Berita Deiyai
Kesbangpol Papua Tengah Tanamkan Nilai Pancasila untuk Perkuat Karakter Pemuda
Ka Kesbangpol “Pancasila Kompas Moral Pegangan Generasi Muda Hadapi Tantangan Zaman”


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Upaya memperkuat karakter kebangsaan di kalangan pemuda terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Salah satunya melalui kegiatan Pembumian Nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Muda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah di Hotel JDF Nabire, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii, S.E., M.Si di ikuti sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari Paskibraka aktif dan Purna Paskibraka dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari proses pembinaan generasi muda yang diharapkan dapat menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.


Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Pancasila merupakan kompas moral yang harus menjadi pegangan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


“Teknologi berkembang pesat, informasi datang tanpa batas, tetapi nilai Pancasila adalah pondasi yang membuat kita tetap kokoh sebagai bangsa,” tegasnya.
Ia menegaskan, peran generasi muda—khususnya Paskibraka—sangat vital sebagai wajah dan representasi nasionalisme di daerah.
“Adik-adik bukan sekadar pengibar bendera pada upacara 17 Agustus. Kalian adalah Duta Pancasila yang memiliki tugas memberikan teladan di sekolah, kampung, hingga ruang digital,” kata Albertus.

Menurutnya, pembumian Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam laku kehidupan, bukan hanya dalam hafalan atau seremonial semata.
“Nilai ketuhanan mengajarkan moralitas dan toleransi. Nilai kemanusiaan menumbuhkan empati dan saling menghargai. Nilai persatuan menjaga kedamaian. Nilai kerakyatan memandu kita menyelesaikan persoalan lewat musyawarah. Dan nilai keadilan mendorong kita berkarya tanpa membedakan siapa pun,” urainya.

Narasumber Profesional Hadir Beri Penguatan Ideologi
Pelaksanaan kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari lembaga strategis nasional seperti:
▪ Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri Wilayah Papua Rizki Hari F.P., S.H.,
▪ Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar
▪ Perwakilan Purna Paskibraka Provinsi Papua Tengah Supami
Keikutsertaan narasumber tersebut diharapkan memberi pemahaman menyeluruh mengenai ancaman ideologi yang mengganggu persatuan nasional, seperti intoleransi, radikalisme, dan disinformasi.

Ketua Panitia, Maikel Gobay, S.E., M.A.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah solusi menghadapi tantangan sosial di era digital.
“Pemuda menjadi target utama provokasi dan informasi sesat. Karena itu, karakter dan daya nila bangsa harus diperkuat. Mereka harus bisa memilah informasi dan berdiri kokoh pada jati diri sebagai Bangsa Indonesia,” ujarnya.
Maikel menegaskan bahwa Paskibraka dipilih untuk menjadi peserta karena mereka adalah sosok yang sudah memiliki dasar kedisiplinan dan jiwa nasionalisme yang kuat.
Dukung Perdamaian dan Persatuan di Papua Tengah
Albertus menegaskan, Papua Tengah adalah rumah bersama bagi siapa saja tanpa memandang suku, agama, budaya, maupun asal-usul.
“Generasi muda harus menjadi benteng kebhinekaan. Kita harus saling menjaga dan membangun Papua Tengah sebagai tanah yang aman, damai, dan bersatu,” pesannya.
Acara kemudian resmi dibuka oleh Kepala Kesbangpol dengan seruan tiga kali Salam Pancasila yang disambut penuh semangat oleh seluruh peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi, sesi dialog, serta pembekalan praktik pembumian nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat.
Harapan Pemerintah untuk Generasi Muda Papua Tengah
Pemerintah berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebatas pertemuan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata pemuda dalam:
– Menjaga harmoni dalam keberagaman
– Menyaring dan melawan berita bohong (hoaks)
– Membangun semangat gotong royong
– Menghindari perilaku intoleran
– Menjadi pelopor prestasi dan kedisiplinan
“Jadilah generasi yang tidak hanya bangga memakai atribut Merah Putih, tetapi juga menghidupkan semangat Merah Putih dalam tindakan,” tutup Albertus.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan menyanyikan yel-yel Pancasila yang menggema memenuhi ruangan acara. (Red)
Generasi Muda Papua Tengah Didorong Menjadi Penggerak Pembumian Nilai Pancasila

Sementara itu dalam pemaparan materinya, Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar mengatakan,
Pancasila bukan hanya sekadar ideologi negara, melainkan nilai hidup yang harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus perubahan zaman dan kemajuan teknologi saat ini. Generasi muda, khususnya di Provinsi Papua Tengah, dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai persatuan, menjaga keamanan daerah, serta mendorong pembangunan kemandirian di berbagai sektor.
Menurutnya, Pembumian Pancasila dimaknai sebagai upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila benar-benar mengakar dalam perilaku, bukan hanya sekadar hafalan atau seremonial semata. Konsep ini menekankan pemahaman yang tepat, penghayatan moral, penerapan dalam tindakan nyata, serta kemampuan menyesuaikan nilai-nilai tersebut dengan tantangan kekinian, termasuk dalam ruang digital dan dinamika sosial masyarakat Papua Tengah.
Setiap sila Pancasila memiliki makna dan pesan moral bagi generasi muda. Mulai dari menjaga toleransi antarumat beragama, menolak tindakan perundungan, hingga menghormati keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan di Papua Tengah. Para pemuda juga diharapkan mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah serta menjunjung keadilan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.
Pemuda Papua Tengah diharapkan tampil sebagai agen persatuan, garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial dan mencegah potensi konflik horizontal. Mereka juga menjadi bagian penting dalam penguatan nilai bela negara, yang tidak semata terkait aspek fisik, melainkan tercermin melalui kepatuhan terhadap hukum, sikap kritis terhadap informasi, keberanian melawan hoaks, serta kepedulian pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Selain itu, pemuda menjadi kunci dalam menggerakkan pembangunan sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, pendidikan komunitas, serta pelestarian budaya lokal. Keteladanan dalam penggunaan media sosial juga menjadi sorotan penting, dengan harapan generasi muda mampu menyebarkan konten positif, merawat rasa kebangsaan, dan menolak ujaran kebencian yang dapat memecah belah.
Meski demikian, berbagai tantangan turut menghadang, seperti derasnya penyebaran informasi palsu, konflik identitas, pengaruh budaya negatif, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Nilai-nilai Pancasila hadir sebagai solusi untuk memperkuat semangat persaudaraan, etika sosial, dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa.
Strategi pembumian Pancasila di Papua Tengah terus diperkuat melalui berbagai langkah, antara lain pendidikan karakter berbasis budaya lokal, pelatihan kader bela negara, gerakan media sosial yang mempromosikan konten edukatif, serta pemberdayaan pemuda dalam kepemimpinan dan wirausaha kreatif.
Pada akhirnya, pembumian Pancasila merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Namun, generasi muda menjadi faktor paling menentukan dalam menjaga masa depan Indonesia, termasuk Papua Tengah. Dengan memegang teguh nilai Pancasila, pemuda Papua Tengah diyakini mampu menjadi penjaga persatuan, pelopor pembangunan daerah, penggerak perdamaian, serta kader bela negara yang berintegritas.
Paparan Nilai-Nilai Pancasila dan Implementasinya bagi Generasi Muda Papua Tengah
Lebih lanjut dipaparkan Samuel Sauwyar, dalam pembumian Pancasila, setiap sila mengandung pesan moral yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan.
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengajarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan dan kebebasan beragama. Generasi muda Papua Tengah diharapkan mampu memelihara toleransi antarumat beragama.
Di era digital, hal ini diwujudkan dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis agama, saling menghormati kegiatan ibadah, dan menciptakan ruang media sosial yang damai dan saling mendukung. Toleransi menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat yang majemuk.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini menegaskan pentingnya menghormati martabat setiap manusia tanpa kecuali.
Anak muda diajak menolak segala bentuk diskriminasi, bullying, dan kekerasan baik di sekolah maupun di ruang publik lainnya. Empati dan kepedulian harus tumbuh dalam tindakan nyata seperti saling menolong tanpa memandang latar belakang suku, warna kulit, atau budaya. Inilah sikap beradab yang mencerminkan nilai kemanusiaan sejati.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Papua Tengah adalah bagian penting dari Indonesia, rumah besar yang beragam namun tetap satu.
Pemuda harus menjadi garda persatuan, menjaga kerukunan antar suku dan kelompok masyarakat, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Dengan mencintai budaya lokal serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, maka persatuan bukan hanya slogan, tetapi menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Demokrasi Indonesia menempatkan musyawarah sebagai jalan penyelesaian masalah.
Pemuda didorong untuk berani mengemukakan pendapat dengan sopan, menghargai pandangan orang lain, serta mengutamakan dialog ketika terjadi perbedaan.
Keterlibatan aktif dalam organisasi pemuda juga menjadi sarana melatih kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan yang adil bagi kepentingan bersama.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila terakhir menegaskan bahwa kesejahteraan harus dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Generasi muda harus menumbuhkan sikap sportivitas, menolak ketidakadilan, dan mendukung usaha-usaha ekonomi yang memberdayakan masyarakat lokal seperti UMKM dan ekonomi kreatif.
Semangat membantu sesama tanpa memandang golongan adalah perwujudan nyata keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam berbagai situasi — baik dalam pergaulan, dunia pendidikan, hingga penggunaan media sosial — generasi muda Papua Tengah dapat menjadi penjaga kerukunan, pendorong kemajuan daerah, penggerak perubahan yang bermoral, kader bela negara yang berkarakter Pancasila,” pungkas Sauwyar.

Kasus SMAN 72 Jakarta Jadi Cermin Pentingnya Pembumian Pancasila di Era Digital
Sementara itu Rizky Hari F.P. , S.H.
Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri wilayah Papua, dalam paparannya menyampaikan terkait dengan aksi terorisme Internasional, Nasional hingga Papua.
Bahwa terorisme yang terjadi merupakan rangkaian kelompok tingkat internasional seperti Alqaidah dan ISIS dan semua terorisme yang terjadi di Indonesia seperti Bom Bali terkait dengan terorisme tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rizky menerangkan sejumlah kasus ektremisme yang terjadi dan
Kejadian yang baru-baru ini terjadi di SMAN 72 Jakarta membuka mata seluruh pihak bahwa upaya mencegah dan menangani kompleksitas ekstremisme kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ketika seorang siswa menjadi korban perundungan (bullying), dampak psikologisnya dapat mengarah pada tindakan tak terduga dan tidak rasional. Sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk tumbuh dan membentuk karakter positif, justru berpotensi meninggalkan trauma mendalam bagi peserta didik.
Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi, ancaman kekerasan dan radikalisasi tidak lagi terlihat jelas. Anak-anak bisa terjerumus dalam kekerasan digital yang tak kasatmata. Transformasi radikalisme kini tidak membutuhkan proses panjang; cukup melalui algoritma dan ruang digital yang memperkuat kebencian, seorang remaja bisa masuk dalam lingkaran ekstremisme. Fenomena echo chamber yang menyempitkan cara pandang menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang masih dalam proses pencarian jati diri.
Densus 88 AT Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ruang digital agar tidak menjadi sarang penyebaran paham kekerasan, terlebih yang menyasar anak-anak.
Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya pembumian dan pemahaman Pancasila secara nyata di kalangan generasi muda. Nilai gotong royong, kemanusiaan, dan persatuan harus hadir bukan hanya dalam hafalan, tetapi dalam tindakan, terutama dalam interaksi di ruang digital. Pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran wajib—melainkan tameng ideologis yang melindungi anak bangsa dari paparan ekstremisme dan budaya kekerasan.
Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bergandengan tangan menanamkan karakter yang berlandaskan Pancasila: menghormati keberagaman, mengutamakan dialog, dan menjunjung kemanusiaan. Dengan itu, generasi muda tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk kebaikan bersama.
Kasus SMAN 72 menjadi pelajaran penting bahwa pembinaan mental dan karakter pelajar harus diperkuat. Pembumian Pancasila adalah upaya strategis agar para pelajar tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berakhlak, serta memiliki daya tahan terhadap ideologi kekerasan. Dari sekolah, dari rumah, dan dari dunia digital—Pancasila harus kembali dihidupkan dalam setiap langkah generasi penerus bangsa.
“Program yang dilaksanakan dari
Kesbangpol Papua Tengah ini sangat bagus sekali. Artinya menimbulkan lagi nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi muda itu sangat penting. Khususnya anak-anak Paski Beraka, karena anak-anak Paski Beraka merupakan agen perubahan di dalam mengajak seluruh elemen merasakan untuk bersama-sama mencegah radikalisme, ekstremisme, dan tersebut,” ujarnya.
“Harapan kami dari Densus 88 kepada adik-adik Paski Beraka ini sangat besar, Bapak. Kami berharap adik-adik Paski Beraka menjadi simbol bagi teman-teman di sebayanya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Papua Tengah,” pungkasnya. (Red)
Berita Daerah
Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”

NABIRE, News. Papuatengah.info– Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah akan menggelar Turnamen Catur (PERCASI) Perdana di Papua Tengah. Panitia melakukan kordinasi rapat dalam mempersiapkan turnamen tersebut di Cafe Ahmad, Kelurahan Giri Mulyo, Nabire, sore tadi. (16/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Catur Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian” ini dijadwalkan berlangsung pada:
Hari / Tanggal : Sabtu, 19 September 2026
Jam : 13.00 WIT – Selesai
Tempat : Cafe Ahmad Amiin Girimulyo (Samping Kanan SD Al-Madinah Girimulyo)
Panitia Penyelenggara, Muh. Rizka Fahrudin dan Dadang Sandiyanto menyampaikan bahwa turnamen ini terbuka untuk umum dan akan mempertandingkan sebanyak 6 babak sistem Swiss.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana catur menjadi media untuk mempersatukan perbedaan dan menguatkan perdamaian di Tanah Papua Tengah,” ujar panitia.
Adapun jadwal kegiatan pada hari H akan dimulai dengan Technical Meeting pada pukul 13.00 – 13.15 WIT, dilanjutkan Babak 1 hingga Babak 6 dari pukul 13.15 sampai 16.15 WIT, dan ditutup dengan pembagian hadiah juara pada pukul 16.15 – 16.20 WIT.
Menariknya, turnamen ini gratis biaya pendaftaran. Pendaftaran dibuka mulai 1 s/d 19 September 2026 langsung di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp. 4.500.000 yang disponsori oleh Pak Tabroni M. Cahya, S.H.
Rincian hadiah:
Juara 1 : Rp. 1.000.000
Juara 2 : Rp. 900.000
Juara 3 : Rp. 800.000
Juara 4 : Rp. 700.000
Juara 5 : Rp. 600.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Turnamen akan dipimpin oleh Wasit Pak Udin.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar, bisa menghubungi kontak panitia:
Pak Udin – 0821-3469-2737
Pak Sures – 0852-3241-0926
Diharapkan melalui momentum Hari Perdamaian Dunia ini, olahraga catur dapat menjadi simbol strategi, kesabaran, dan perdamaian di Provinsi Papua Tengah.(*)
Redaksi Central Media News
Berita Daerah
Kunker Gubernur Meki ke Dogiyai-Deiyai Dipuji MRP, Yehuda Gobai: “Langkah Nyata Majukan SDM”

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi tinggi atas rangkaian kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa di Kabupaten Dogiyai dan Deiyai pada Selasa (8/9/2026). Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyasar sejumlah sektor vital, mulai dari program pendidikan gratis, beasiswa, pemberdayaan pemuda, hingga bantuan pembangunan sarana keagamaan dan sekolah teologi, Rabu (9/9/2026).

Dukungan konkret ini ditegaskan oleh Anggota MRP Papua Tengah Pokja Agama, Yehuda Gobai, Menurutnya, program-program yang diluncurkan Gubernur Meki Nawipa sangat sejalan dengan tugas pokok MRP dalam memberikan perlindungan, pembiayaan, dan keberpihakan kepada masyarakat pribumi.
“Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Meki Nawipa dan Rombongan atas kunjungan kerja di Dogiyai dan Deiyai dengan beberapa program prioritas untuk kemajuan masyarakat. Pemberdayaan pemuda ini sangat penting karena mereka garda terdepan yang berani melayani warga di berbagai situasi lapangan,” ujar Yehuda Gobai.
Lebih lanjut, pihak MRP menekankan pentingnya keberlanjutan program akademis agar anak-anak Papua mampu bersaing di tingkat global.

Yehuda Gobai menambahkan, “Pemerintah perlu menyiapkan pendidikan khusus bagi anak asli Papua yang unggul di bidang matematika, sains, dan teknologi. Kami berharap anak-anak cerdas Papua dipersiapkan menjadi ilmuwan masa depan melalui pendidikan terbaik hingga tingkat internasional, sehingga kelak mereka mampu membawa kemajuan besar bagi Papua Tengah dan Indonesia.”
Melalui sinergi yang makin solid antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan MRP, diharapkan seluruh program prioritas pendidikan dan pemberdayaan ini dapat terealisasi secara merata hingga ke pelosok kampung.
Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal pembentukan pusat-pusat pelatihan khusus sains dan teknologi, sehingga generasi muda Papua Tengah tidak hanya mendapatkan beasiswa, tetapi juga pembinaan berkelanjutan untuk mencetak ilmuwan dan pemimpin masa depan yang berdaya saing internasional. (*)
Berita Deiyai
Gubernur Meki Sambangi Puskesmas Tenedagi Deiyai: “Pelayanan Harus Humanis, Warga Harus Sehat”

DEIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meninjau secara langsung kondisi pelayanan medis dan sarana kesehatan di Puskesmas Tenedagi, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai.
Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman berjalan optimal meski dihadapkan pada tantangan aksesibilitas, Selasa (8/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Meki meninjau area fasilitas medis, memeriksa ketersediaan obat-obatan, serta menyerap langsung aspirasi tenaga kesehatan dan warga setempat.


Di sela-sela peninjauannya, Gubernur Nawipa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia mengapresiasi dedikasi jajaran medis yang tetap bertugas di tengah keterbatasan sarana, sekaligus mengingatkan pentingnya pendekatan yang empati dalam merawat pasien.
“Pelayanan harus humanis, warga harus sehat. Kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat adalah kunci peningkatan kualitas hidup warga Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan dapat terus konsisten memperkuat dukungan anggaran, pemenuhan tenaga medis, serta melengkapi fasilitas dan pasokan obat-obatan di Puskesmas Tenedagi.
Dengan sokongan infrastruktur dan sarana yang semakin memadai, kualitas layanan medis di Distrik Tigi Barat diharapkan kian meningkat sehingga derajat kesehatan masyarakat Deiyai dapat terwujud secara merata. (*)
Berita Deiyai
Gubernur MEPA Serahkan 5 Miliar untuk Paroki Damabagata Deiyai: “Sarana Ibadah Harus Layak”

DEIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyalurkan bantuan dana hibah sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan Gereja Paroki “Kristus Kebangkitan Kita” Damabagata, Dekenat Tigi, Kabupaten Deiyai. Penyerahan bantuan ini dilakukan di sela-sela kunjungan kerja (kunker) Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, ke Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026).
Selain menyerahkan bantuan sarana keagamaan, Gubernur Meki Nawipa juga meninjau langsung kompleks pusat pemerintahan (puspem) Pemkab Deiyai. Dalam agenda tersebut, ia menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, mulai dari mendengarkan keluhan mama-mama pedagang pasar tradisional hingga kelompok petani lokal Deiyai terkait pengembangan ekonomi kerakyatan.

Di sektor pendidikan, Pemprov Papua Tengah juga memberikan apresiasi dan penghargaan khusus kepada siswa-siswi berprestasi di Kabupaten Deiyai untuk mendorong peningkatan mutu kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Penanggung Jawab Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata, Diakon Frans Doo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian pemerintah daerah.

”Kami atas nama Tim Pastoral, Badan Pengurus Dewan Pastoral Paroki, Stase, Kombas, dan seluruh umat Allah Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata Dekenat Tigi Keuskupan Timika mengucapkan berlimpah terima kasih atas kasih dan bantuan dari Gubernur, Wakil Gubernur, serta seluruh pihak yang telah terlibat untuk melancarkan bantuan ini. Semoga segala kasih dan berkat dibalas oleh Allah,” ujar Diakon Frans Doo dalam keterangannya.
Pihak gereja bersama para tokoh masyarakat berharap sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Deiyai terus terjalin secara konsisten. Harapan besar disematkan agar pembangunan infrastruktur publik, pembinaan ekonomi petani dan pedagang lokal, serta peningkatan sarana pendidikan dan keagamaan tetap menjadi prioritas utama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Deiyai. (*)
Berita Deiyai
“Gunakan untuk Hal Positif”, Gubernur MEPA Dorong Kemajuan Pendidikan Deiyai Lewat Apresiasi Siswa Berprestasi

DEIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Sebanyak 18 pelajar dan 2 guru pendamping asal Kabupaten Deiyai menerima bantuan laptop dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Waghete, Bantuan ini diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan kontingen Deiyai meraih predikat Juara Umum pada Festival Cahaya Kreasi Pelajar SMA/SMK se-Papua Tengah 2026 di Nabire.
Penyerahan perangkat digital tersebut bertujuan untuk menunjang sarana belajar siswa dalam mengasah keterampilan di bidang teknologi informasi, Selasa (8/9/2026).


“Gunakan laptop ini untuk hal-hal positif, terutama belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan mengembangkan kemampuan diri,” kata Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat menyerahkan komputer jinjing secara simbolis.
Gubernur Meki Nawipa berharap bantuan sarana digital ini dapat memotivasi para siswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik maupun non-akademik. Ia menginginkan prestasi anak-anak Deiyai menjadi pemicu semangat bagi seluruh pelajar di wilayah Papua Tengah untuk berani bersaing dan berkarya. (*)
-
Berita Nabire6 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Nabire6 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire23 jam agoDisdikbud Papua Tengah Perkuat Kapasitas Guru Mapega di Daerah 3T, Nurhaidah: “Hak Belajar Anak Wajib Terlayani”
-
Berita Nabire5 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire6 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Daerah3 hari agoTurnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
-
Berita Nabire3 hari agoJadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire
-
Berita Nabire3 hari agoKabut Asap Karhutla Memburuk di Nabire, DPC BMP RI Bagikan Masker bagi Pengendara











































