Berita Dogiyai
Pacu Kapasitas Nakes, Dinkes Papua Tengah Genjot Pengendalian Penyakit Menular dari Puskesmas
Dogiyai, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar On the Job Training (OJT) bagi Penanggung Jawab Program di Puskesmas se-Kabupaten Dogiyai pada 16–17 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendukung visi dan misi Gubernur Papua Tengah di bidang kesehatan, khususnya melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas, Rabu (16/9/2026).
OJT tersebut mencakup sejumlah program penyakit menular, yakni HIV/AIDS, Tuberkulosis (TB), Malaria, Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Para Penanggung Jawab Program dari Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat mendapatkan penguatan pengetahuan sekaligus praktik teknis melalui pendekatan on the job training. Materi yang diberikan diarahkan agar dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan program di wilayah kerja masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan mendapat arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, serta melibatkan Isak Waine, S.KM., M.Kes., selaku Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah. Kegiatan tersebut juga didampingi Yanuarius Goo, S.Kep., Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, serta Oktopianus Kedeikoto, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular.
Pelaksanaan OJT diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam penemuan kasus, pencatatan dan pelaporan, penanganan serta tindak lanjut pasien, pemantauan program, serta pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyakit menular.


Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari keikutsertaan peserta, tetapi juga dari penerapan hasil pelatihan di tempat kerja. Sejumlah indikator yang menjadi perhatian antara lain 100 persen petugas yang ditetapkan mengikuti OJT, peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, serta minimal 80 persen peserta mencapai nilai kompetensi yang ditetapkan.
Selain itu, minimal 90 persen pencatatan dan pelaporan program ditargetkan dilakukan secara lengkap dan tepat waktu. Kasus yang ditemukan juga diharapkan dapat dicatat, dilaporkan, dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Setiap Puskesmas peserta juga memiliki rencana tindak lanjut pasca-OJT serta dilakukan monitoring untuk melihat penerapan kompetensi petugas di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berharap kualitas pelaksanaan program penyakit menular di Kabupaten Dogiyai semakin meningkat. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, dan Puskesmas dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin kuat, terintegrasi, dan mampu menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Dogiyai. (*)
Berita Daerah
Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
NABIRE, News. Papuatengah.info – Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah akan menggelar Turnamen Catur (PERCASI) Perdana di Papua Tengah. Panitia melakukan kordinasi rapat dalam mempersiapkan turnamen tersebut di Cafe Ahmad, Kelurahan Giri Mulyo, Nabire, sore tadi. (16/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Catur Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian” ini dijadwalkan berlangsung pada:
Hari / Tanggal : Sabtu, 19 September 2026
Jam : 13.00 WIT – Selesai
Tempat : Cafe Ahmad Amiin Girimulyo (Samping Kanan SD Al-Madinah Girimulyo)
Panitia Penyelenggara, Muh. Rizka Fahrudin dan Dadang Sandiyanto menyampaikan bahwa turnamen ini terbuka untuk umum dan akan mempertandingkan sebanyak 6 babak sistem Swiss.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana catur menjadi media untuk mempersatukan perbedaan dan menguatkan perdamaian di Tanah Papua Tengah,” ujar panitia.
Adapun jadwal kegiatan pada hari H akan dimulai dengan Technical Meeting pada pukul 13.00 – 13.15 WIT, dilanjutkan Babak 1 hingga Babak 6 dari pukul 13.15 sampai 16.15 WIT, dan ditutup dengan pembagian hadiah juara pada pukul 16.15 – 16.20 WIT.
Menariknya, turnamen ini gratis biaya pendaftaran. Pendaftaran dibuka mulai 1 s/d 19 September 2026 langsung di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp. 4.500.000 yang disponsori oleh Pak Tabroni M. Cahya, S.H.
Rincian hadiah:
Juara 1 : Rp. 1.000.000
Juara 2 : Rp. 900.000
Juara 3 : Rp. 800.000
Juara 4 : Rp. 700.000
Juara 5 : Rp. 600.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Turnamen akan dipimpin oleh Wasit Pak Udin.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar, bisa menghubungi kontak panitia:
Pak Udin – 0821-3469-2737
Pak Sures – 0852-3241-0926
Diharapkan melalui momentum Hari Perdamaian Dunia ini, olahraga catur dapat menjadi simbol strategi, kesabaran, dan perdamaian di Provinsi Papua Tengah.(*)
Redaksi Central Media News
Berita Daerah
Kunker Gubernur Meki ke Dogiyai-Deiyai Dipuji MRP, Yehuda Gobai: “Langkah Nyata Majukan SDM”
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi tinggi atas rangkaian kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa di Kabupaten Dogiyai dan Deiyai pada Selasa (8/9/2026). Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyasar sejumlah sektor vital, mulai dari program pendidikan gratis, beasiswa, pemberdayaan pemuda, hingga bantuan pembangunan sarana keagamaan dan sekolah teologi, Rabu (9/9/2026).

Dukungan konkret ini ditegaskan oleh Anggota MRP Papua Tengah Pokja Agama, Yehuda Gobai, Menurutnya, program-program yang diluncurkan Gubernur Meki Nawipa sangat sejalan dengan tugas pokok MRP dalam memberikan perlindungan, pembiayaan, dan keberpihakan kepada masyarakat pribumi.
“Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Meki Nawipa dan Rombongan atas kunjungan kerja di Dogiyai dan Deiyai dengan beberapa program prioritas untuk kemajuan masyarakat. Pemberdayaan pemuda ini sangat penting karena mereka garda terdepan yang berani melayani warga di berbagai situasi lapangan,” ujar Yehuda Gobai.
Lebih lanjut, pihak MRP menekankan pentingnya keberlanjutan program akademis agar anak-anak Papua mampu bersaing di tingkat global.

Yehuda Gobai menambahkan, “Pemerintah perlu menyiapkan pendidikan khusus bagi anak asli Papua yang unggul di bidang matematika, sains, dan teknologi. Kami berharap anak-anak cerdas Papua dipersiapkan menjadi ilmuwan masa depan melalui pendidikan terbaik hingga tingkat internasional, sehingga kelak mereka mampu membawa kemajuan besar bagi Papua Tengah dan Indonesia.”
Melalui sinergi yang makin solid antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan MRP, diharapkan seluruh program prioritas pendidikan dan pemberdayaan ini dapat terealisasi secara merata hingga ke pelosok kampung.
Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal pembentukan pusat-pusat pelatihan khusus sains dan teknologi, sehingga generasi muda Papua Tengah tidak hanya mendapatkan beasiswa, tetapi juga pembinaan berkelanjutan untuk mencetak ilmuwan dan pemimpin masa depan yang berdaya saing internasional. (*)
Berita Dogiyai
Di Tengah Keterbatasan, Bupati Yudas Desak Pemprov Wujudkan Dogiyai Jadi Lumbung Pangan Papua Tengah
DOGIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Kabupaten Dogiyai menegaskan kesiapannya untuk menjadi lumbung dan penyangga pangan lokal di Provinsi Papua Tengah melalui optimalisasi sektor pertanian hortikultura, perkebunan kopi, hingga budidaya tanaman hias. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta masyarakat di Aula Kingmi Digikotu Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026).
Letak wilayah yang strategis di jalur lintas ekonomi penghubung antar-kabupaten menjadi modal utama Pemkab Dogiyai. Guna mengikis keterisolasian wilayah, pemerintah daerah terus mengalokasikan anggaran untuk membuka akses jalan, hingga kini 7 dari 10 distrik telah berhasil terhubung.
Kendati memiliki potensi komoditas unggulan yang besar, Dogiyai masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan infrastruktur dasar yang memicu berbagai tantangan pelayanan publik. Pada sektor kesehatan, operasional 15 Puskesmas perawatan dan satu RSUD di Dogiyai masih kekurangan tenaga dokter umum maupun spesialis.


Sementara di bidang pendidikan, daerah ini mengalami krisis tenaga pengajar untuk mengisi 66 SD, 14 SMP, dan 4 SMA/SMK yang tersebar di wilayahnya.
Selain itu, keterbatasan lapangan kerja bagi kelompok usia produktif turut memicu potensi konflik sosial yang kerap mengganggu stabilitas perekonomian serta jalannya roda pemerintahan daerah.
Menghadapi berbagai keterbatasan tersebut, Pemkab Dogiyai mendorong adanya sinergi dan intervensi program yang nyata dari pemerintah provinsi demi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kabupaten Dogiyai adalah rumah atau honai pertama bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, sehingga dukungan dan perhatian yang tulus melalui kebijakan program dari Pemda Provinsi sangat kami harapkan,” ujar Yudas Tebai.
Ia menambahkan, “Melalui momen kunjungan kerja ini, kami berharap ruas jalan yang berstatus jalan provinsi dapat menjadi perhatian sehingga mempermudah akses perekonomian masyarakat serta pelayanan pemerintahan yang lebih maksimal.”
Lewat komitmen bersama dan perhatian penuh pada sektor prioritas, Dogiyai diharapkan mampu lepas dari keterisolasian dan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Papua Tengah. (*)
Berita Dogiyai
Melalui Kopi Moanemani, Gubernur MEPA Tegaskan Perputaran Ekonomi Harus Kembali ke Masyarakat
DOGIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, memaparkan strategi penguatan ekonomi kerakyatan dan pembenahan birokrasi di Aula KINGMI Digikotu Moanemani, Usai meresmikan Asrama Putra STA Bomomani, Gubernur Meki menekankan bahwa kehadiran Provinsi Papua Tengah harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga pedalaman melalui optimalisasi komoditas lokal dan penyerapan tenaga kerja.

Gubernur Meki mengarahkan agar rantai pendapatan daerah dikelola secara mandiri agar nilainya tidak mengalir ke luar wilayah. Melalui penguatan komoditas Kopi Moanemani, Gubernur Nawipa menegaskan bahwa perputaran ekonomi harus kembali ke masyarakat, Senin (7/9/2026).
“Petani memanen dan menjual kopi ke koperasi, lalu koperasi memasarkannya. Kita bangun sistem yang sehat dari hilir ke hulu agar nilai tambah dan keuntungan ekonomi dinikmati langsung oleh warga Dogiyai,” tegas Meki Nawipa.

Lewat tatap muka ini, Kabupaten Dogiyai diharapkan makin mandiri, aman, dan berdaya secara ekonomi tanpa kehilangan akar budayanya.
Seluruh jajaran ASN, unsur Forkopimda, serta masyarakat diimbau untuk terus merawat persatuan, menjaga kondusivitas wilayah, dan bersama-sama mengawal pembangunan demi kemajuan Tanah Papua Tengah. (*)
Berita Dogiyai
Kunker Perdana di Dogiyai, Gubernur Meki Tekankan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Sektor Pendidikan Dimulai dari Mapia
DOGIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa memulai rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Dogiyai yang diawali dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung dan asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi serta peresmian Sekolah Teologia Atas (STA) Bomomani di Distrik Mapia, Senin (7/9/2026).
Acara yang terpusat di Kampung Omakapau Diyoudimi, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai ini menjadi awal dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk membangun fasilitas pendidikan secara menyeluruh di wilayah pegunungan, sebelum kunker berlanjut ke Kabupaten Deiyai dan daerah sekitarnya.

Prosesi peletakan batu pertama tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Dogiyai Yudas Tebai bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Gubernur Meki menegaskan bahwa dinamika politik pemilihan kepala daerah telah usai dan kini saatnya seluruh elemen berkolaborasi memajukan daerah, dimulai dari perbaikan sarana pendidikan, infrastruktur jalan, fasilitas umum, hingga percepatan penyediaan aliran listrik.
”Atas dukungan suara masyarakat, saya tidak membagikan uang, melainkan membalasnya dengan pembangunan. Kita akan membangun jalan, sekolah, serta pasar agar perekonomian warga hidup,” ujar Gubernur Nawipa.


Gubernur Meki turut mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh jalannya proyek pembangunan dan menghentikan aksi pemalangan lahan yang selama ini menjadi penghambat kemajuan daerah.
Lewat sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadirkan infrastruktur dasar, kunjungan kerja ini diharapkan menjadi titik balik terciptanya peradaban pendidikan yang mapan, aman, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Dogiyai. (*)
-
Berita Nabire5 hari agoSebulan Dialog Konflik Intan Jaya Buntu, Jozan Sani Ancam Bakar Gedung DPR dan Kantor Gubernur Papua Tengah
-
Berita Nabire5 hari agoPemprov Papua Tengah Luruskan Isu Relokasi PKL Nabire, Dorong Kolaborasi Lintas Pemerintah
-
Berita Nabire4 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Nabire4 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire3 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire4 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Paniai6 hari agoWagub Deinas Geley Minta Kepala Kampung Jaga Kondusivitas Pembangunan di Paniai
-
Berita Nabire1 hari agoJadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire




