Berita Daerah
DLH Nabire Siap Luncurkan Aplikasi “Nabire Smart Waste”
Kadis DLH “Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah Melalui Digitalisasi dan Penguatan Infrastruktur TPA”
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di daerah. Selain melakukan pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), DLH juga tengah mempersiapkan peluncuran aplikasi digital bernama “Nabire Smart Waste” sebagai bagian dari transformasi sistem pengangkutan dan pengawasan sampah berbasis teknologi.

Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, S.T., M.T., menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengawasan armada pengangkut sampah sekaligus mencegah kebocoran penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam operasional pelayanan persampahan.
Menurut Arfan, melalui aplikasi Nabire Smart Waste, seluruh aktivitas kendaraan pengangkut sampah dapat dipantau secara real time, mulai dari kebutuhan dan penggunaan BBM, jarak tempuh kendaraan, kecepatan operasional, hingga rute yang dilalui. Bahkan, sistem tersebut dilengkapi dengan fitur perekaman video sehingga seluruh aktivitas kendaraan dapat terdokumentasi secara akurat.
“Dengan aplikasi ini, kami bisa mengetahui apakah kendaraan benar-benar menjalankan tugas pengangkutan sampah sesuai rute yang ditetapkan atau tidak. Jika ada penyimpangan jalur maupun penggunaan BBM yang tidak sesuai, semuanya dapat terdeteksi,” jelas Arfan.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini terdapat potensi kebocoran dalam penggunaan BBM operasional armada sampah. Misalnya, kendaraan yang seharusnya menggunakan bahan bakar untuk pelayanan masyarakat justru tidak melakukan pengangkutan, tetapi tetap mengajukan permintaan BBM. Melalui sistem digital tersebut, pengawasan akan menjadi lebih transparan dan terukur.
Selain itu, DLH juga berencana mengintegrasikan sistem pembayaran retribusi sampah menggunakan kode QR (QR Code). Langkah ini bertujuan untuk mencegah kebocoran penerimaan daerah sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan retribusi sampah.
“Semua diarahkan menuju sistem yang transparan dan digital. Pembayaran retribusi nantinya bisa dilakukan melalui QR sehingga tidak ada lagi potensi kebocoran penerimaan yang merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Pembenahan TPA dan Persiapan Penutupan Sistem Open Dumping
Di sisi lain, Arfan menegaskan bahwa pemerintah daerah juga sedang menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan TPA. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, sistem pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping harus dihentikan dan beralih ke sistem controlled landfill.
Namun demikian, ia menekankan bahwa sebelum TPA lama ditutup, pemerintah harus terlebih dahulu menyiapkan fasilitas TPA baru yang memadai agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
“Kalau TPA lama dipindahkan atau ditutup, maka harus ada fasilitas pengganti yang sudah siap. Jangan sampai masyarakat bingung harus membuang sampah ke mana. Jika tidak ada solusi, justru akan muncul pembuangan sampah di lokasi-lokasi yang tidak semestinya dan berpotensi mencemari lingkungan,” ujarnya.
Arfan menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas TPA baru di wilayah Sama Busa maupun Aradide merupakan kewenangan instansi teknis bidang pekerjaan umum. Sementara DLH hanya bertugas sebagai operator yang akan mengelola fasilitas tersebut setelah selesai dibangun dan diserahkan kepada DLH.
“DLH tidak memiliki kewenangan membangun TPA. Tugas kami adalah mengoperasikan dan mengelola setelah fasilitas itu dibangun. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar pembangunan infrastruktur persampahan dapat segera direalisasikan,” jelasnya.
TPS 3R Menjadi Solusi Jangka Panjang
Selain pembangunan TPA, DLH juga mendorong pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kelurahan. Menurut Arfan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan.
Ia mencontohkan keberhasilan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu daerah terbaik di Asia Tenggara dalam pengelolaan sampah. Di daerah tersebut, sebagian besar sampah telah diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga hanya menyisakan residu yang sangat sedikit.
“Ke depan kita harus melihat sampah sebagai sumber ekonomi. Sampah organik bisa dijadikan kompos, budidaya maggot, sedangkan sampah plastik dapat diolah menjadi produk seperti paving block. Selain mengurangi sampah, ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” katanya.
Perlunya Penegakan Aturan dan Kolaborasi Lintas Instansi
Arfan juga menyoroti masih rendahnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Ia menegaskan bahwa DLH telah melakukan berbagai upaya sosialisasi mengenai larangan membuang sampah sembarangan. Namun penegakan aturan membutuhkan keterlibatan instansi lain yang memiliki kewenangan penertiban.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada DLH, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak peraturan daerah, serta masyarakat.
“Kota Nabire bisa bersih dan tertata apabila semua pihak bekerja bersama. DLH menjalankan tugas pengelolaan lingkungan, sementara penegakan aturan merupakan kewenangan instansi terkait. Kalau semuanya berjalan baik, saya yakin persoalan sampah dapat diatasi,” tegasnya.
Komitmen Menuju Nabire Bersih dan Tertata
Melalui peluncuran aplikasi Nabire Smart Waste, pembenahan TPA, pengembangan TPS 3R, serta penguatan sistem pengawasan dan penegakan aturan, Pemerintah Kabupaten Nabire berupaya mewujudkan tata kelola persampahan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2030. Dengan memadukan teknologi, infrastruktur, dan partisipasi masyarakat, DLH berharap Nabire dapat berkembang menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan tertata bagi seluruh warganya. (Red)
Berita Daerah
Turnamen Catur Memperingati Hari Perdamaian Dunia Sukses Digelar di Nabire Papua Tengah

NABIRE, News. papuatengah.info – Turnamen Catur dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia sukses digelar, Sabtu (19/9/2026) di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo, Nabire, Papua Tengah.



Even perdana yang mengusung jargon “Catur Mempersatukan dan Mengutakan Perdamaian” ini diselenggarakan oleh Percasi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah dan diikuti sebanyak 42 peserta dari berbagai daerah di Papua Tengah.
Turnamen yang direncanakan mulai pukul 13.00 WIT dengan Technical Meeting ini, secara resmi dibuka sekitar pukul 15.15 WIT oleh YOMI WANIMBO, Wakil Ketua II KONI Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Yomi Wanimbo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen catur perdana ini. Menurutnya, catur bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga media untuk membangun perdamaian, sportivitas dan persatuan.
Turnamen mempertandingkan 6 babak dengan sistem Swiss. Seluruh hadiah disponsori oleh Tabroni M. Cahya, S.H. dengan total hadiah sebesar Rp 4.500.000 dan pendaftaran peserta digratiskan.
Setelah melalui persaingan sengit dan ketat di atas 64 petak, keluar sebagai juara:
DAFTAR JUARA:
Juara 1: Basir – Rp 1.000.000
Juara 2: Ermin – Rp 900.000
Juara 3: Aris – Rp 800.000
Juara 4: Marlon – Rp 700.000
Juara 5: Hanafi – Rp 600.000
Juara 6: Haji Anto – Rp 500.000
Basir tampil dominan dan keluar sebagai juara umum. Sementara perebutan juara 2 hingga 5 berlangsung sangat ketat dengan poin yang sama dan harus ditentukan melalui sistem perhitungan Buchholz.


Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya kepada sponsor, KONI Papua Tengah dan seluruh peserta. Diharapkan turnamen ini menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi wadah pembinaan atlet catur di Papua Tengah menuju eventyang lebih besar” Prapon/Kejurda” memepersiapkan altet catur menuju PON 2028.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah yang diserahkan langsung oleh Arfa Hamzah mewakili sponsor, selanjutnya dilakukan foto bersama di depan spanduk Turnamen Catur Provinsi Papua Tengah. (*)
Redakasi
Berita Daerah
Korwil LMA Papua Tengah Salurkan Baksos, Yona Kogoya Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Koordinator Wilayah Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah, Yona Kogoya, menyalurkan bantuan sosial (baksos) berupa sembako sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dan mendorong partisipasi aktif warga dalam mengawal percepatan pembangunan di provinsi baru tersebut. Yona menekankan bahwa ruang penyampaian aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap terbuka lebar, selama dilakukan melalui saluran yang tepat dan mengutamakan kedamaian daerah.
“Kita harus bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah. Kalau ada pendapat atau kritik terhadap kebijakan pemerintah, silakan disampaikan dengan baik melalui cara yang tepat, jangan sampai menimbulkan gangguan stabilitas di daerah,” kata Yona di sela-sela kegiatan yang berlangsung aman dan tertib tersebut.
Melalui aksi sosial ini, LMA Papua Tengah berharap program serupa dapat berjalan berkesinambungan demi mempererat komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah. Keterlibatan aktif seluruh elemen warga menjadi kunci utama agar manfaat pembangunan daerah dapat dirasakan secara nyata, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Nabire.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat,” ujar Yona. (*)
Berita Daerah
Delion Daniel, Peserta Muda Turnamen Catur di Nabire yang Tampil Percaya Diri

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Memperingati Hari Perdamaian Dunia, Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Papua Tengah berkolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah menggelar turnamen catur tingkat provinsi.
Berlokasi di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo, Nabire, ajang terbuka dan gratis ini diikuti oleh 42 peserta yang bertanding dalam enam babak dengan sistem Swiss, Sabtu (19/9/2026).


Turnamen ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 4,5 juta dari sponsor Ketua Percasi Papua Tengah, Tabroni M. Cahya, SH. Adapun rincian hadiah bagi para pemenang adalah:
Juara 1: Rp 1.000.000
Juara 2: Rp 900.000
Juara 3: Rp 800.000
Juara 4: Rp 700.000
Juara 5: Rp 600.000
Juara 6: Rp 500.000
Di tengah dominasi pecatur dewasa, kejuaraan ini menarik perhatian publik dengan hadirnya peserta termuda, Delion Daniel. Siswa kelas 5 SD Inpres Nabarua, Nabire, tersebut tampil percaya diri mengasah otak di atas papan catur menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman.
Ibu dari Delion, Natalina Humuri, mengungkapkan bahwa ketertarikan buah hatinya pada olahraga catur berawal dari kebiasaan bermain game catur digital. Selain itu, Delion biasa melihat pamannya bermain catur, dari situ dia tertarik dan belajar otodidak serta sering bermain bersama teman-temannya di rumah. Begitu mendapat informasi mengenai turnamen terbuka ini, Delion secara mandiri meminta didaftarkan guna menguji kemampuan sekaligus mencari pengalaman.


”Ini pertama kalinya dia ikut lomba resmi. Walaupun lawan-lawannya didominasi oleh pemain dewasa, dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mencoba bertanding,” ujar Natalina saat diwawancarai di sela-sela pertandingan.
Kehadiran talenta muda seperti Delion Daniel diharapkan menjadi stimulus pembinaan atlet catur berkelanjutan di Papua Tengah. Perhatian serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah dinilai krusial untuk membina potensi bakat muda agar mampu berprestasi di kancah yang lebih tinggi. (*)
Berita Daerah
Menuju HUT ke-81 TNI, Ratusan Peserta Bergerak Bersihkan Taman Gizi

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dalam rangka menyongsong HUT ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026, sekitar 300 peserta dari berbagai unsur menggelar Karya Bakti TNI Peduli Sampah Bersama Masyarakat di kawasan Taman Gizi Nabire, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui gotong royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, organisasi masyarakat Barisan Merah Putih (BMP) Nabire.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan sampah di sejumlah titik dalam kawasan Taman Gizi. Setelah aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan pembongkaran sejumlah bagian dinding yang mengarah ke pantai.


Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 173/PVB Papua Tengah, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi, hari ini kami bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan ini intinya adalah Karya Bakti, salah satunya dengan melaksanakan pembersihan di area Taman Gizi,” katanya.
Ia menjelaskan, pembongkaran dinding juga menjadi bagian dari persiapan penataan kawasan Taman Gizi. Nantinya, kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pantai Nabire.


“Setelah itu nanti akan ada relokasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pembersihan dan pembongkaran tembok ini merupakan langkah lanjutan pemerintah daerah untuk merelokasi pedagang-pedagang di Pantai MAP yang akan dipindahkan ke sini,” ujarnya.
Kolonel Fajar menambahkan, setelah proses tersebut selesai, pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Nantinya ini akan ditata rapi oleh pemerintah daerah sehingga layak untuk dijadikan sarana atau tempat keluarga dan pariwisata di wilayah Kota Nabire,” katanya.
Kegiatan Karya Bakti berlangsung hingga selesai dan melibatkan berbagai unsur sebagai wujud gotong royong dalam menjaga kebersihan serta mendukung penataan kawasan di Kabupaten Nabire. (*)
Berita Daerah
Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”

NABIRE, News. Papuatengah.info– Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Papua Tengah bersama KONI Provinsi Papua Tengah akan menggelar Turnamen Catur (PERCASI) Perdana di Papua Tengah. Panitia melakukan kordinasi rapat dalam mempersiapkan turnamen tersebut di Cafe Ahmad, Kelurahan Giri Mulyo, Nabire, sore tadi. (16/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Catur Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian” ini dijadwalkan berlangsung pada:
Hari / Tanggal : Sabtu, 19 September 2026
Jam : 13.00 WIT – Selesai
Tempat : Cafe Ahmad Amiin Girimulyo (Samping Kanan SD Al-Madinah Girimulyo)
Panitia Penyelenggara, Muh. Rizka Fahrudin dan Dadang Sandiyanto menyampaikan bahwa turnamen ini terbuka untuk umum dan akan mempertandingkan sebanyak 6 babak sistem Swiss.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana catur menjadi media untuk mempersatukan perbedaan dan menguatkan perdamaian di Tanah Papua Tengah,” ujar panitia.
Adapun jadwal kegiatan pada hari H akan dimulai dengan Technical Meeting pada pukul 13.00 – 13.15 WIT, dilanjutkan Babak 1 hingga Babak 6 dari pukul 13.15 sampai 16.15 WIT, dan ditutup dengan pembagian hadiah juara pada pukul 16.15 – 16.20 WIT.
Menariknya, turnamen ini gratis biaya pendaftaran. Pendaftaran dibuka mulai 1 s/d 19 September 2026 langsung di Cafe Ahmad Amiin Girimulyo.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp. 4.500.000 yang disponsori oleh Pak Tabroni M. Cahya, S.H.
Rincian hadiah:
Juara 1 : Rp. 1.000.000
Juara 2 : Rp. 900.000
Juara 3 : Rp. 800.000
Juara 4 : Rp. 700.000
Juara 5 : Rp. 600.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Turnamen akan dipimpin oleh Wasit Pak Udin.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar, bisa menghubungi kontak panitia:
Pak Udin – 0821-3469-2737
Pak Sures – 0852-3241-0926
Diharapkan melalui momentum Hari Perdamaian Dunia ini, olahraga catur dapat menjadi simbol strategi, kesabaran, dan perdamaian di Provinsi Papua Tengah.(*)
Redaksi Central Media News
-
Berita Nabire7 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Nabire7 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire2 hari agoDisdikbud Papua Tengah Perkuat Kapasitas Guru Mapega di Daerah 3T, Nurhaidah: “Hak Belajar Anak Wajib Terlayani”
-
Berita Nabire6 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire7 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Daerah4 hari agoTurnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
-
Berita Jayapura2 hari agoTabroni M Cahya Resmi Jadi Advokat, LAWINDO Papua Tengah Kini di Bawah Kepemimpinannya
-
Berita Nabire4 hari agoJadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire












































