Berita Daerah Berita Deiyai Berita Dogiyai Berita Ekonomi Berita Hukum Berita Intan Jaya Berita Mimika Berita Nabire Berita Paniai Berita Papua Tengah Berita Pemerintahan Berita Pendidikan Berita Politik Headlines
Efektivitas Regulasi WPR Dipertanyakan, Aktivitas Tambang Rakyat Terus Berjalan Tanpa Kepastian HukumPublished
7 bulan agoon
By
Redaksi
Oleh : Wakil Ketua IV John NR.Gobai

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Efektivitas pelaksanaan peraturan perundang-undangan terkait penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kembali menjadi sorotan. Sejumlah kalangan menilai regulasi yang ada saat ini belum mampu menjawab realitas di lapangan, khususnya di wilayah Papua Tengah, di mana aktivitas pertambangan rakyat telah berlangsung puluhan tahun tanpa kepastian hukum yang jelas.
Aktivitas Tambang Rakyat Sudah Berlangsung Sejak Lama
Kegiatan pertambangan rakyat di Indonesia bukan hal baru. Sejak masa kolonial Belanda, aktivitas ini telah berkembang di berbagai daerah seperti Kalimantan, Bangka Belitung, hingga Sulawesi Utara. Di Papua Tengah, praktik serupa sudah berlangsung sejak akhir 1990-an dan terus berkembang hingga saat ini.
Di wilayah seperti Nabire dan Timika, aktivitas pendulangan emas dilakukan atas dasar kesepakatan antara pemilik hak ulayat dan para penambang, baik masyarakat lokal maupun pendatang. Tradisi lokal seperti bakar batu sering menjadi bagian dari proses awal sebagai bentuk syukuran.
Kegiatan ini kini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun non-Papua, yang menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor pertambangan rakyat.
Regulasi Dinilai Tidak Responsif terhadap Kondisi Lapangan

Namun demikian, keberadaan aktivitas tersebut belum sepenuhnya diakomodasi dalam kerangka hukum. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2023 tentang Wilayah Pertambangan, penetapan WPR dilakukan oleh pemerintah pusat setiap lima tahun sekali.
Kebijakan ini dinilai tidak responsif terhadap dinamika di lapangan. Pasalnya, aktivitas pertambangan rakyat terus berjalan setiap hari, sementara proses legalisasi wilayah harus menunggu siklus lima tahunan.
Akibatnya, banyak kegiatan masyarakat yang dikategorikan sebagai ilegal oleh aparat penegak hukum, meskipun secara sosial dan ekonomi aktivitas tersebut telah mengakar kuat.
Tumpang Tindih Kewenangan dan Lambannya Legalisasi
Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam sektor pertambangan dihapuskan dan ditarik ke pemerintah pusat. Meski demikian, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021, terdapat pendelegasian kewenangan tertentu kepada pemerintah provinsi.
Dalam praktiknya, penetapan WPR tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah provinsi hanya berwenang menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) setelah WPR ditetapkan.
Kondisi ini dinilai memperpanjang birokrasi dan memperlambat proses legalisasi, sehingga membuka ruang bagi maraknya praktik pertambangan tanpa izin.
Maraknya Tambang Ilegal dan Dugaan Kepentingan Tertentu
Ketiadaan kepastian hukum atas wilayah pertambangan rakyat memicu meningkatnya aktivitas yang dikategorikan sebagai tambang ilegal. Ironisnya, di tengah pelabelan ilegal tersebut, terdapat dugaan bahwa berbagai pihak justru mengambil keuntungan dari kondisi yang tidak tertata ini.
Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan realitas sosial-ekonomi masyarakat, sekaligus menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang berlaku.
Usulan Revisi Regulasi dan Delegasi Kewenangan
Berdasarkan analisis efektivitas hukum dan teori kewenangan, sejumlah pihak mendorong agar pemerintah melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2023.

Salah satu usulan utama adalah mempercepat siklus evaluasi dan penetapan WPR menjadi setiap tahun, serta mendelegasikan kewenangan tersebut kepada gubernur. Dengan demikian, pemerintah daerah dinilai akan lebih responsif dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan mengurangi praktik pertambangan ilegal.
Harapan terhadap Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat
Dengan adanya perubahan regulasi yang lebih adaptif, diharapkan penataan wilayah pertambangan rakyat dapat berjalan lebih efektif. Kepastian hukum bagi para penambang rakyat tidak hanya akan mengurangi konflik dan praktik ilegal, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya normatif, tetapi juga kontekstual dan berpihak pada realitas sosial di daerah, khususnya di wilayah-wilayah seperti Papua Tengah yang memiliki karakteristik pertambangan rakyat yang kuat. (Red)


JAKARTA, CENTRAL MEDIA NEWS – Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan kunjungan kerja strategis ke Direktorat Jenderal Perikanan...
NABIRE,CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa secara resmi membuka Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula Gereja...
TIMIKA, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat komitmen menjadikan komoditas perkebunan sebagai motor penggerak kesejahteraan...
Nabire, Papua Tengah, Central Media News – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober...
INTAN JAYA, CENTRAL MEDIA NEWS – Pesawat Caravan PK-LTF milik maskapai Asian One Air tergelincir di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa,...
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar workshop peningkatan mutu pelayanan dan optimalisasi pelaporan rumah sakit secara online di Timika. Diikuti...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire menggelar edukasi tertib berlalu lintas yang dirangkaikan dengan sosialisasi...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire menggelar pemusnahan barang bukti dari berbagai perkara tindak pidana umum yang...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Kejaksaan Negeri Nabire memusnahkan barang bukti dari 24 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Penguatan kesadaran bela negara menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPC BMP RI) Kabupaten Nabire menggelar bakti...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Aksi penyampaian aspirasi dan longmarch Aliansi Mahasiswa Papua Tengah menuju Kantor DPRPT di Nabire, berlangsung...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Guna menyikapi masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam melunasi kewajiban pajak kendaraan bermotor, Samsat Keliling UPT...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire mengamankan puluhan unit kendaraan bermotor dan melayangkan puluhan teguran...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus), Nelius Agapa, menegaskan...
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire mencatat puluhan pelanggaran kasat mata pada hari kedua pelaksanaan...
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung penutupan dan penyegelan aktivitas pertambangan emas...
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar sosialisasi antikorupsi di lingkungan pemerintahan daerah sebagai upaya meningkatkan pemahaman...
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial AWS (14) dijatuhi pidana penjara selama 10 tahun...
Nabire, PT | News.papuatengah.info – Keluarga korban dalam sidang ke-6 kasus pembunuhan berencana terhadap siswi SMP berinisial CKC (14) di...
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info — Perkara pembunuhan anak perempuan berinisial CKC (14) di Nabire, Papua Tengah, yang melibatkan anak...
NABIRE, Central Media News – Kepolisian Resor (Polres) Nabire menyiagakan ratusan personel pengamanan menjelang pelaksanaan sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap...
NABIRE, News.papuatengah.info – Festival Kopi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung meriah resmi ditutup di Aula Gereja KSK Bukit Meriam,...
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Gerakan...
TIMIKA, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley melakukan kunjungan kerja ke Timika, Kabupaten Mimika,...
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Oyehe terus berupaya memperkuat sinergi dengan petani, peternak,...
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menghadiri Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II Kadin...
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Aparat gabungan TNI-Polri bersama Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) menggelar apel kesiapan di Markas...
JAYAPURA, PAPUA | News.papuatengah.info – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Biak membuat Pemerintah Provinsi Papua meningkatkan kewaspadaan terhadap...
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire melalui Unit Resmob bersama Tim Khusus Regu II...
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan...
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Polda Papua Tengah menggelar Apel Siaga Gabungan Kamtibmas, Senin sore (23/2/2026), di Mapolres Nabire....
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, Nancy Worabay, mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Nabire...
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIS NEWS – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare menggelar silaturahmi bersama insan pers di salah...
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS- Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Nabire, Detasemen Zeni...