Connect with us

Berita Daerah

Wagub Papua Tengah Amanatkan Lima Poin Penting dalam Apel Gabungan ASN dan Non-ASN

Published

on

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (17/6/2026).


Dalam sambutan tertulis Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, disampaikan lima poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Apel gabungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, menyatukan komitmen kerja, serta memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.


Pertama, Apresiasi Penyelesaian Program Prioritas dan Laporan Inovasi
Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD yang telah menyelesaikan usulan program prioritas Tahun 2027 serta laporan inovasi Gubernur dan Wakil Gubernur.
Menurutnya, dokumen tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung arah pembangunan daerah yang lebih terukur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Tengah.
Ia menegaskan bahwa setiap OPD tidak hanya dituntut menyelesaikan dokumen administrasi, tetapi juga memastikan program dan inovasi yang diusulkan dapat direalisasikan dan memberikan dampak positif dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Kedua, Percepatan Penyerapan Anggaran yang Masih Rendah
Dalam arahannya, Wagub menyoroti realisasi penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang saat ini baru mencapai sekitar 20 persen.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh pimpinan perangkat daerah. Setiap OPD diminta segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Berbagai hambatan, baik administratif, teknis, maupun koordinasi, harus segera diidentifikasi dan diselesaikan. Percepatan penyerapan anggaran harus dilakukan secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengabaikan kualitas pelaksanaan kegiatan.
“Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun. Realisasi anggaran harus berjalan seiring dengan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ketiga, Pengelolaan Uang Persediaan Harus Lebih Tertib
Poin ketiga yang disampaikan berkaitan dengan pengelolaan Uang Persediaan (UP) di setiap perangkat daerah.
Wagub menegaskan bahwa minimal uang persediaan harus sudah dipertanggungjawabkan dan dilakukan Ganti Uang (GU) sebanyak empat kali.
Hal tersebut penting untuk menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan, mempercepat proses administrasi keuangan, serta menunjukkan tata kelola anggaran yang baik di setiap OPD.
Kepala perangkat daerah, pejabat pengelola keuangan, bendahara, serta seluruh pihak terkait diminta memperkuat koordinasi dan pengawasan internal agar tidak terjadi keterlambatan administrasi yang dapat menghambat pelaksanaan program.
Keenpat, Disiplin Kerja Tetap Diutamakan Meski Piala Dunia Berlangsung
Wagub juga mengingatkan seluruh ASN dan tenaga non-ASN agar tetap menjaga disiplin kerja meskipun pelaksanaan Piala Dunia tengah berlangsung dan menjadi perhatian masyarakat.
Aktivitas menonton maupun mengikuti perkembangan pertandingan tidak boleh mengganggu jam kerja, kehadiran pegawai, penyelesaian tugas, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah harus tetap hadir tepat waktu, menjalankan tugas sesuai tanggung jawab, serta menjaga profesionalisme dalam bekerja.
“Pelayanan publik tidak boleh terganggu. Masyarakat tetap membutuhkan kehadiran pemerintah yang responsif, cepat, ramah, dan mampu memberikan solusi,” pesannya.


Kelima, Perkuat Komitmen Kerja dan Pelayanan kepada Masyarakat
Menutup arahannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh ASN dan tenaga non-ASN untuk terus menjaga semangat kerja, loyalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi, mempercepat pelaksanaan program, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, tugas aparatur pemerintah bukan sekadar hadir di kantor, tetapi bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Papua Tengah.
“Mari jadikan apel gabungan ini sebagai pengingat untuk bekerja lebih tertib, lebih cepat, dan lebih bertanggung jawab demi kemajuan Papua Tengah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending