Connect with us

Berita Nasional

Ketum PBNU : Meneguhkan Ketulusan Khidmah dan Persatuan untuk Masa Depan Nahdlatul Ulama

Published

on

Kediri Jawa Timur – Pada acara Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan yang sarat dengan nilai-nilai keikhlasan, persatuan, dan pengabdian bagi kemajuan jam’iyah Nahdlatul Ulama.


Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya Munas dan Konbes yang menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, momentum ini merupakan kesempatan berharga bagi seluruh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para pimpinan wilayah, serta seluruh elemen organisasi di berbagai daerah untuk memberikan pengabdian terbaik demi masa depan NU yang lebih baik.
Dilansir dari NUOnline, KH. Yahya Cholil Staquf menekankan bahwa keberadaan setiap kader dan pengurus di dalam jam’iyah Nahdlatul Ulama berlandaskan pada semangat khidmah atau pengabdian. Khidmah tersebut bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, tetapi juga menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan dari jam’iyah yang telah berdiri kokoh dan memberikan manfaat besar bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Beliau mengajak seluruh peserta Munas dan Konbes untuk kembali meneguhkan ketulusan niat dalam berkhidmah. Segala pikiran, tenaga, dan upaya yang dicurahkan hendaknya diarahkan sepenuhnya untuk kemaslahatan organisasi dan masa depan Nahdlatul Ulama. Dengan demikian, setiap keputusan dan langkah yang dihasilkan dari forum musyawarah dapat menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan jam’iyah.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU juga mengingatkan pentingnya menghadirkan suasana musyawarah yang penuh kedamaian, kejujuran, dan kebersamaan. Beliau berharap seluruh rangkaian sidang dan pembahasan dapat berlangsung secara konstruktif dengan menghindari segala bentuk sikap yang berpotensi menimbulkan kontroversi, konflik, ataupun perpecahan baru di tengah warga Nahdliyin.
Mengutip pesan pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, beliau mengajak seluruh peserta untuk memperkuat ikatan cinta, persaudaraan, kerukunan, dan persatuan. Tidak hanya berkumpul secara fisik dalam forum-forum organisasi, tetapi juga menyatukan hati dan ruh dalam semangat mahabbah, ukhuwah, dan ittihad. Persatuan batin inilah yang menjadi kekuatan utama NU dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Lebih lanjut, KH. Yahya menyampaikan keyakinannya bahwa Nahdlatul Ulama dibangun di atas fondasi spiritual yang sangat kuat. Sejak didirikan oleh para ulama dan masyayikh, NU senantiasa berada dalam naungan ridha dan pemeliharaan Allah SWT. Oleh karena itu, berbagai upaya yang bertujuan mengganggu, mencederai, atau merusak kemuliaan jam’iyah tidak akan mampu menggoyahkan eksistensi NU yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, beliau juga mengingatkan sebuah wirid yang diwariskan oleh para ulama, khususnya KH. Muhammad Khalil bin Abdul Latif, sebagai simbol ikhtiar spiritual yang terus menjaga dan memelihara perjalanan jam’iyah Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, kekuatan ruhani yang diwariskan para ulama pendahulu akan senantiasa menjadi benteng dan sumber keberkahan bagi NU dalam menjalankan pengabdiannya kepada agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan.


Di akhir sambutan, Ketua Umum PBNU menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas dan Konbes Alim Ulama. Beliau menegaskan bahwa kontribusi pesantren ini tidak hanya berupa penyediaan fasilitas dan sarana kegiatan, tetapi juga menghadirkan dukungan spiritual melalui keberkahan para masyayikh dan pendirinya yang menjadi landasan rohani bagi terselenggaranya musyawarah tersebut.
Beliau berharap keberkahan yang terpancar dari lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dapat menjadi penolong dan penguat bagi seluruh peserta dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan demikian, seluruh rangkaian Munas dan Konbes Alim Ulama dapat berlangsung dengan lancar, damai, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat, membahagiakan seluruh pihak, serta membawa harapan baru bagi masa depan Nahdlatul Ulama yang semakin maju, kuat, dan berkhidmah untuk kemaslahatan umat.
“Semoga hasil-hasil musyawarah yang lahir dari forum ini menjadi bekal bagi Nahdlatul Ulama untuk terus menebarkan manfaat, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada agama, bangsa, negara, serta kemanusiaan. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.” (Red/***)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending