Connect with us

Berita Daerah

Bapperida Luncurkan Inovasi Digital SEMERU, Perkuat Ekonomi Pesisir dan Tekan Kemiskinan di Nabire

Published

on

Kepala Bapperida : SEMERU Selaras dengan Program Nasional, Mendorong Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah, Model Inovasi Daerah Nasional

NABIRE, PAPUA TENGAH-enagoNews – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Pd., M.Sc., meluncurkan proyek perubahan bertajuk SEMERU (Sea Market untuk Ekonomi Rakyat Unggul) sebagai strategi inovatif dalam pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir di Kabupaten Nabire.


Menurut Mukayat, potensi sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah pesisir Nabire sangat besar, namun belum mampu memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat akibat terbatasnya akses pasar, rendahnya nilai tambah hasil tangkapan, serta ketergantungan nelayan terhadap tengkulak.
“Permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya sumber daya, tetapi pada akses pasar yang masih terbatas dan rendahnya nilai tambah yang diterima nelayan. Karena itu, SEMERU hadir sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan berbasis pasar,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Kepala Bapperida Dr.Mukayat saat menjadi Nara Sumber dalam acara Sensus Ekonomi yang diselenggarakan BPS Nabire


SEMERU Selaras dengan Program Nasional
Program SEMERU dirancang sebagai model intervensi pengentasan kemiskinan berbasis pasar yang berfokus pada masyarakat pesisir, khususnya di Distrik Kepulauan Moora dan Distrik Yaur.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, terutama pada agenda pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, SEMERU diharapkan mampu membangun sistem ekonomi pesisir yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Tujuan Jangka Pendek : Membuka Akses Pasar Nelayan
Pada tahap awal atau dalam rentang waktu 1–2 bulan, Bapperida menargetkan terlaksananya Sea Market perdana sebagai proof of concept atau pembuktian konsep dalam membuka akses pasar langsung bagi masyarakat pesisir.


Beberapa target yang ingin dicapai meliputi:
1.Terselenggaranya Sea Market pertama sebagai wadah transaksi langsung antara nelayan dan pembeli.
2.Terbentuknya kemitraan awal antara nelayan dan offtaker.
3.Tersusunnya desain model serta kerangka kebijakan SEMERU.
4.Penguatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung implementasi program.
Jangka Menengah : Penguatan Sistem dan Ekspansi Wilayah
Dalam periode 6–12 bulan, SEMERU akan diperluas ke sejumlah distrik pesisir lainnya, yakni Distrik Teluk Umar, Distrik Wapoga, dan Distrik Napan.
Fokus pengembangannya meliputi:
1.Perluasan cakupan implementasi program.
2.Integrasi program lintas perangkat daerah.
3.Penguatan rantai nilai dan distribusi komoditas perikanan.
4.Pengembangan platform digital SEMERU sebagai sarana informasi harga, akses pasar, serta monitoring dan evaluasi berbasis data.
Jangka Panjang : Mewujudkan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
Dalam kurun waktu 1–2 tahun ke depan, SEMERU diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi pesisir yang mandiri dan berkelanjutan.
Target yang ingin diwujudkan antara lain:
1.Meningkatkan daya saing dan nilai tambah komoditas perikanan.
2.Memperluas akses ekonomi masyarakat pesisir secara inklusif.
3.Menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kabupaten Nabire.
4.Membangun ekosistem ekonomi lokal yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan pasar.
Manfaat Langsung bagi Masyarakat Pesisir
Melalui SEMERU, nelayan dan masyarakat pesisir akan memperoleh akses pasar yang lebih luas tanpa ketergantungan pada perantara.
Dengan sistem pemasaran yang lebih terbuka dan kompetitif, masyarakat diharapkan dapat memperoleh harga jual yang lebih baik sehingga pendapatan meningkat secara bertahap.
Selain itu, program ini juga akan memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai distribusi serta mendorong transformasi ekonomi dari pola subsisten menuju ekonomi produktif berbasis pasar.
Mendorong Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah
Bagi Pemerintah Kabupaten Nabire, implementasi SEMERU menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan melalui pendekatan ekonomi produktif.
Program ini juga akan mengintegrasikan berbagai program lintas sektor sehingga mengurangi tumpang tindih kebijakan serta meningkatkan efisiensi pembangunan daerah.
Dalam hal ini, Bapperida berperan sebagai integrator kebijakan dan pengendali program pembangunan yang memastikan seluruh intervensi berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
Membuka Peluang Bagi UMKM dan Dunia Usaha
SEMERU juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha, UMKM, dan lembaga keuangan melalui terbukanya akses langsung terhadap pasokan hasil perikanan berkualitas.
Kondisi ini akan mendukung keberlanjutan produksi, memperluas peluang usaha pengolahan hasil laut, serta membangun kemitraan usaha yang lebih stabil dan saling menguntungkan.
Selain itu, akses pembiayaan bagi masyarakat pesisir juga diharapkan meningkat melalui sistem ekonomi yang lebih terstruktur dan terpantau.
Kondisi yang Diharapkan
Melalui implementasi SEMERU, Pemerintah Kabupaten Nabire menargetkan terciptanya:

  1. 1.Akses Pasar yang Lebih Terbuka
    Nelayan dapat menjual hasil tangkapannya langsung kepada pembeli tanpa ketergantungan pada tengkulak.
  2. 2.Peningkatan Pendapatan Masyarakat
    Harga komoditas menjadi lebih kompetitif dan adil sehingga pendapatan masyarakat meningkat.
  3. 3.Sistem Distribusi yang Efektif
    Rantai distribusi menjadi lebih pendek, efisien, dan terorganisir.
  4. 4.Integrasi Program Lintas Sektor
    Program pembangunan berjalan terpadu dan saling mendukung.
  5. 5.Ekosistem Ekonomi Pesisir yang Berkelanjutan
    Terbangunnya kemitraan kuat antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan.
  6. 6.Pemanfaatan Teknologi Digital
    Tersedianya platform digital untuk informasi harga, transaksi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.
    Penguatan Kompetensi dan Tata Kelola
    Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Bapperida juga menyiapkan strategi pengembangan kompetensi bagi aparatur dan pemangku kepentingan melalui pelatihan, workshop, coaching, mentoring, pendampingan lapangan, hingga benchmarking.
    Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis, tata kelola kolaboratif, pemanfaatan teknologi informasi, serta kemampuan pengambilan kebijakan berbasis data dalam mendukung transformasi ekonomi masyarakat pesisir.
    Menjadi Model Inovasi Daerah Nasional
    Dr. Mukayat optimistis SEMERU dapat menjadi model inovasi daerah yang mampu direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia.
    “SEMERU bukan sekadar program jangka pendek, tetapi fondasi pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan. Kami berkomitmen penuh menjadikannya sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Nabire,” pungkasnya.(Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending