PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRK Nabire, Hugo Martinus Karubaba, S.E., M.Ec.Dev., menggelar rapat internal perdana bersama seluruh pejabat struktural, aparatur sipil negara (ASN), dan staf di lingkungan Sekretariat DPRK Nabire, Senin (29/6/2026), di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRK Nabire.
Pertemuan tersebut menjadi momentum perkenalan resmi Plt Sekwan yang baru sekaligus ajang membangun komunikasi awal dengan seluruh jajaran sekretariat. Dalam sambutannya, Hugo memperkenalkan latar belakang kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nabire sejak tahun 2006. Ia menjelaskan telah mengemban berbagai tugas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah. Selain pernah bertugas di Bappeda, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pariwisata hingga Dinas Tata Ruang dan Kawasan Permukiman (DTRK), sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Penetapan dan Perhitungan Pajak Daerah di Bapenda.
“Melalui kepercayaan Bapak Bupati, saya diminta melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris DPRK Nabire. Sebagai abdi negara, tentu saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Hugo. Ia mengungkapkan, penugasannya ke Sekretariat DPRK juga disertai arahan dari Sekretaris Daerah agar segera melakukan penataan organisasi, memperkuat konsolidasi internal serta membangun komunikasi yang baik demi meningkatkan kualitas pelayanan sekretariat. Karena itu, Hugo mengajak seluruh pejabat dan staf untuk bersama-sama membangun kerja sama yang solid, saling mendukung, serta terbuka dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan kerja. “Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan penataan, konsolidasi, dan komunikasi sehingga kita bersama-sama dapat memberikan yang terbaik bagi lembaga ini,” katanya. Dalam arahannya, Hugo juga meminta dukungan dari seluruh jajaran, khususnya para pejabat senior yang telah lama bertugas di Sekretariat DPRK Nabire. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para senior menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada pimpinan dan anggota DPRK merupakan prioritas utama sekretariat. Oleh karena itu, setiap kendala yang muncul di lapangan diharapkan segera dikomunikasikan secara internal agar dapat diselesaikan bersama tanpa menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu kinerja lembaga.
Selain itu, Hugo menyoroti pentingnya transformasi digital di lingkungan Sekretariat DPRK Nabire. Ia berharap seluruh proses administrasi dan pelayanan secara bertahap meninggalkan sistem manual menuju sistem digital yang saling terintegrasi sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif, efisien, dan akuntabel. “Ke depan kita harus mulai beradaptasi dengan sistem digital agar pelayanan kepada pimpinan, anggota DPRK maupun masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan profesional,” ujarnya. Terkait penyampaian informasi kepada publik, Hugo menegaskan penerapan kebijakan satu pintu. Ia meminta seluruh pegawai tidak memberikan informasi kepada pihak luar tanpa melalui mekanisme dan persetujuan pimpinan guna menjaga validitas informasi serta mencegah terjadinya disinformasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya budaya berbagi pengetahuan (knowledge transfer) antara pegawai senior dengan staf yang lebih muda. Menurutnya, proses regenerasi harus dipersiapkan sejak dini agar kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi tetap terjaga.
Rapat perdana itu juga dimanfaatkan sebagai forum mendengarkan berbagai masukan dari para pejabat dan staf. Hugo menyatakan terbuka terhadap kritik maupun saran sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan secara bertahap. “Saya berharap kita bisa saling mengoreksi, saling mengingatkan, dan bersama-sama mencari solusi atas setiap persoalan yang ada. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin semua tantangan dapat kita hadapi,” tuturnya. Di akhir arahannya, Hugo kembali menegaskan bahwa Sekretariat DPRK memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRK. Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk menanamkan rasa tanggung jawab, integritas, disiplin, serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Usai sambutan perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan seluruh pejabat struktural dan staf Sekretariat DPRK Nabire guna mempererat kebersamaan dan memperkuat koordinasi di lingkungan kerja. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).
Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.
Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.
Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).
Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.
Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.
“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.
Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.
“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo). Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.
Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.
Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.
Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB. “Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi. Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.
Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)