Berita Daerah
Pendangkalan Sungai Mimika, : DPRPT Desak Normalisasi Jalur Transportasi, Pengelolaan Tailing, dan Keadilan bagi Masyarakat Adat
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – – Pendangkalan sungai di Kabupaten Mimika telah menjadi persoalan serius yang mengancam transportasi, aktivitas ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir, khususnya suku Kamoro, kini mengalami perubahan akibat akumulasi sedimen tailing dari aktivitas pertambangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Kabupaten Mimika memiliki sedikitnya 13 sungai dan kanal yang membentang di wilayah seluas lebih dari 27.000 kilometer persegi. Bagi masyarakat setempat, sungai bukan sekadar bentang alam, melainkan jalur transportasi utama, sumber mata pencaharian, dan penyangga ekosistem pesisir. Ketika sungai mengalami pendangkalan, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang menggantungkan hidup pada alur sungai tersebut.
Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) mendsak Normalisasi Jalur Transportasi, Pengelolaan Tailing, dan Keadilan bagi Masyarakat Adat.
Seperti yang dijelaskan Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) John NR.Gobai
Operasi Pertambangan dan Pengelolaan Tailing
Sebagai lokasi operasi PT Freeport Indonesia (PTFI), Mimika menjadi bagian dari salah satu kawasan pertambangan tembaga dan emas terbesar di dunia. Dalam sistem yang telah disetujui Pemerintah Indonesia sejak awal operasi, material sisa pengolahan bijih tambang atau tailing dialirkan melalui sistem sungai menuju kawasan pengendapan buatan yang dikenal sebagai Modified Ajkwa Deposition Area (ModADA).

Wakil Ketua IV DPRPT John NR.Gobai saat Rapat dengan Komisi IV DPR RI
Material tersebut mengalir dari Sungai Aghawagon menuju Sungai Otomona sebelum akhirnya mengendap di kawasan ModADA yang memiliki luas sekitar 230 kilometer persegi. Untuk membatasi penyebaran tailing, PTFI membangun tanggul sepanjang sekitar 54 kilometer di sisi timur dan 52 kilometer di sisi barat.
Namun dalam praktiknya, sebagian sedimen halus tetap terbawa menuju muara dan kawasan pesisir sehingga memicu pendangkalan sungai, mengganggu ekosistem mangrove, serta menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas lingkungan.
Transportasi Sungai Semakin Sulit
Masyarakat Kamoro mengenal filosofi hidup “Tiga S”, yakni Sagu, Sampan, dan Sungai. Filosofi tersebut menggambarkan betapa pentingnya sungai dalam kehidupan sehari-hari.
Kini banyak jalur sungai yang sebelumnya dapat dilalui sampan telah menjadi dangkal, terutama saat air surut. Akibatnya perjalanan menjadi lebih lama, biaya transportasi meningkat, dan mobilitas masyarakat semakin terbatas.
Pendangkalan juga berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan dan kesehatan, hingga aktivitas nelayan yang harus melewati muara menuju laut. Kondisi ini secara langsung memengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Menagih Konsistensi Kesepakatan dengan Masyarakat Adat
Selain persoalan lingkungan, terdapat pula aspek komitmen perusahaan terhadap masyarakat adat yang perlu menjadi perhatian.
Pada 13 November 2023, PT Freeport Indonesia menandatangani kesepakatan bersama sejumlah pihak di DPD RI. Saya sendiri termasuk salah satu penandatangan kesepakatan tersebut.
Sebelumnya, pada tahun 2000, Freeport juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Lemasa dan Lemasko. Salah satu substansi penting dalam kesepakatan itu adalah pemanfaatan sumber daya alam di wilayah operasi Freeport oleh masyarakat adat.
Belakangan ini Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia terlihat semakin intens melakukan pertemuan dan menandatangani berbagai nota kesepahaman baru mengenai pengelolaan sumber daya. Yang perlu dipastikan adalah bagaimana implementasi dari berbagai kesepakatan tersebut.
Pertanyaan yang muncul ialah apakah MoU baru antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia memiliki klausul yang menggantikan atau membatalkan MoU tahun 2000 bersama masyarakat adat, ataukah merupakan kesepakatan baru yang berdiri sendiri. Perlu diingat pula bahwa pada tahun 2012 juga pernah ditandatangani MoU antara Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua, dan PT Freeport Indonesia.
Saya berharap PT Freeport Indonesia tetap konsisten menghormati dan melaksanakan seluruh komitmen yang telah disepakati bersama masyarakat adat melalui MoU tahun 2000.
Normalisasi Sungai Menjadi Kebutuhan Mendesak
Salah satu langkah yang mendesak dilakukan adalah normalisasi sungai melalui pengerukan (dredging). Upaya ini bertujuan mengangkat endapan sedimen sehingga kedalaman alur sungai kembali normal dan dapat dilalui transportasi air.
Pengerukan tidak cukup dilakukan sekali, melainkan harus menjadi program pemeliharaan berkala karena sedimentasi akan terus terjadi selama aktivitas pertambangan berlangsung.
Prioritas utama adalah normalisasi muara sungai di kawasan depan Pulau Tiga sehingga kapal perintis dapat kembali masuk menuju Dermaga Sipu-Sipu di Distrik Jita. Kelancaran jalur pelayaran tersebut akan membuka kembali akses transportasi masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik.
Pengelolaan Tailing Harus Lebih Efektif
Di sisi lain, pengelolaan tailing juga perlu terus diperbaiki. Dalam roadmap pengelolaan lingkungan, PTFI telah melakukan berbagai langkah seperti memperkuat tanggul ModADA, membangun struktur estuari menggunakan bambu dan geotube untuk menahan sedimen, serta meningkatkan kapasitas kawasan pengendapan.
Program reklamasi dan konservasi Sungai Otomona maupun Sungai Ajkwa juga harus terus dilaksanakan sesuai ketentuan perizinan agar dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.
Meskipun sejumlah audit lingkungan menunjukkan adanya kemajuan, tantangan masih tetap besar terutama ketika musim hujan menyebabkan debit sungai meningkat dan membawa sedimen ke kawasan pesisir.
Tailing Dapat Menjadi Sumber Ekonomi Baru
Selain sebagai limbah, material tailing sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi setelah melalui kajian teknis dan lingkungan yang memadai.
Pasir sisa tambang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, material reklamasi, maupun media tanam tertentu. Pemanfaatan ini tidak hanya mengurangi volume sedimen yang masuk ke sungai, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.
Saya berpandangan bahwa kesempatan pemanfaatan tailing tersebut harus diberikan terutama kepada pengusaha Orang Asli Mimika sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Di sisi lain, ribuan pendulang tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari tailing perlu memperoleh pembinaan yang lebih baik. PT Freeport Indonesia dapat membangun sistem pembinaan, sementara hasil pendulangan masyarakat dibeli melalui koperasi yang dikelola secara profesional sehingga memberikan kepastian usaha bagi para pendulang.
Agenda Pembangunan yang Perlu Menjadi Prioritas
Selain normalisasi sungai, terdapat sejumlah agenda strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, antara lain:
- Pengerukan muara sungai agar kapal perintis dapat kembali beroperasi menuju Dermaga Sipu-Sipu di Distrik Jita.
- Penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah timur Mimika.
- Pemanfaatan tailing sebagai material pembangunan jalan menuju Distrik Jita dan Agimuga.
- Pemberian kesempatan usaha kepada pengusaha Orang Asli Mimika dalam pemanfaatan material tailing.
- Pembinaan pendulang tradisional oleh PT Freeport Indonesia dengan sistem pembelian hasil melalui koperasi.
- Pembangunan smelter di Kabupaten Mimika sebagai bagian dari hilirisasi industri pertambangan.
Sinergi Menjadi Kunci Penyelesaian
Persoalan pendangkalan sungai di Mimika tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, lembaga pengawas lingkungan, dan masyarakat adat Amungme, Kamoro, serta Sempan sebagai pemilik hak ulayat dan pemangku kepentingan utama.
Normalisasi sungai, pengelolaan tailing yang lebih baik, pemanfaatan material sisa tambang untuk kepentingan ekonomi masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang transparan harus berjalan secara bersamaan.
Sungai di Mimika bukan sekadar jalur transportasi. Sungai adalah nadi kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, menjaga fungsi sungai berarti menjaga masa depan ekonomi, lingkungan, dan keadilan bagi masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengan sungai sejak turun-temurun. (Red)
Berita Daerah
Turnamen Catur Memperingati Hari Perdamaian Dunia Sukses Digelar di Nabire Papua Tengah

NABIRE, News. papuatengah.info – Turnamen Catur dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia sukses digelar, Sabtu (19/9/2026) di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo, Nabire, Papua Tengah.



Even perdana yang mengusung jargon “Catur Mempersatukan dan Mengutakan Perdamaian” ini diselenggarakan oleh Percasi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah dan diikuti sebanyak 42 peserta dari berbagai daerah di Papua Tengah.
Turnamen yang direncanakan mulai pukul 13.00 WIT dengan Technical Meeting ini, secara resmi dibuka sekitar pukul 15.15 WIT oleh YOMI WANIMBO, Wakil Ketua II KONI Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Yomi Wanimbo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen catur perdana ini. Menurutnya, catur bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga media untuk membangun perdamaian, sportivitas dan persatuan.
Turnamen mempertandingkan 6 babak dengan sistem Swiss. Seluruh hadiah disponsori oleh Tabroni M. Cahya, S.H. dengan total hadiah sebesar Rp 4.500.000 dan pendaftaran peserta digratiskan.
Setelah melalui persaingan sengit dan ketat di atas 64 petak, keluar sebagai juara:
DAFTAR JUARA:
Juara 1: Basir – Rp 1.000.000
Juara 2: Ermin – Rp 900.000
Juara 3: Aris – Rp 800.000
Juara 4: Marlon – Rp 700.000
Juara 5: Hanafi – Rp 600.000
Juara 6: Haji Anto – Rp 500.000
Basir tampil dominan dan keluar sebagai juara umum. Sementara perebutan juara 2 hingga 5 berlangsung sangat ketat dengan poin yang sama dan harus ditentukan melalui sistem perhitungan Buchholz.


Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya kepada sponsor, KONI Papua Tengah dan seluruh peserta. Diharapkan turnamen ini menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi wadah pembinaan atlet catur di Papua Tengah menuju eventyang lebih besar” Prapon/Kejurda” memepersiapkan altet catur menuju PON 2028.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah yang diserahkan langsung oleh Arfa Hamzah mewakili sponsor, selanjutnya dilakukan foto bersama di depan spanduk Turnamen Catur Provinsi Papua Tengah. (*)
Redakasi
Berita Daerah
Korwil LMA Papua Tengah Salurkan Baksos, Yona Kogoya Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Koordinator Wilayah Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah, Yona Kogoya, menyalurkan bantuan sosial (baksos) berupa sembako sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dan mendorong partisipasi aktif warga dalam mengawal percepatan pembangunan di provinsi baru tersebut. Yona menekankan bahwa ruang penyampaian aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap terbuka lebar, selama dilakukan melalui saluran yang tepat dan mengutamakan kedamaian daerah.
“Kita harus bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah. Kalau ada pendapat atau kritik terhadap kebijakan pemerintah, silakan disampaikan dengan baik melalui cara yang tepat, jangan sampai menimbulkan gangguan stabilitas di daerah,” kata Yona di sela-sela kegiatan yang berlangsung aman dan tertib tersebut.
Melalui aksi sosial ini, LMA Papua Tengah berharap program serupa dapat berjalan berkesinambungan demi mempererat komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah. Keterlibatan aktif seluruh elemen warga menjadi kunci utama agar manfaat pembangunan daerah dapat dirasakan secara nyata, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Nabire.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat,” ujar Yona. (*)
Berita Daerah
Delion Daniel, Peserta Muda Turnamen Catur di Nabire yang Tampil Percaya Diri

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Memperingati Hari Perdamaian Dunia, Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Papua Tengah berkolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah menggelar turnamen catur tingkat provinsi.
Berlokasi di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo, Nabire, ajang terbuka dan gratis ini diikuti oleh 42 peserta yang bertanding dalam enam babak dengan sistem Swiss, Sabtu (19/9/2026).


Turnamen ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 4,5 juta dari sponsor Ketua Percasi Papua Tengah, Tabroni M. Cahya, SH. Adapun rincian hadiah bagi para pemenang adalah:
Juara 1: Rp 1.000.000
Juara 2: Rp 900.000
Juara 3: Rp 800.000
Juara 4: Rp 700.000
Juara 5: Rp 600.000
Juara 6: Rp 500.000
Di tengah dominasi pecatur dewasa, kejuaraan ini menarik perhatian publik dengan hadirnya peserta termuda, Delion Daniel. Siswa kelas 5 SD Inpres Nabarua, Nabire, tersebut tampil percaya diri mengasah otak di atas papan catur menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman.
Ibu dari Delion, Natalina Humuri, mengungkapkan bahwa ketertarikan buah hatinya pada olahraga catur berawal dari kebiasaan bermain game catur digital. Selain itu, Delion biasa melihat pamannya bermain catur, dari situ dia tertarik dan belajar otodidak serta sering bermain bersama teman-temannya di rumah. Begitu mendapat informasi mengenai turnamen terbuka ini, Delion secara mandiri meminta didaftarkan guna menguji kemampuan sekaligus mencari pengalaman.


”Ini pertama kalinya dia ikut lomba resmi. Walaupun lawan-lawannya didominasi oleh pemain dewasa, dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mencoba bertanding,” ujar Natalina saat diwawancarai di sela-sela pertandingan.
Kehadiran talenta muda seperti Delion Daniel diharapkan menjadi stimulus pembinaan atlet catur berkelanjutan di Papua Tengah. Perhatian serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah dinilai krusial untuk membina potensi bakat muda agar mampu berprestasi di kancah yang lebih tinggi. (*)
Berita Daerah
Menuju HUT ke-81 TNI, Ratusan Peserta Bergerak Bersihkan Taman Gizi

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dalam rangka menyongsong HUT ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026, sekitar 300 peserta dari berbagai unsur menggelar Karya Bakti TNI Peduli Sampah Bersama Masyarakat di kawasan Taman Gizi Nabire, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui gotong royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, organisasi masyarakat Barisan Merah Putih (BMP) Nabire.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan sampah di sejumlah titik dalam kawasan Taman Gizi. Setelah aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan pembongkaran sejumlah bagian dinding yang mengarah ke pantai.


Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 173/PVB Papua Tengah, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi, hari ini kami bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan ini intinya adalah Karya Bakti, salah satunya dengan melaksanakan pembersihan di area Taman Gizi,” katanya.
Ia menjelaskan, pembongkaran dinding juga menjadi bagian dari persiapan penataan kawasan Taman Gizi. Nantinya, kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pantai Nabire.


“Setelah itu nanti akan ada relokasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pembersihan dan pembongkaran tembok ini merupakan langkah lanjutan pemerintah daerah untuk merelokasi pedagang-pedagang di Pantai MAP yang akan dipindahkan ke sini,” ujarnya.
Kolonel Fajar menambahkan, setelah proses tersebut selesai, pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Nantinya ini akan ditata rapi oleh pemerintah daerah sehingga layak untuk dijadikan sarana atau tempat keluarga dan pariwisata di wilayah Kota Nabire,” katanya.
Kegiatan Karya Bakti berlangsung hingga selesai dan melibatkan berbagai unsur sebagai wujud gotong royong dalam menjaga kebersihan serta mendukung penataan kawasan di Kabupaten Nabire. (*)
Berita Daerah
Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”

NABIRE, News. Papuatengah.info– Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah akan menggelar Turnamen Catur (PERCASI) Perdana di Papua Tengah. Panitia melakukan kordinasi rapat dalam mempersiapkan turnamen tersebut di Cafe Ahmad, Kelurahan Giri Mulyo, Nabire, sore tadi. (16/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Catur Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian” ini dijadwalkan berlangsung pada:
Hari / Tanggal : Sabtu, 19 September 2026
Jam : 13.00 WIT – Selesai
Tempat : Cafe Ahmad Amiin Girimulyo (Samping Kanan SD Al-Madinah Girimulyo)
Panitia Penyelenggara, Muh. Rizka Fahrudin dan Dadang Sandiyanto menyampaikan bahwa turnamen ini terbuka untuk umum dan akan mempertandingkan sebanyak 6 babak sistem Swiss.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana catur menjadi media untuk mempersatukan perbedaan dan menguatkan perdamaian di Tanah Papua Tengah,” ujar panitia.
Adapun jadwal kegiatan pada hari H akan dimulai dengan Technical Meeting pada pukul 13.00 – 13.15 WIT, dilanjutkan Babak 1 hingga Babak 6 dari pukul 13.15 sampai 16.15 WIT, dan ditutup dengan pembagian hadiah juara pada pukul 16.15 – 16.20 WIT.
Menariknya, turnamen ini gratis biaya pendaftaran. Pendaftaran dibuka mulai 1 s/d 19 September 2026 langsung di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp. 4.500.000 yang disponsori oleh Pak Tabroni M. Cahya, S.H.
Rincian hadiah:
Juara 1 : Rp. 1.000.000
Juara 2 : Rp. 900.000
Juara 3 : Rp. 800.000
Juara 4 : Rp. 700.000
Juara 5 : Rp. 600.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Turnamen akan dipimpin oleh Wasit Pak Udin.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar, bisa menghubungi kontak panitia:
Pak Udin – 0821-3469-2737
Pak Sures – 0852-3241-0926
Diharapkan melalui momentum Hari Perdamaian Dunia ini, olahraga catur dapat menjadi simbol strategi, kesabaran, dan perdamaian di Provinsi Papua Tengah.(*)
Redaksi Central Media News
-
Berita Nabire7 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Nabire7 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire2 hari agoDisdikbud Papua Tengah Perkuat Kapasitas Guru Mapega di Daerah 3T, Nurhaidah: “Hak Belajar Anak Wajib Terlayani”
-
Berita Nabire6 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire7 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Daerah4 hari agoTurnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
-
Berita Jayapura2 hari agoTabroni M Cahya Resmi Jadi Advokat, LAWINDO Papua Tengah Kini di Bawah Kepemimpinannya
-
Berita Nabire4 hari agoJadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire












































