Connect with us

Berita Daerah

Dualisme PWI Pusat Selesai, PWI Papua Tengah Gelar Rapat Perdana Menuju Pelantikan & Program Lanjutan

Published

on


Nabire, Papua Tengah – enagiNews – Setelah polemik dualisme kepemimpinan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi berakhir dengan pengakuan Ahmad Munir sebagai Ketua PWI yang sah, roda organisasi di daerah mulai kembali bergerak. PWI Provinsi Papua Tengah pun langsung tancap gas dengan menggelar rapat perdana pengurus, Sabtu (24/1/2026), di Caffee Corner, Nabire.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua PWI Papua Tengah, Bambe, didampingi Sekretaris Suroso, S.E. Pertemuan ini terasa istimewa karena turut dihadiri tokoh pers Papua, Abdul Munib, mantan Ketua PWI Provinsi Papua yang dikenal sebagai salah satu “guru besar” wartawan Papua.
Dalam sambutannya, Sekretaris PWI Papua Tengah Suroso menjelaskan bahwa selama hampir dua tahun roda organisasi di daerah praktis tersendat akibat konflik di tingkat pusat.
“Kita sudah terbentuk, tetapi saat itu terjadi dualisme kepengurusan di PWI Pusat. Akibatnya, kita di daerah hanya bisa menunggu. Baru setelah kepengurusan pusat selesai dan sah, kita bisa mulai bergerak kembali,” ujar Suroso.


Ia menambahkan, ke depan banyak agenda penting yang harus segera dijalankan, mulai dari pelantikan pengurus, pendidikan dan pelatihan, hingga penyusunan program kerja yang selaras dengan kebijakan PWI Pusat.
Sementara itu, Ketua PWI Papua Tengah, Lambert Palaklely, memaparkan kronologi singkat dinamika organisasi yang terjadi sejak 2024 hingga Agustus 2025, yang berdampak langsung pada stagnasi program di daerah.
“Karena belum ada pengesahan dari Dewan Pers akibat konflik di pusat, kita hampir dua tahun tidak bisa berbuat banyak. Program tidak jalan, organisasi pun seperti mati suri. Tapi puji Tuhan, sekarang PWI sudah satu, dan kita bisa kembali melaksanakan program-program ke depan,” katanya.
Ia juga menyinggung agenda nasional terdekat, yakni peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari, yang didahului dengan Kongres Nasional (Konkernas) pada 8 Februari 2026. Dalam forum tersebut, akan dibahas draf PD/PRT untuk lima tahun ke depan.


“Drafnya sudah dibagikan. Kalau ada masukan dari daerah, kita bisa sampaikan secara resmi saat Kongres,” jelasnya.
Selain itu, Lambert menegaskan bahwa peningkatan kapasitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tetap menjadi program prioritas PWI Papua Tengah.
“Banyak teman-teman yang sudah lama mengabdi dan perlu naik jenjang, juga ada wartawan muda yang harus kita siapkan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Suroso menekankan bahwa PWI Papua Tengah harus segera “jemput bola” dengan menyiapkan agenda pelantikan pengurus serta menyusun kegiatan rutin organisasi.
“Walaupun kita sudah punya SK, tapi kita belum dilantik. Ini yang harus kita persiapkan. Soal teknis dan pendanaan memang jadi tantangan, tapi kita harus mulai menyusun langkah dari sekarang,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang diskusi bagi seluruh anggota untuk menyampaikan ide dan gagasan demi menghidupkan kembali aktivitas organisasi.
Rapat perdana ini menjadi titik awal kebangkitan PWI Papua Tengah setelah melewati masa stagnasi panjang akibat konflik kepemimpinan di tingkat pusat. Dengan soliditas baru, PWI Papua Tengah menargetkan segera melaksanakan pelantikan, program peningkatan kompetensi wartawan, serta memperkuat peran pers di Papua Tengah. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending