyaman, asap juga mengganggu pernapasan sehingga aktivitas di luar ruangan, termasuk saat jam istirahat, harus dibatasi, Senin (14/9/2026).
“Dampak asap ini sangat memengaruhi proses kegiatan belajar-mengajar. Anak-anak merasa tidak nyaman dengan kondisi asap yang semakin banyak dan mengganggu pernapasan. Mereka harus menggunakan masker dan tidak bisa bermain di luar,” ujarnya

Menurut Isuryadi, kondisi kabut asap juga memaksa sekolah mengurangi jam belajar. Jika biasanya siswa mengikuti pembelajaran hingga sekitar pukul 12.00 WIT, dalam kondisi asap yang semakin buruk siswa dapat dipulangkan sekitar pukul 11.00 WIT. Pengurangan waktu belajar tersebut membuat penyampaian materi pelajaran menjadi tidak maksimal.
Sebelumnya, penyesuaian waktu belajar juga dilakukan berdasarkan edaran Dinas Pendidikan dengan pengurangan sekitar 10 menit setiap jam. Kondisi sempat membaik setelah hujan turun, namun kembali memburuk ketika kabut asap meningkat.
Untuk melindungi siswa dari paparan asap, pihak sekolah terus mengimbau penggunaan masker dan menyampaikan pesan kepada orang tua melalui grup kelas. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan masker dari pemerintah maupun instansi terkait. Kebutuhan masker masih mengandalkan siswa dan orang tua masing-masing.
Selain dampak kabut asap, Isuryadi juga menyinggung kondisi sarana dan prasarana sekolah. Terdapat ruang kelas yang mengalami kebakaran dan hingga kini belum mendapat perhatian atau penanganan dari instansi terkait. Akibatnya, beberapa kelas masih menggunakan ruang belajar sementara agar kegiatan belajar-mengajar tetap dapat berlangsung.
Isuryadi berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera memberikan perhatian terhadap kondisi SDN Inpres 02 Kalisemen, baik dalam menghadapi dampak kabut asap maupun penanganan ruang kelas yang terbakar. Ia juga berharap adanya bantuan masker bagi siswa serta kebijakan yang dapat memastikan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang terdampak. Kami ingin kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak juga harus menjadi perhatian,” pungkasnya. (*)
You may like
-

Gubernur Meki Nawipa Buka Festival Kopi Papua Tengah 2026, Dorong Potensi Lokal Mendunia
-

Nelius Agapa Soal Lahan PT Kristalin: Jangan Mau Dibodohi, Kembalikan Hak Ulayat!
-

Festival Kopi Papua Tengah Resmi Ditutup, UMKM dan Potensi Petani Lokal Didorong Tembus Pasar Global​
-

Wagub Deinas Geley Sambangi KKP: Dorong Cold Storage dan Pemberdayaan Nelayan OAP
-

Dongkrak Ekonomi Petani Lokal, Gubernur Meki Nawipa Serahkan Bantuan Alat Kopi Modern di Mimika
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
-

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 5 Nabire Gelar Upacara dan Berbagai Lomba Edukatif
-

Peringati Sumpah Pemuda, DPD BMP RI Papua Tengah dan DPC BMP RI Nabire Rangkul Pemuda Merajut Persatuan
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
-

OPS Patuh Noken 2026 di Nabire, Polda Papua Tengah Bidik Delapan Pelanggaran dan Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas
































