Connect with us

Berita Deiyai

Kesbangpol Papua Tengah Tanamkan Nilai Pancasila untuk Perkuat Karakter Pemuda

Published

on

Ka Kesbangpol “Pancasila  Kompas Moral  Pegangan Generasi Muda Hadapi Tantangan Zaman”


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS –  Upaya memperkuat karakter kebangsaan di kalangan pemuda terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Salah satunya melalui kegiatan Pembumian Nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Muda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah di Hotel JDF Nabire, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii, S.E., M.Si di ikuti sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari Paskibraka aktif dan Purna Paskibraka dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari proses pembinaan generasi muda yang diharapkan dapat menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Pancasila merupakan kompas moral yang harus menjadi pegangan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Teknologi berkembang pesat, informasi datang tanpa batas, tetapi nilai Pancasila adalah pondasi yang membuat kita tetap kokoh sebagai bangsa,” tegasnya.

Ia menegaskan, peran generasi muda—khususnya Paskibraka—sangat vital sebagai wajah dan representasi nasionalisme di daerah.

“Adik-adik bukan sekadar pengibar bendera pada upacara 17 Agustus. Kalian adalah Duta Pancasila yang memiliki tugas memberikan teladan di sekolah, kampung, hingga ruang digital,” kata Albertus.

Menurutnya, pembumian Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam laku kehidupan, bukan hanya dalam hafalan atau seremonial semata.

“Nilai ketuhanan mengajarkan moralitas dan toleransi. Nilai kemanusiaan menumbuhkan empati dan saling menghargai. Nilai persatuan menjaga kedamaian. Nilai kerakyatan memandu kita menyelesaikan persoalan lewat musyawarah. Dan nilai keadilan mendorong kita berkarya tanpa membedakan siapa pun,” urainya.

Narasumber Profesional Hadir Beri Penguatan Ideologi

Pelaksanaan kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari lembaga strategis nasional seperti:

Advertisement

▪ Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri Wilayah Papua Rizki Hari F.P., S.H.,
▪ Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar
▪ Perwakilan Purna Paskibraka Provinsi Papua Tengah Supami

Keikutsertaan narasumber tersebut diharapkan memberi pemahaman menyeluruh mengenai ancaman ideologi yang mengganggu persatuan nasional, seperti intoleransi, radikalisme, dan disinformasi.

Ketua Panitia, Maikel Gobay, S.E., M.A.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah solusi menghadapi tantangan sosial di era digital.

“Pemuda menjadi target utama provokasi dan informasi sesat. Karena itu, karakter dan daya nila bangsa harus diperkuat. Mereka harus bisa memilah informasi dan berdiri kokoh pada jati diri sebagai Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Maikel menegaskan bahwa Paskibraka dipilih untuk menjadi peserta karena mereka adalah sosok yang sudah memiliki dasar kedisiplinan dan jiwa nasionalisme yang kuat.

Dukung Perdamaian dan Persatuan di Papua Tengah

Albertus menegaskan, Papua Tengah adalah rumah bersama bagi siapa saja tanpa memandang suku, agama, budaya, maupun asal-usul.

“Generasi muda harus menjadi benteng kebhinekaan. Kita harus saling menjaga dan membangun Papua Tengah sebagai tanah yang aman, damai, dan bersatu,” pesannya.

Acara kemudian resmi dibuka oleh Kepala Kesbangpol dengan seruan tiga kali Salam Pancasila yang disambut penuh semangat oleh seluruh peserta.

Advertisement

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi, sesi dialog, serta pembekalan praktik pembumian nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat.

Harapan Pemerintah untuk Generasi Muda Papua Tengah

Pemerintah berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebatas pertemuan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata pemuda dalam:

– Menjaga harmoni dalam keberagaman
– Menyaring dan melawan berita bohong (hoaks)
– Membangun semangat gotong royong
– Menghindari perilaku intoleran
– Menjadi pelopor prestasi dan kedisiplinan

“Jadilah generasi yang tidak hanya bangga memakai atribut Merah Putih, tetapi juga menghidupkan semangat Merah Putih dalam tindakan,” tutup Albertus.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan menyanyikan yel-yel Pancasila yang menggema memenuhi ruangan acara. (Red)

Generasi Muda Papua Tengah Didorong Menjadi Penggerak Pembumian Nilai Pancasila

Sementara itu dalam pemaparan materinya, Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar mengatakan,
Pancasila bukan hanya sekadar ideologi negara, melainkan nilai hidup yang harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus perubahan zaman dan kemajuan teknologi saat ini. Generasi muda, khususnya di Provinsi Papua Tengah, dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai persatuan, menjaga keamanan daerah, serta mendorong pembangunan kemandirian di berbagai sektor.

Menurutnya, Pembumian Pancasila dimaknai sebagai upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila benar-benar mengakar dalam perilaku, bukan hanya sekadar hafalan atau seremonial semata. Konsep ini menekankan pemahaman yang tepat, penghayatan moral, penerapan dalam tindakan nyata, serta kemampuan menyesuaikan nilai-nilai tersebut dengan tantangan kekinian, termasuk dalam ruang digital dan dinamika sosial masyarakat Papua Tengah.

Advertisement

Setiap sila Pancasila memiliki makna dan pesan moral bagi generasi muda. Mulai dari menjaga toleransi antarumat beragama, menolak tindakan perundungan, hingga menghormati keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan di Papua Tengah. Para pemuda juga diharapkan mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah serta menjunjung keadilan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Pemuda Papua Tengah diharapkan tampil sebagai agen persatuan, garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial dan mencegah potensi konflik horizontal. Mereka juga menjadi bagian penting dalam penguatan nilai bela negara, yang tidak semata terkait aspek fisik, melainkan tercermin melalui kepatuhan terhadap hukum, sikap kritis terhadap informasi, keberanian melawan hoaks, serta kepedulian pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain itu, pemuda menjadi kunci dalam menggerakkan pembangunan sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, pendidikan komunitas, serta pelestarian budaya lokal. Keteladanan dalam penggunaan media sosial juga menjadi sorotan penting, dengan harapan generasi muda mampu menyebarkan konten positif, merawat rasa kebangsaan, dan menolak ujaran kebencian yang dapat memecah belah.

Meski demikian, berbagai tantangan turut menghadang, seperti derasnya penyebaran informasi palsu, konflik identitas, pengaruh budaya negatif, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Nilai-nilai Pancasila hadir sebagai solusi untuk memperkuat semangat persaudaraan, etika sosial, dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa.

Strategi pembumian Pancasila di Papua Tengah terus diperkuat melalui berbagai langkah, antara lain pendidikan karakter berbasis budaya lokal, pelatihan kader bela negara, gerakan media sosial yang mempromosikan konten edukatif, serta pemberdayaan pemuda dalam kepemimpinan dan wirausaha kreatif.

Pada akhirnya, pembumian Pancasila merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Namun, generasi muda menjadi faktor paling menentukan dalam menjaga masa depan Indonesia, termasuk Papua Tengah. Dengan memegang teguh nilai Pancasila, pemuda Papua Tengah diyakini mampu menjadi penjaga persatuan, pelopor pembangunan daerah, penggerak perdamaian, serta kader bela negara yang berintegritas.

Paparan Nilai-Nilai Pancasila dan Implementasinya bagi Generasi Muda Papua Tengah

Lebih lanjut dipaparkan Samuel Sauwyar, dalam pembumian Pancasila, setiap sila mengandung pesan moral yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan.

Advertisement

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama mengajarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan dan kebebasan beragama. Generasi muda Papua Tengah diharapkan mampu memelihara toleransi antarumat beragama.
Di era digital, hal ini diwujudkan dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis agama, saling menghormati kegiatan ibadah, dan menciptakan ruang media sosial yang damai dan saling mendukung. Toleransi menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat yang majemuk.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila ini menegaskan pentingnya menghormati martabat setiap manusia tanpa kecuali.
Anak muda diajak menolak segala bentuk diskriminasi, bullying, dan kekerasan baik di sekolah maupun di ruang publik lainnya. Empati dan kepedulian harus tumbuh dalam tindakan nyata seperti saling menolong tanpa memandang latar belakang suku, warna kulit, atau budaya. Inilah sikap beradab yang mencerminkan nilai kemanusiaan sejati.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Papua Tengah adalah bagian penting dari Indonesia, rumah besar yang beragam namun tetap satu.
Pemuda harus menjadi garda persatuan, menjaga kerukunan antar suku dan kelompok masyarakat, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Dengan mencintai budaya lokal serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, maka persatuan bukan hanya slogan, tetapi menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Demokrasi Indonesia menempatkan musyawarah sebagai jalan penyelesaian masalah.
Pemuda didorong untuk berani mengemukakan pendapat dengan sopan, menghargai pandangan orang lain, serta mengutamakan dialog ketika terjadi perbedaan.
Keterlibatan aktif dalam organisasi pemuda juga menjadi sarana melatih kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan yang adil bagi kepentingan bersama.

Advertisement

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila terakhir menegaskan bahwa kesejahteraan harus dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Generasi muda harus menumbuhkan sikap sportivitas, menolak ketidakadilan, dan mendukung usaha-usaha ekonomi yang memberdayakan masyarakat lokal seperti UMKM dan ekonomi kreatif.
Semangat membantu sesama tanpa memandang golongan adalah perwujudan nyata keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam berbagai situasi — baik dalam pergaulan, dunia pendidikan, hingga penggunaan media sosial — generasi muda Papua Tengah dapat menjadi penjaga kerukunan, pendorong kemajuan daerah, penggerak perubahan yang bermoral, kader bela negara yang berkarakter Pancasila,” pungkas Sauwyar.

Kasus SMAN 72 Jakarta Jadi Cermin Pentingnya Pembumian Pancasila di Era Digital

Sementara itu Rizky Hari F.P. , S.H.
Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri wilayah Papua, dalam paparannya menyampaikan terkait dengan aksi terorisme Internasional, Nasional hingga Papua.
Bahwa terorisme yang terjadi merupakan rangkaian kelompok tingkat internasional seperti Alqaidah dan ISIS dan semua terorisme yang terjadi di Indonesia seperti Bom Bali terkait dengan terorisme tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rizky menerangkan sejumlah kasus ektremisme yang terjadi dan
Kejadian yang baru-baru ini terjadi di SMAN 72 Jakarta membuka mata seluruh pihak bahwa upaya mencegah dan menangani kompleksitas ekstremisme kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ketika seorang siswa menjadi korban perundungan (bullying), dampak psikologisnya dapat mengarah pada tindakan tak terduga dan tidak rasional. Sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk tumbuh dan membentuk karakter positif, justru berpotensi meninggalkan trauma mendalam bagi peserta didik.

Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi, ancaman kekerasan dan radikalisasi tidak lagi terlihat jelas. Anak-anak bisa terjerumus dalam kekerasan digital yang tak kasatmata. Transformasi radikalisme kini tidak membutuhkan proses panjang; cukup melalui algoritma dan ruang digital yang memperkuat kebencian, seorang remaja bisa masuk dalam lingkaran ekstremisme. Fenomena echo chamber yang menyempitkan cara pandang menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang masih dalam proses pencarian jati diri.

Densus 88 AT Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ruang digital agar tidak menjadi sarang penyebaran paham kekerasan, terlebih yang menyasar anak-anak.

Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya pembumian dan pemahaman Pancasila secara nyata di kalangan generasi muda. Nilai gotong royong, kemanusiaan, dan persatuan harus hadir bukan hanya dalam hafalan, tetapi dalam tindakan, terutama dalam interaksi di ruang digital. Pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran wajib—melainkan tameng ideologis yang melindungi anak bangsa dari paparan ekstremisme dan budaya kekerasan.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bergandengan tangan menanamkan karakter yang berlandaskan Pancasila: menghormati keberagaman, mengutamakan dialog, dan menjunjung kemanusiaan. Dengan itu, generasi muda tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk kebaikan bersama.

Advertisement

Kasus SMAN 72 menjadi pelajaran penting bahwa pembinaan mental dan karakter pelajar harus diperkuat. Pembumian Pancasila adalah upaya strategis agar para pelajar tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berakhlak, serta memiliki daya tahan terhadap ideologi kekerasan. Dari sekolah, dari rumah, dan dari dunia digital—Pancasila harus kembali dihidupkan dalam setiap langkah generasi penerus bangsa.

“Program yang dilaksanakan dari
Kesbangpol Papua Tengah ini sangat bagus sekali. Artinya menimbulkan lagi nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi muda itu sangat penting. Khususnya anak-anak Paski Beraka, karena anak-anak Paski Beraka merupakan agen perubahan di dalam mengajak seluruh elemen merasakan untuk bersama-sama mencegah radikalisme, ekstremisme, dan tersebut,” ujarnya.
“Harapan kami dari Densus 88 kepada adik-adik Paski Beraka ini sangat besar, Bapak. Kami berharap adik-adik Paski Beraka menjadi simbol bagi teman-teman di sebayanya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Papua Tengah,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Sekda Buka Seminar SSH Secara Resmi

Published

on

Gubernur Meki : “SSH, Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua Tengah “

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, diwakili Sekda dr.Silwanus Sumule secara resmi membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi program SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berintegritas.
Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Nurhalida, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh dipahami hanya sebagai penambahan jam belajar bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan SSH harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada siswa.
“SSH harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang menerapkan program ini harus menjadi contoh dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Gubernur.


Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Karena itu, implementasinya harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik melalui sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan mutu pembelajaran, Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mematuhi ketentuan dalam Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT mengenai pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program Sekolah Sepanjang Hari di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Saya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD. Dinas Pendidikan di setiap kabupaten juga harus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif di setiap sekolah,” ujarnya.
Gubernur Meki juga menegaskan bahwa keberhasilan Program SSH membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Dinas PUPR mendukung pembangunan dan renovasi gedung sekolah, penyediaan sanitasi yang layak, akses air bersih, hingga perlindungan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan tersedianya akses internet yang andal sebagai penunjang proses pembelajaran digital, sedangkan PT PLN diharapkan memprioritaskan penyediaan listrik dan penerangan bagi sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, khususnya di Kabupaten Nabire. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau wilayah Topo, Siriwo, dan daerah-daerah pedalaman lainnya.
“Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita bersama. Setiap anak Papua Tengah, di mana pun berada, harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah di wilayah pedalaman masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Selain itu, para kepala sekolah dan guru diminta mampu mengelola kegiatan akademik secara seimbang dengan pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, serta kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda.
Ia berharap Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari dapat menghasilkan langkah-langkah operasional yang konkret, sistem evaluasi yang efektif, serta memperkuat sinergi seluruh pihak agar program SSH benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (red)

Continue Reading

Berita Daerah

Bupati Deiyai Serahkan Penghargaan kepada Personel Polres pada HUT Bhayangkara ke-80

Published

on

DEIYAI, enagoNews – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending