Berita Nabire
Ditresnarkoba Polda Papua Tengah Musnahkan 242 Gram Narkotika dari Tiga Perkara
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua Tengah memusnahkan 242,0836 gram barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja dari tiga perkara yang sedang ditangani penyidik. Pemusnahan ini menjadi bagian dari penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di Papua Tengah.
Kegiatan berlangsung di Kantor Ditresnarkoba Polda Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Jumat (18/9/2026), pukul 10.30 hingga 11.30 WIT. Pemusnahan dipimpin Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Papua Tengah, Kompol Suheriadi, S.H., S.I.K., M.M.
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas sabu seberat 7,1478 gram, sabu seberat 5,1211 gram, serta ganja seberat 229,8147 gram. Seluruh barang bukti tersebut berasal dari tiga perkara narkotika yang melibatkan tersangka berinisial SA, MI, dan RT.

Perkara yang melibatkan SA dan MI dilaporkan pada 1 September 2026, sedangkan perkara RT dilaporkan pada 5 September 2026. Ketiga tersangka turut hadir menyaksikan langsung pemusnahan barang bukti yang berkaitan dengan perkara masing-masing.
Dalam penanganan perkara tersebut, polisi melakukan pengembangan terhadap barang bukti yang diamankan. Salah satunya terkait perkara sabu yang melibatkan SA.
“Dari tangan tersangka, kami mengamankan satu paket sabu di rumah kos. Kemudian dilakukan pengembangan ke salah satu jasa pengiriman J&T dan kembali ditemukan tiga paket sabu yang diduga milik tersangka,” kata Kompol Henry Manurung.
Pemusnahan dilakukan setelah memperoleh izin dari Pengadilan Negeri Nabire pada 17 September 2026. Pelaksanaan kegiatan turut disaksikan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nabire, Ema K. Dogomo, S.H., penasihat hukum tersangka Dr. Mochamad Fadly Fitri, S.H., M.H., perwakilan Irwasda Ipda Anang, serta perwakilan Bidang Humas Polda Papua Tengah.

Pemusnahan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan barang sitaan untuk mencegah penyalahgunaan selama proses hukum berlangsung. Henry menegaskan pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari penanganan perkara.
“Pemusnahan ini merupakan bagian dari proses penanganan perkara sekaligus memastikan barang bukti yang telah diamankan tidak kembali beredar di masyarakat,” pungkasnya.
Meski barang bukti telah dimusnahkan, penyidikan terhadap SA, MI, dan RT tetap berlanjut. Ketiga perkara tersebut masih diproses Ditresnarkoba Polda Papua Tengah sesuai tahapan hukum yang berlaku.
Kegiatan pemusnahan berlangsung hingga pukul 11.30 WIT dengan melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan, pengadilan, penasihat hukum, dan pihak terkait lainnya.
Berita Nabire
Taman Gizi Disiapkan Jadi Lokasi UMKM, Satpol PP Pastikan Keamanan Pedagang

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Penataan kawasan Taman Gizi Nabire mulai dilakukan sebagai bagian dari persiapan relokasi pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pantai Nabire. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire memastikan proses pemindahan hingga aktivitas para pedagang di lokasi baru akan mendapat pengamanan dan pengawasan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kasatpol PP Kabupaten Nabire, Konstantina Waray, S.IP, saat ditemui di Taman Gizi, Jumat (18/9/2026), dalam kegiatan Karya Bakti TNI bertema “TNI Peduli Sampah Bersama Masyarakat” dalam rangka menyongsong HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Ia mengatakan, Satpol PP siap menjalankan kebijakan pimpinan terkait penataan kota, termasuk penataan kawasan Taman Gizi yang nantinya akan menjadi lokasi aktivitas UMKM masyarakat.
“Kami dari Satpol PP sebagai perangkat daerah siap mengamankan perintah pimpinan, dalam hal ini penataan kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum proses penataan dilakukan, Satpol PP telah berdialog dengan pihak-pihak yang mengklaim kawasan tersebut. Dialog dilakukan untuk memastikan proses penataan berjalan dengan baik sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya beraktivitas di lokasi tersebut.
“Kami telah melakukan dialog dengan pihak yang mengklaim dan mereka sendiri tahu bahwa ini aset Pemda yang harus ditata oleh pemerintah,” jelasnya.
Penataan kawasan diawali dengan kegiatan pembersihan sampah di area Taman Gizi bersama TNI dan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran dinding sebagai bagian dari persiapan lokasi yang akan digunakan para pedagang dari Pantai Nabire.


Terkait jadwal pemindahan, Konstantina mengatakan pihaknya akan menyesuaikan dengan jadwal yang telah disampaikan Bupati Nabire.
“Ketika hari ini temboknya dirobohkan, berarti hari Senin kami sudah mulai menata para pedagang,” katanya.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban, Satpol PP akan melakukan pengawasan serta menyiapkan pos penjagaan di kawasan tersebut.
“Ketika ini ditata baik dan mereka jualan di sini, kami akan buat pos penjagaan. Kami dari Satpol PP akan selalu mengawasi dan menjaga keamanan yang ada di sini,” tegasnya.
Ia berharap proses penataan dan pemindahan para pedagang dapat berjalan tertib, aman, dan lancar. Ia juga berharap Taman Gizi dapat dimanfaatkan secara baik sebagai ruang aktivitas UMKM masyarakat sekaligus menjadi kawasan yang lebih bersih, aman, nyaman, dan tertata. (*)
Berita Nabire
Taman Gizi Disiapkan untuk UMKM, Sekda Nabire Ajak Semua Pihak Dukung Penataan

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Pemerintah Kabupaten Nabire mulai menata kawasan Taman Gizi untuk menjadi lokasi baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan kawasan kota yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., mengatakan Taman Gizi dipersiapkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan di kawasan Pantai Nabire, Jumat (18/9/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Taman Gizi, dalam kegiatan Karya Bakti TNI Peduli Sampah Bersama Masyarakat yang merupakan rangkaian menyongsong HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Menurutnya, pemindahan UMKM dari kawasan Pantai Nabire dilakukan seiring perkembangan Kota Nabire yang semakin pesat. Kawasan pantai dinilai perlu dikembangkan dan ditata sebagai ruang wisata, sementara aktivitas UMKM membutuhkan lokasi yang lebih sesuai.
“Kalau tetap dijadikan di sana untuk tempat wisata, termasuk untuk pengembangan UMKM dari masyarakat, memang sudah tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam penataan kawasan tersebut. Menurutnya, aktivitas perdagangan dan lalu lintas masyarakat di lokasi sebelumnya perlu ditata agar tidak menimbulkan persoalan maupun potensi bahaya.
Karena itu, pemerintah mengarahkan para pelaku UMKM ke lokasi baru di Taman Gizi. Penataan kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih layak bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.


Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak TNI, Polri, organisasi masyarakat, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mendukung proses penataan.
“Memang perintah Pak Bupati, tetapi yang melaksanakan itu kita semua, baik dari TNI, Polri, seluruh elemen masyarakat dan organisasi,” katanya.
Ia berharap kebersamaan tersebut dapat mewujudkan cita-cita menjadikan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah yang bersih, nyaman, dan indah.
“Setelah kita menjadi kota provinsi, apa yang kita cita-citakan, mari kita semua saling mendukung,” pungkasnya. (*)
Berita Daerah
Menuju HUT ke-81 TNI, Ratusan Peserta Bergerak Bersihkan Taman Gizi

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dalam rangka menyongsong HUT ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026, sekitar 300 peserta dari berbagai unsur menggelar Karya Bakti TNI Peduli Sampah Bersama Masyarakat di kawasan Taman Gizi Nabire, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui gotong royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, organisasi masyarakat Barisan Merah Putih (BMP) Nabire.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan sampah di sejumlah titik dalam kawasan Taman Gizi. Setelah aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan pembongkaran sejumlah bagian dinding yang mengarah ke pantai.


Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 173/PVB Papua Tengah, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi, hari ini kami bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan ini intinya adalah Karya Bakti, salah satunya dengan melaksanakan pembersihan di area Taman Gizi,” katanya.
Ia menjelaskan, pembongkaran dinding juga menjadi bagian dari persiapan penataan kawasan Taman Gizi. Nantinya, kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pantai Nabire.


“Setelah itu nanti akan ada relokasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pembersihan dan pembongkaran tembok ini merupakan langkah lanjutan pemerintah daerah untuk merelokasi pedagang-pedagang di Pantai MAP yang akan dipindahkan ke sini,” ujarnya.
Kolonel Fajar menambahkan, setelah proses tersebut selesai, pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Nantinya ini akan ditata rapi oleh pemerintah daerah sehingga layak untuk dijadikan sarana atau tempat keluarga dan pariwisata di wilayah Kota Nabire,” katanya.
Kegiatan Karya Bakti berlangsung hingga selesai dan melibatkan berbagai unsur sebagai wujud gotong royong dalam menjaga kebersihan serta mendukung penataan kawasan di Kabupaten Nabire. (*)
Berita Nabire
Gelar HUT Dishub Ke-55 di Nabire, Fransiskus Magai: Fokus Sinergi Darat, Laut, dan Udara

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire memfokuskan peringatan Hari Perhubungan Nasional Ke-55 Tahun 2026 pada pelaksanaan upacara bendera serta penguatan koordinasi antarinstansi. Terbatasnya alokasi anggaran dan efisiensi waktu menjadi alasan utama tidak digelarnya rangkaian kegiatan tambahan pada peringatan tahun ini. Meskipun demikian, penguatan konektivitas di wilayah darat, laut, dan udara tetap menjadi prioritas pelayanan publik di kawasan ibu kota Provinsi Papua Tengah tersebut, Kamis (17/9/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire Fransiskus Magai menyampaikan, fokus peringatan tahun ini diarahkan penuh pada kekhidmatan upacara bendera.


“Kami tidak melakukan kegiatan tambahan karena waktu yang mendesak serta adanya koordinasi dengan pemerintah provinsi. Kami berfokus pada upacara untuk menegaskan komitmen perhubungan dalam menyambungkan wilayah melalui transportasi darat, laut, dan udara,” ujar Fransiskus saat ditemui di ruang kerjanya.
Fransiskus menambahkan, sinergi dan koordinasi aktif antarpangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus transportasi publik di tengah tantangan daerah. Di samping perbaikan tata kelola moda transportasi lokal, ia berharap seluruh pemangku kepentingan sektor perhubungan dapat terus memperkuat kolaborasi, terlebih di tengah paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini melanda wilayah Nabire.


“Perhubungan menyangkut tiga matriks vital darat, laut, dan udara sehingga butuh kebersamaan untuk memberikan pelayanan maksimal. Kami berharap koordinasi ini semakin solid, khususnya dalam menjaga keselamatan serta kelancaran transportasi masyarakat saat jarak pandang dan aktivitas penerbangan terganggu akibat kabut asap,” pungkas Fransiskus.
Berita Nabire
Peringati Harhubnas Ke-55 Tahun 2026, Mesak Magai Dorong Transportasi Aman dan Konektivitas Merata

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info– Keselamatan dan konektivitas transportasi menjadi perhatian utama dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kabupaten Nabire. Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi tanggung jawab moral seluruh insan perhubungan, bukan sekadar bagian dari rutinitas administratif, Kamis (17/9/2026).
Pesan tersebut disampaikan Mesak saat bertindak sebagai inspektur upacara Harhubnas 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Nabire. Upacara tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Dalam amanatnya, Bupati Nabire menyampaikan keprihatinan atas berbagai musibah transportasi yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap penyelenggaraan transportasi.
“Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif dalam sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Kesadaran terhadap keselamatan harus hidup di lapangan,” tegasnya.
Ia mengatakan tantangan sektor transportasi semakin kompleks, terutama ketika harus menghadapi kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.
Dalam kondisi tersebut, Mesak menekankan pentingnya menjaga keselamatan sekaligus memastikan konektivitas masyarakat tetap berjalan.
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Kita harus berani menghentikan operasi ketika keadaan tidak aman, tetapi juga harus cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus,” ujarnya.
Bupati Nabire juga menyoroti pentingnya transportasi dalam membuka akses ekonomi dan memperluas pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat di wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan terpencil.
Ia mendorong agar pelayanan transportasi perintis tetap dijaga, angkutan massal perkotaan diperkuat, integrasi antarmoda ditingkatkan, serta sistem logistik diperbaiki sehingga konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan transportasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat kita,” katanya.
Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan momentum Harhubnas 2026 sebagai titik awal untuk memperkuat budaya keselamatan sepanjang tahun.
“Selamat Hari Perhubungan Nasional Tahun 2026. Menghubungkan Indonesia untuk masa depan lebih maju. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap perjalanan, menguatkan langkah kita, dan meneguhkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Ia berharap peringatan Harhubnas 2026 tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh insan perhubungan untuk terus meningkatkan keselamatan, kualitas pelayanan, dan konektivitas transportasi. Dengan demikian, transportasi di Papua Tengah diharapkan semakin aman, terjangkau, dan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
-
Berita Nabire6 hari agoSebulan Dialog Konflik Intan Jaya Buntu, Jozan Sani Ancam Bakar Gedung DPR dan Kantor Gubernur Papua Tengah
-
Berita Nabire6 hari agoPemprov Papua Tengah Luruskan Isu Relokasi PKL Nabire, Dorong Kolaborasi Lintas Pemerintah
-
Berita Nabire5 hari agoGPMI-I Menolak Keras Kunker Gubernur Meki dan Rombongan Ke Intan Jaya, Jozan Sani: “Hentikan Kegiatan Seremonial dan Segera Bentuk Pansus”
-
Berita Nabire5 hari agoKarhutla di Nabire Barat Lahap 67 Hektare Lahan Sawit: Terbakar atau Dibakar?
-
Berita Nabire4 hari agoLantik 5 Pejabat Papua Tengah, Gubernur MEPA Tegaskan Kemajuan Birokrasi Ada di Tangan Pemimpin yang Amanah
-
Berita Nabire5 hari agoSentuhan Kasih Bhayangkari Papua Tengah Salurkan Logistik Korban Kebakaran Kompas Paniai
-
Berita Paniai7 hari agoWagub Deinas Geley Minta Kepala Kampung Jaga Kondusivitas Pembangunan di Paniai
-
Berita Nabire2 hari agoJadwal KM Gunung Dempo Jayapura-Nabire Mundur 3 Jam, Ini Penjelasan Pelni Nabire



















































