Connect with us

Berita Daerah

Perubahan Bappeda Menjadi Bapperida Mulai Tahun 2025

Published

on

Kepala Bapperida Nabire : Transformasi Perencanaan Daerah Berbasis Riset dan Inovasi Dimulai Tahun 2025″


Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire, H. Dr. Mukayat, M.Si., M.Sc., M.Pd., menjelaskan bahwa perubahan nomenklatur dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Bapperida mulai berlaku sejak awal tahun 2025.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya sebatas pergantian nama, tetapi juga diikuti dengan penambahan tugas dan fungsi kelembagaan. Jika sebelumnya Bappeda hanya berfokus pada urusan perencanaan pembangunan daerah, kini Bapperida memiliki mandat baru dalam bidang riset dan inovasi daerah.
“Sekarang tugas kami tidak hanya sebagai perencana pembangunan, tetapi juga melaksanakan riset dan mendorong inovasi daerah. Karena itu namanya berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida,” jelas Mukayat saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).
Selain itu, bidang yang sebelumnya dikenal sebagai Litbang kini berubah menjadi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA).
Riset Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan
Mukayat menjelaskan bahwa riset merupakan kegiatan kajian yang bertujuan memberikan rekomendasi terhadap berbagai program, kegiatan, maupun kebijakan pemerintah daerah.
Melalui riset, pemerintah dapat mengidentifikasi program yang belum tepat sasaran, belum sesuai peruntukan, maupun yang memerlukan perbaikan agar pelaksanaan pembangunan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Riset adalah kajian. Kita bisa melakukan kajian terhadap program, kegiatan maupun objek pembangunan yang perlu diperbaiki sehingga kebijakan pemerintah daerah semakin tepat,” ujarnya.
Inovasi untuk Mempermudah Pelayanan Publik
Sementara itu, inovasi diartikan sebagai upaya menciptakan kemudahan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih efektif dan efisien.
Menurut Mukayat, sebuah inovasi yang baik memiliki lima karakteristik utama, yaitu:
1.Novelty (Kebaruan), memiliki unsur baru atau pembaruan.
2.Replicable (Dapat Direplikasi), dapat ditiru oleh daerah lain.
3.Sustainable (Berkelanjutan), mampu berjalan dalam jangka panjang.
4.Beneficial (Bermanfaat), memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
5.Efisien Biaya, menggunakan sumber daya dan biaya yang relatif rendah.
“Inti dari inovasi adalah perubahan yang membuat pelayanan menjadi lebih baik dari hari ke hari,” katanya.
Prestasi Inovasi Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire pernah mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang inovasi daerah. Pada sejumlah ajang Innovative Government Award (IGA), Nabire berhasil meraih penghargaan pada tahun 2016, 2020, dan 2021.
Bahkan, Nabire pernah menempati peringkat ke-16 nasional dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dalam penilaian inovasi daerah.
“Prestasi itu menunjukkan bahwa Nabire memiliki potensi besar dalam berinovasi. Yang perlu dibangun sekarang adalah mindset bahwa setiap perangkat daerah harus terus berinovasi,” ungkapnya.


Dukungan Bapperida terhadap Suksesnya Sensus Ekonomi
Mukayat juga menjelaskan keterlibatannya dalam kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Hotel Adaman Nabire.
Dalam kegiatan tersebut, dirinya mewakili Bupati Nabire untuk membuka sekaligus mendukung pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang bertujuan memperoleh data valid mengenai masyarakat, pelaku usaha perseorangan, maupun badan usaha.
Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat.
“Data yang valid akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas pada masa mendatang,” jelasnya.


Contoh Inovasi di Berbagai Organisasi Perangkat Daerah
Dr.Mukayat menyebutkan bahwa inovasi dapat dilakukan oleh seluruh perangkat daerah, baik berbasis digital maupun non-digital.
Beberapa contoh inovasi yang telah diterapkan antara lain:

  1. Inovasi Pelayanan Kependudukan
    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi distrik-distrik untuk melakukan perekaman data kependudukan sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi ke kota.
  2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
    Rumah sakit telah memanfaatkan sistem informasi digital yang memudahkan pengelolaan data pasien, informasi ketersediaan kamar, hingga pemantauan stok obat.
  3. Digitalisasi Pelayanan Pajak Daerah
    Masyarakat kini dapat membayar pajak dan retribusi daerah secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
  4. Perizinan Berbasis OSS
    Melalui sistem Online Single Submission (OSS), masyarakat dapat mengurus perizinan usaha secara daring dari rumah.
  5. Jembatan Gantung sebagai Inovasi Infrastruktur
    Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan wilayah terisolasi mampu memangkas waktu tempuh masyarakat dari satu hari perjalanan menjadi sekitar 30 menit.
  6. Guru Kontrak di Wilayah 3T
    Penempatan guru kontrak pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi solusi pemerataan layanan pendidikan yang selama ini terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
  7. Pengembangan Homestay Wisata Pesisir
    Pengembangan homestay di kawasan pesisir, termasuk wilayah Yaur, menjadi inovasi sektor pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

  1. Program Inovasi “SEMERU” untuk Ekonomi Masyarakat Pesisir
    Salah satu inovasi yang saat ini sedang dikembangkan Mukayat melalui proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II adalah program SEMERU (Sea Market untuk Ekonomi Rakyat Unggul).
    Program ini bertujuan mempertemukan masyarakat pesisir dengan masyarakat perkotaan melalui penyelenggaraan pasar langsung di wilayah pesisir, khususnya Distrik Yaur.
    Melalui program tersebut, nelayan dan masyarakat pesisir dapat menjual hasil tangkapan serta produk mereka secara langsung tanpa harus menanggung biaya transportasi yang tinggi menuju kota.
    “Selama ini masyarakat pesisir memiliki hasil laut yang melimpah, tetapi kesulitan menjualnya karena biaya BBM dan transportasi yang mahal. Akibatnya keuntungan yang diperoleh sangat kecil bahkan terkadang merugi,” jelasnya.
    Kolaborasi Pelaku Usaha dan Perbankan
    Program SEMERU akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya:
    Pengusaha sembako.
    Pengepul dan pengusaha ikan.
    Pelaku usaha rumah makan.
    Sektor perbankan.
    Perbankan tidak hanya hadir untuk memperkenalkan layanan keuangan, tetapi juga mendorong budaya menabung bagi masyarakat pesisir melalui pembukaan rekening tabungan.
    Menurut Mukayat, masih banyak masyarakat pesisir yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan sehingga program ini sekaligus menjadi sarana peningkatan literasi keuangan.
    Penguatan Digitalisasi melalui Aplikasi SEMERU
    Sebagai pengembangan lebih lanjut, program SEMERU juga akan didukung oleh aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat pesisir dan masyarakat kota saling berkomunikasi terkait harga, ketersediaan produk, serta kebutuhan pasar secara cepat dan mudah.
    Digitalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas ekonomi antara wilayah pesisir dan perkotaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
    Mukayat menegaskan bahwa program SEMERU tidak bersifat kegiatan sesaat, melainkan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tahun 2028 sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending