Connect with us

Berita Daerah

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, TK Yapis Nabire Tanamkan Keteladanan Rasulullah SAW Sejak Dini

Published

on


PAPU TENGAH, CENTRAL MEDIA – Taman Kanak-Kanak (TK) Yapis (Yayasan Pendidikan Islam) Kota Lama Nabire menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai upaya menanamkan nilai keimanan, keteladanan, dan pentingnya ibadah salat kepada peserta didik sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung di halaman TK Yapis, Jalan Trikora, Nabire, Sabtu (10/1/2026) atau bertepatan dengan 21 Rajab 1447 H ini dihadiri Ketua Yayasan Yapis Cabang Nabire La Halim, Kepala Sekolah TK Yapis Insyiroh Retno Widyawati, dewan guru, orang tua/wali murid, serta seluruh anak didik.


Ceramah Isra Mi’raj Tekankan Kewajiban Salat Lima Waktu
Peringatan Isra Mi’raj diisi dengan ceramah keagamaan oleh Ustadz Nur Ihsan, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa agung perjalanan meta fisika Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi menuju Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian naik ke luar angkasa hingga Sidratul Muntaha.
“Isra secara etimologi berarti perjalanan dan Mi’raj berarti naik. Dalam peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT,” jelas Ustadz Nur Ihsan.
Ia mengisahkan, pada awalnya Rasulullah SAW menerima perintah salat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam yang kemudian diringankan menjadi lima waktu. Peristiwa Isra Mi’raj ini diperkirakan terjadi pada malam hari setelah waktu salat Isya.


Menurutnya, perintah salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena tidak disampaikan melalui Malaikat Jibril, melainkan Allah SWT langsung memanggil Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut menegaskan betapa agungnya salat dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW Teladan Utama Akhlak Mulia
Ustadz Nur Ihsan juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia, baik dalam sikap, perilaku, maupun cara beliau memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang dan kemuliaan.
“Akhlak Rasulullah SAW adalah contoh nyata, teladan terbaik. Bagaimana manusia seharusnya bersikap dalam kehidupan sehari-hari, terutama memperlakukan istri dan keluarga” tegasnya.
Ketua Yapis: Nilai Keteladanan Harus Ditanamkan Sejak Dini
Usai kegiatan, Ketua Yayasan Yapis Cabang Nabire La Halim mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj bertujuan mengenalkan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam sejak usia dini.
“Anak-anak perlu dibekali ilmu pengetahuan, ilmu agama, serta akhlak dan budi pekerti yang mulia agar siap menghadapi kehidupan di masa depan, apalah artinya memiliki ilmu jika tidak diiringi dengan Budi pekerti yang luhur, “ujar La Halim.
Ia berharap TK Yapis Nabire terus eksis membimbing generasi muda dengan keseimbangan ilmu, iman, dan amal.


TK Yapis Biasakan Salat Dhuha dan Baca Al-Qur’an
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Yapis Nabire Insyiroh Retno Widyawati menjelaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan sarana edukasi untuk mengenalkan Nabi Muhammad SAW dan hikmah perintah salat kepada peserta didik. Bisa meneladani akhlak mulia rosulillah.
“Dengan memahami Isra Mi’raj, anak-anak akan mengetahui betapa pentingnya salat lima waktu karena salat hukumnya wajib dan merupakan amal ibadah pertama yang akan dihisab,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa TK Yapis Kota Lama Nabire telah membudayakan praktik salat Dhuha sejak tahun 2002 sebagai bagian dari pembelajaran karakter Islami. Selain itu, pembelajaran baca Al-Qur’an juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga membaca Al-Qur’an keseluruhan secara lancar.
“Untuk baca Al-Qur’an, kami tinggal melanjutkan sesuai kemampuan anak didik masing-masing, bekal pembelajaran bacaannya dari rumah, ” tutup Insyiroh.
(Mus)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending