Berita Daerah
Efektivitas Regulasi WPR Dipertanyakan, Aktivitas Tambang Rakyat Terus Berjalan Tanpa Kepastian Hukum
Oleh : Wakil Ketua IV John NR.Gobai

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS –Efektivitas pelaksanaan peraturan perundang-undangan terkait penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kembali menjadi sorotan. Sejumlah kalangan menilai regulasi yang ada saat ini belum mampu menjawab realitas di lapangan, khususnya di wilayah Papua Tengah, di mana aktivitas pertambangan rakyat telah berlangsung puluhan tahun tanpa kepastian hukum yang jelas.
Aktivitas Tambang Rakyat Sudah Berlangsung Sejak Lama
Kegiatan pertambangan rakyat di Indonesia bukan hal baru. Sejak masa kolonial Belanda, aktivitas ini telah berkembang di berbagai daerah seperti Kalimantan, Bangka Belitung, hingga Sulawesi Utara. Di Papua Tengah, praktik serupa sudah berlangsung sejak akhir 1990-an dan terus berkembang hingga saat ini.
Di wilayah seperti Nabire dan Timika, aktivitas pendulangan emas dilakukan atas dasar kesepakatan antara pemilik hak ulayat dan para penambang, baik masyarakat lokal maupun pendatang. Tradisi lokal seperti bakar batu sering menjadi bagian dari proses awal sebagai bentuk syukuran.
Kegiatan ini kini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun non-Papua, yang menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor pertambangan rakyat.
Regulasi Dinilai Tidak Responsif terhadap Kondisi Lapangan

Namun demikian, keberadaan aktivitas tersebut belum sepenuhnya diakomodasi dalam kerangka hukum. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2023 tentang Wilayah Pertambangan, penetapan WPR dilakukan oleh pemerintah pusat setiap lima tahun sekali.
Kebijakan ini dinilai tidak responsif terhadap dinamika di lapangan. Pasalnya, aktivitas pertambangan rakyat terus berjalan setiap hari, sementara proses legalisasi wilayah harus menunggu siklus lima tahunan.
Akibatnya, banyak kegiatan masyarakat yang dikategorikan sebagai ilegal oleh aparat penegak hukum, meskipun secara sosial dan ekonomi aktivitas tersebut telah mengakar kuat.
Tumpang Tindih Kewenangan dan Lambannya Legalisasi
Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam sektor pertambangan dihapuskan dan ditarik ke pemerintah pusat. Meski demikian, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021, terdapat pendelegasian kewenangan tertentu kepada pemerintah provinsi.
Dalam praktiknya, penetapan WPR tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah provinsi hanya berwenang menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) setelah WPR ditetapkan.
Kondisi ini dinilai memperpanjang birokrasi dan memperlambat proses legalisasi, sehingga membuka ruang bagi maraknya praktik pertambangan tanpa izin.
Maraknya Tambang Ilegal dan Dugaan Kepentingan Tertentu
Ketiadaan kepastian hukum atas wilayah pertambangan rakyat memicu meningkatnya aktivitas yang dikategorikan sebagai tambang ilegal. Ironisnya, di tengah pelabelan ilegal tersebut, terdapat dugaan bahwa berbagai pihak justru mengambil keuntungan dari kondisi yang tidak tertata ini.
Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan realitas sosial-ekonomi masyarakat, sekaligus menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang berlaku.
Usulan Revisi Regulasi dan Delegasi Kewenangan
Berdasarkan analisis efektivitas hukum dan teori kewenangan, sejumlah pihak mendorong agar pemerintah melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2023.

Salah satu usulan utama adalah mempercepat siklus evaluasi dan penetapan WPR menjadi setiap tahun, serta mendelegasikan kewenangan tersebut kepada gubernur. Dengan demikian, pemerintah daerah dinilai akan lebih responsif dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan mengurangi praktik pertambangan ilegal.
Harapan terhadap Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat
Dengan adanya perubahan regulasi yang lebih adaptif, diharapkan penataan wilayah pertambangan rakyat dapat berjalan lebih efektif. Kepastian hukum bagi para penambang rakyat tidak hanya akan mengurangi konflik dan praktik ilegal, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya normatif, tetapi juga kontekstual dan berpihak pada realitas sosial di daerah, khususnya di wilayah-wilayah seperti Papua Tengah yang memiliki karakteristik pertambangan rakyat yang kuat. (Red)
Berita Daerah
Turnamen Catur Memperingati Hari Perdamaian Dunia Sukses Digelar di Nabire Papua Tengah

NABIRE, News. papuatengah.info – Turnamen Catur dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia sukses digelar, Sabtu (19/9/2026) di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo, Nabire, Papua Tengah.



Even perdana yang mengusung jargon “Catur Mempersatukan dan Mengutakan Perdamaian” ini diselenggarakan oleh Percasi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah dan diikuti sebanyak 42 peserta dari berbagai daerah di Papua Tengah.
Turnamen yang direncanakan mulai pukul 13.00 WIT dengan Technical Meeting ini, secara resmi dibuka sekitar pukul 15.15 WIT oleh YOMI WANIMBO, Wakil Ketua II KONI Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Yomi Wanimbo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen catur perdana ini. Menurutnya, catur bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga media untuk membangun perdamaian, sportivitas dan persatuan.
Turnamen mempertandingkan 6 babak dengan sistem Swiss. Seluruh hadiah disponsori oleh Tabroni M. Cahya, S.H. dengan total hadiah sebesar Rp 4.500.000 dan pendaftaran peserta digratiskan.
Setelah melalui persaingan sengit dan ketat di atas 64 petak, keluar sebagai juara:
DAFTAR JUARA:
Juara 1: Basir – Rp 1.000.000
Juara 2: Ermin – Rp 900.000
Juara 3: Aris – Rp 800.000
Juara 4: Marlon – Rp 700.000
Juara 5: Hanafi – Rp 600.000
Juara 6: Haji Anto – Rp 500.000
Basir tampil dominan dan keluar sebagai juara umum. Sementara perebutan juara 2 hingga 5 berlangsung sangat ketat dengan poin yang sama dan harus ditentukan melalui sistem perhitungan Buchholz.


Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya kepada sponsor, KONI Papua Tengah dan seluruh peserta. Diharapkan turnamen ini menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi wadah pembinaan atlet catur di Papua Tengah menuju eventyang lebih besar” Prapon/Kejurda” memepersiapkan altet catur menuju PON 2028.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah yang diserahkan langsung oleh Arfa Hamzah mewakili sponsor, selanjutnya dilakukan foto bersama di depan spanduk Turnamen Catur Provinsi Papua Tengah. (*)
Redakasi
Berita Daerah
Korwil LMA Papua Tengah Salurkan Baksos, Yona Kogoya Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Koordinator Wilayah Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah, Yona Kogoya, menyalurkan bantuan sosial (baksos) berupa sembako sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dan mendorong partisipasi aktif warga dalam mengawal percepatan pembangunan di provinsi baru tersebut. Yona menekankan bahwa ruang penyampaian aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap terbuka lebar, selama dilakukan melalui saluran yang tepat dan mengutamakan kedamaian daerah.
“Kita harus bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah. Kalau ada pendapat atau kritik terhadap kebijakan pemerintah, silakan disampaikan dengan baik melalui cara yang tepat, jangan sampai menimbulkan gangguan stabilitas di daerah,” kata Yona di sela-sela kegiatan yang berlangsung aman dan tertib tersebut.
Melalui aksi sosial ini, LMA Papua Tengah berharap program serupa dapat berjalan berkesinambungan demi mempererat komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah. Keterlibatan aktif seluruh elemen warga menjadi kunci utama agar manfaat pembangunan daerah dapat dirasakan secara nyata, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Nabire.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat,” ujar Yona. (*)
Berita Daerah
Delion Daniel, Peserta Muda Turnamen Catur di Nabire yang Tampil Percaya Diri

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Memperingati Hari Perdamaian Dunia, Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Papua Tengah berkolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah menggelar turnamen catur tingkat provinsi.
Berlokasi di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo, Nabire, ajang terbuka dan gratis ini diikuti oleh 42 peserta yang bertanding dalam enam babak dengan sistem Swiss, Sabtu (19/9/2026).


Turnamen ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 4,5 juta dari sponsor Ketua Percasi Papua Tengah, Tabroni M. Cahya, SH. Adapun rincian hadiah bagi para pemenang adalah:
Juara 1: Rp 1.000.000
Juara 2: Rp 900.000
Juara 3: Rp 800.000
Juara 4: Rp 700.000
Juara 5: Rp 600.000
Juara 6: Rp 500.000
Di tengah dominasi pecatur dewasa, kejuaraan ini menarik perhatian publik dengan hadirnya peserta termuda, Delion Daniel. Siswa kelas 5 SD Inpres Nabarua, Nabire, tersebut tampil percaya diri mengasah otak di atas papan catur menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman.
Ibu dari Delion, Natalina Humuri, mengungkapkan bahwa ketertarikan buah hatinya pada olahraga catur berawal dari kebiasaan bermain game catur digital. Selain itu, Delion biasa melihat pamannya bermain catur, dari situ dia tertarik dan belajar otodidak serta sering bermain bersama teman-temannya di rumah. Begitu mendapat informasi mengenai turnamen terbuka ini, Delion secara mandiri meminta didaftarkan guna menguji kemampuan sekaligus mencari pengalaman.


”Ini pertama kalinya dia ikut lomba resmi. Walaupun lawan-lawannya didominasi oleh pemain dewasa, dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mencoba bertanding,” ujar Natalina saat diwawancarai di sela-sela pertandingan.
Kehadiran talenta muda seperti Delion Daniel diharapkan menjadi stimulus pembinaan atlet catur berkelanjutan di Papua Tengah. Perhatian serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah dinilai krusial untuk membina potensi bakat muda agar mampu berprestasi di kancah yang lebih tinggi. (*)
Berita Daerah
Menuju HUT ke-81 TNI, Ratusan Peserta Bergerak Bersihkan Taman Gizi

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dalam rangka menyongsong HUT ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026, sekitar 300 peserta dari berbagai unsur menggelar Karya Bakti TNI Peduli Sampah Bersama Masyarakat di kawasan Taman Gizi Nabire, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui gotong royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, organisasi masyarakat Barisan Merah Putih (BMP) Nabire.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan sampah di sejumlah titik dalam kawasan Taman Gizi. Setelah aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan pembongkaran sejumlah bagian dinding yang mengarah ke pantai.


Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 173/PVB Papua Tengah, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi, hari ini kami bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan ini intinya adalah Karya Bakti, salah satunya dengan melaksanakan pembersihan di area Taman Gizi,” katanya.
Ia menjelaskan, pembongkaran dinding juga menjadi bagian dari persiapan penataan kawasan Taman Gizi. Nantinya, kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pantai Nabire.


“Setelah itu nanti akan ada relokasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pembersihan dan pembongkaran tembok ini merupakan langkah lanjutan pemerintah daerah untuk merelokasi pedagang-pedagang di Pantai MAP yang akan dipindahkan ke sini,” ujarnya.
Kolonel Fajar menambahkan, setelah proses tersebut selesai, pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Nantinya ini akan ditata rapi oleh pemerintah daerah sehingga layak untuk dijadikan sarana atau tempat keluarga dan pariwisata di wilayah Kota Nabire,” katanya.
Kegiatan Karya Bakti berlangsung hingga selesai dan melibatkan berbagai unsur sebagai wujud gotong royong dalam menjaga kebersihan serta mendukung penataan kawasan di Kabupaten Nabire. (*)
Berita Daerah
Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”

NABIRE, News. Papuatengah.info– Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah akan menggelar Turnamen Catur (PERCASI) Perdana di Papua Tengah. Panitia melakukan kordinasi rapat dalam mempersiapkan turnamen tersebut di Cafe Ahmad, Kelurahan Giri Mulyo, Nabire, sore tadi. (16/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Catur Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian” ini dijadwalkan berlangsung pada:
Hari / Tanggal : Sabtu, 19 September 2026
Jam : 13.00 WIT – Selesai
Tempat : Cafe Ahmad Amiin Girimulyo (Samping Kanan SD Al-Madinah Girimulyo)
Panitia Penyelenggara, Muh. Rizka Fahrudin dan Dadang Sandiyanto menyampaikan bahwa turnamen ini terbuka untuk umum dan akan mempertandingkan sebanyak 6 babak sistem Swiss.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana catur menjadi media untuk mempersatukan perbedaan dan menguatkan perdamaian di Tanah Papua Tengah,” ujar panitia.
Adapun jadwal kegiatan pada hari H akan dimulai dengan Technical Meeting pada pukul 13.00 – 13.15 WIT, dilanjutkan Babak 1 hingga Babak 6 dari pukul 13.15 sampai 16.15 WIT, dan ditutup dengan pembagian hadiah juara pada pukul 16.15 – 16.20 WIT.
Menariknya, turnamen ini gratis biaya pendaftaran. Pendaftaran dibuka mulai 1 s/d 19 September 2026 langsung di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp. 4.500.000 yang disponsori oleh Pak Tabroni M. Cahya, S.H.
Rincian hadiah:
Juara 1 : Rp. 1.000.000
Juara 2 : Rp. 900.000
Juara 3 : Rp. 800.000
Juara 4 : Rp. 700.000
Juara 5 : Rp. 600.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Turnamen akan dipimpin oleh Wasit Pak Udin.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar, bisa menghubungi kontak panitia:
Pak Udin – 0821-3469-2737
Pak Sures – 0852-3241-0926
Diharapkan melalui momentum Hari Perdamaian Dunia ini, olahraga catur dapat menjadi simbol strategi, kesabaran, dan perdamaian di Provinsi Papua Tengah.(*)
Redaksi Central Media News
-
Berita Nabire6 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Nabire6 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire1 hari agoDisdikbud Papua Tengah Perkuat Kapasitas Guru Mapega di Daerah 3T, Nurhaidah: “Hak Belajar Anak Wajib Terlayani”
-
Berita Nabire5 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire6 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Daerah3 hari agoTurnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
-
Berita Nabire3 hari agoJadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire
-
Berita Nabire3 hari agoKabut Asap Karhutla Memburuk di Nabire, DPC BMP RI Bagikan Masker bagi Pengendara












































