Uncategorized
DPRP Papua Tengah Soroti Kebakaran Hutan dan Ancaman Ketahanan Pangan
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah Jhon NR Gobai saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kebakaran hutan dan lahan di Gedung DPRP Papua Tengah, Kamis (27/8/2026). Dok. CM
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Tengah mendorong pemerintah daerah dan pemerintah pusat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Papua Tengah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kebakaran di Provinsi Papua Tengah yang digelar di Gedung DPRP Papua Tengah, Kamis (27/8/2026).
Dalam rapat tersebut, DPRP Papua Tengah mengundang sejumlah pihak terkait, di antaranya Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, Kepolisian, TNI, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan kolaborasi yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pihak kepolisian, dan TNI dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober membutuhkan perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Bencana ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan adalah hujan buatan, mengingat musim kemarau yang cukup panjang. Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi kekeringan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan perlunya dukungan sarana dan prasarana untuk mempercepat penanganan di wilayah yang terdampak kebakaran, termasuk kemungkinan penggunaan helikopter untuk menjangkau daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Selain kebakaran hutan dan lahan, DPRP turut menyoroti kondisi hujan es yang terjadi di Agandugume, Kabupaten Puncak. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berdampak terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah tersebut mengusulkan agar pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten membangun gudang cadangan pangan di Agandugume. Masyarakat juga perlu mendapatkan pembinaan mengenai pengolahan dan pengawetan pangan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara berulang.
“Karena kondisi ini sudah berulang kali terjadi, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi, termasuk membangun gudang cadangan pangan serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengolahan dan pengawetan pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila kondisi bencana berlangsung dalam waktu yang cukup lama, pemerintah daerah perlu menyiapkan alternatif pembelajaran dari rumah melalui sistem daring agar proses pendidikan tetap dapat berjalan.
Lebih lanjut, DPRP Papua Tengah mendorong pemerintah kabupaten/kota yang terdampak untuk menetapkan status bencana dan membentuk satuan tugas (Satgas). Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara terarah, konsisten, dan berkelanjutan melalui koordinasi antara pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. (*)
Berita Nabire
Pasar Karang Jadi Titik Temu, Long March Pelajar SPWP Nabire Dikawal Ketat Kapolres dan Danlanal

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Polres Nabire mengerahkan Sebanyak 467 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire, Selasa, 15 September 2026.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berfokus pada penolakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta tuntutan penyediaan fasilitas dan pendidikan gratis di Tanah Papua. Pergerakan massa berawal dari titik kumpul di area jalan sebelum SMP Negeri 2 Nabire, lalu berlanjut dengan melakukan long march menuju Pasar Karang untuk membaur bersama kelompok massa lainnya hingga mencapai sekitar 300 orang pelajar dan mahasiswa.


Di area pergerakan awal, dinamika penyampaian pendapat berlangsung lugas dan lantang. Koordinator Lapangan SPWP Nabire, Angin Agapa, menegaskan bahwa kebutuhan mendasar masyarakat Papua saat ini adalah jaminan akses serta mutu pendidikan yang layak, bukan sekadar program pembagian makanan.
“Kami tidak butuh makanan yang membodohi pelajar di Papua, stop tipu kami orang asli Papua. Kalau bisa, berikan kami beasiswa pendidikan dan fasilitas yang memadai,” tegas Angin saat berorasi di lapangan.
Usai menyampaikan sikapnya, massa bergerak menuju Pasar Karang dengan pengawalan ketat dan mendampingi langsung di lapangan oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu bersama Danlanal Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco
Setibanya di titik kumpul Pasar Karang, gelombang aksi berlanjut dengan seruan pemenuhan hak-hak dasar alokasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembebasan biaya pendidikan. Guna menjaga pergerakan massa tetap tertib hingga rute akhir di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah di kawasan Bandara Lama Nabire, kepolisian mengedepankan pola pengawalan yang kooperatif.


Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengimbau seluruh peserta aksi untuk senantiasa menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas di jalan raya.
“Kami imbau kepada rekan-rekan pelajar dan mahasiswa untuk tetap menjaga kondusivitas serta kelancaran arus lalu lintas. Aparat siap mengawal perjalanan long march ini sampai ke titik aksi, dengan syarat tetap mengikuti SOP pengamanan yang berlaku,” ujar AKBP Samuel.
Melalui pengawalan terpadu tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat terus mengedepankan sikap saling menghormati dan menahan diri dari segala bentuk provokasi. Kepolisian mengimbau massa aksi untuk menyampaikan seluruh poin tuntutan secara santun dan sesuai koridor hukum yang berlaku, sementara personel keamanan di lapangan diinstruksikan untuk terus bersikap persuasif demi memastikan situasi di seluruh wilayah Nabire tetap aman, damai, dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (*)
Berita Deiyai
Prioritaskan Komoditas Ekonomi Lokal Deiyai, Gubernur Meki Nawipa Bangun Pasar Mama-Mama dan Fasilitasi Petani

DEIYAI, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meninjau langsung aktivitas pedagang dan petani lokal di Pasar Mama-Mama Papua, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai. Peninjauan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kebutuhan sarana penunjang usaha rakyat di tingkat bawah.
Selain mengunjungi area pasar, rombongan juga meninjau Meubel Perahu Rakyat dan Galeri Budaya guna mendorong integrasi antara pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelestarian tradisi lokal, Selasa (8/9/2026).


“Pembangunan tidak berhenti pada fisik. Dukungan terhadap pendidikan, pelestarian budaya, dan penyediaan ruang usaha bagi mama-mama Papua adalah bagian penting memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujar Meki Nawipa.
Gubernur Meki berharap ketersediaan ruang usaha yang memadai di Deiyai mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani dan pedagang kecil secara berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen melengkapi fasilitas pendukung pasar agar roda perekonomian berbasis kearifan lokal dapat terus berputar. (*)
Berita Daerah
Aksi Bersih Pantai RRI Fest 2026, Kadis DLH Nabire: “Tanpa Memilah, Masalah Sampah Tak Selesai”

Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info — Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut mengambil bagian dalam aksi gerakan bersih pantai yang digelar di Pantai Nabire, Papua Tengah.
Aksi lingkungan ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan “RRI Fest 2026” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI), dengan mengusung tema “Harmoni, dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri”, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi LPP RRI Nabire ini berlangsung pada 4, 5, 7, dan 19 September 2026, dengan melibatkan unsur TNI-Polri, Wakil Bupati Nabire, Kadis DLH, serta jajaran Forkopimda.

Selain gerakan bersih pantai yang dimulai pukul 07.30 WIT, RRI Fest 2026 juga diramaikan dengan pembagian bibit pohon, senam sehat, donor darah, bazaar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan pangan murah, hingga ajang Bintang Radio.
Di sela-sela aksi pembersihan pantai, Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, menegaskan bahwa penanganan limbah pesisir tidak boleh berhenti pada aksi pembersihan semata, melainkan harus menyasar kebiasaan warga.
“Yang kami fokuskan adalah kita mulai memilah sampah dari sumbernya, karena tanpa memilah sampah dari sumbernya, kami yakin solusi permasalahan sampah tidak akan pernah selesai,” tegas Arfan.

Ia menjelaskan, sampah plastik yang terkumpul dari Pantai Nabire akan diolah melalui Bank Sampah Noken Lestari milik DLH. Botol dan kemasan plastik akan dipres di fasilitas yang telah disiapkan, lalu dikirim ke Surabaya menggunakan tol laut dalam dua bulan mendatang untuk didaur ulang.
Ke depan, DLH Kabupaten Nabire berkomitmen untuk terus memperluas edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik hingga ke sekolah-sekolah agar polusi plastik dapat ditekan secara berkelanjutan.
“Semoga aksi ini terus kita gaungkan ke depan, semoga polusi plastik yang menjadi ancaman untuk manusia akan kita hentikan secara perlahan-lahan,” pungkasnya. (*)
Berita Papua Tengah
Pemprov Papua Tengah dan DPRPT Gelar RDP Bahas Penanganan Karhutla Dampak El-Nino

NABIRE, PAPUA TENGAH, News.papauatengah.info – Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRPT, pukul 15.15 WIT.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah Viktor Fun yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Pejabat Utama (PJU) DPRPT, Kabinda Papua Tengah, unsur TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP), serta BPBD Papua Tengah. Kamis (27/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Setda Papua Tengah, Viktor Fun, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama instansi teknis serta TNI-Polri telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menanggulangi Karhutla yang dipicu oleh cuaca ekstrem El Nino sejak Juli hingga Agustus 2026.
Pemadaman di lapangan disiagakan secara rutin 24 jam oleh tim gabungan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup dengan dukungan personel Kapolda Papua Tengah serta Danrem. Selain Nabire, wilayah terdampak Karhutla juga mencakup Kabupaten Paniai, Deiyai, hingga Puncak Jaya.

“Kami berharap melalui sinergi bersama seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan, tidak ada lagi muncul titik api (hotspot) baru di wilayah Papua Tengah. Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat hingga maskapai penerbangan guna mengupayakan bantuan penanganan Karhutla di titik-titik lokasi terpencil yang sulit dijangkau oleh armada pemadam darat.” ujar Viktor Fun.
Ke depannya, hasil RDP ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor antara eksekutif, legislatif, dan institusi keamanan dalam memetakan serta mengeksekusi penanganan bencana Karhutla secara lebih efisien.
Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat Papua Tengah untuk menghentikan aktivitas pembakaran lahan mandiri demi mencegah meluasnya dampak bahaya kabut asap di kawasan regional. (*)
Uncategorized
KNPI Papua Tengah Rampungkan Rakerda I, Siapkan Rakornis untuk Perkuat Program Pemuda
Ketua DPD KNPI Papua Tengah Yustinus Tebai bersama jajaran pengurus dan peserta mengikuti Rakerda I KNPI Papua Tengah di Aula Kantor Bupati Paniai, Rabu (26/8/2026). Humas KNPI Paniai
PANIAI, PAPUA TENGAH | News.papuatengah.info— Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Tengah merampungkan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Aula Kantor Bupati Paniai, Rabu (26/8/2026).
Rakerda tersebut menjadi forum konsolidasi pengurus setelah pelantikan sekaligus momentum untuk menyusun arah kebijakan dan program prioritas kepemudaan di Papua Tengah. Pembahasan mencakup program dari tingkat provinsi, kabupaten, distrik hingga basis pemuda di tingkat paling bawah.
Wakil Ketua Umum DPP KNPI Edi Wijaya memimpin langsung forum tersebut. Hadir pula Ketua DPD KNPI Papua Tengah Yustinus Tebai, Sekretaris Clarce Levina Wambrauw, Bendahara Betty Goo, serta jajaran pengurus Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan kelompok Cipayung Plus se-Papua Tengah.

Ketua DPD KNPI Papua Tengah Yustinus Tebai mengatakan Rakerda I menjadi pijakan awal bagi organisasi untuk mengonsolidasikan seluruh potensi pemuda di daerah.Menurutnya, pengurus akan mematangkan berbagai poin strategis yang telah disepakati melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis).
Forum tersebut juga akan membahas rincian teknis program serta pembagian tugas setiap bidang.
“Pembahasan program akan kita matangkan dalam Rakornis. Kami mencari ruang strategis agar seluruh program kerja dapat terealisasi dan menggerakkan potensi pemuda, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga distrik dan basis terbawah,” ujar Yustinus seusai kegiatan.
Ia mengatakan pengurus masih memiliki sejumlah hal yang perlu disempurnakan. Karena itu, KNPI Papua Tengah akan menindaklanjuti berbagai catatan Rakerda dalam waktu dekat.Selain program kerja, Rakornis nantinya akan membedah penataan struktur pengurus pada setiap bidang.

Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap divisi memiliki prioritas kerja yang jelas, terukur, dan sesuai kebutuhan pemuda di Papua Tengah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP KNPI Edi Wijaya mendorong pengurus KNPI Papua Tengah membangun kemitraan yang kritis sekaligus konstruktif dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Edi menilai KNPI perlu aktif memberikan masukan kepada pemerintah daerah, termasuk kepada Gubernur Papua Tengah, agar kebijakan pembangunan turut mengakomodasi potensi dan kebutuhan generasi muda.
“Kawan-kawan pengurus di Papua Tengah perlu memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah dan Gubernur agar kebijakan pembangunan senantiasa mengedepankan potensi pemuda,” kata Edi.
Ia juga berharap pemerintah memberikan ruang yang luas kepada KNPI untuk berkontribusi melalui program-program kepemudaan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Dengan rampungnya Rakerda I, KNPI Papua Tengah kini mempersiapkan Rakornis sebagai tahap lanjutan untuk menerjemahkan arah kebijakan organisasi menjadi program kerja yang lebih teknis dan terukur.
Tag: KNPI Papua Tengah, Rakerda KNPI, Rakornis KNPI, pemuda Papua Tengah, Yustinus Tebai, Edi Wijaya, Paniai, Papua Tengah, OKP, Cipayung
Meta deskripsi: KNPI Papua Tengah rampungkan Rakerda I di Paniai dan siapkan Rakornis untuk mematangkan program kepemudaan di daerah. (*)
Red
-
Berita Nabire3 hari agoSebulan Dialog Konflik Intan Jaya Buntu, Jozan Sani Ancam Bakar Gedung DPR dan Kantor Gubernur Papua Tengah
-
Berita Nabire4 hari agoPemprov Papua Tengah Luruskan Isu Relokasi PKL Nabire, Dorong Kolaborasi Lintas Pemerintah
-
Berita Nabire2 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Jayawijaya6 hari ago3 Petugas Bapang Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Ini Pelanggaran HAM Berat!
-
Berita Nabire2 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire1 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire2 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Nabire7 hari agoTiba di Nabire Dini Hari, 11 Korban Kebakaran Bapouda Dimakamkan di Pemakaman Muslim Kampung Kimi











































