Berita Daerah
Kepala Suku Simapitowa Imbau Mahasiswa dan Pelajar di Nabire Tak Mudah Terprovokasi Hoaks
Published
13 detik agoon
By
Alvira
NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Kepala Suku Besar Simapitowa Kabupaten Nabire, Fabianus Tebai, mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, untuk tidak mudah terprovokasi oleh selebaran provokatif yang beredar di media sosial.
Imbauan ini disampaikan menanggapi beredarnya unggahan provokasi di akun Facebook yang dibagikan oleh akun Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire dengan tulisan ” Kapolres Nabire Stop Diskriminasi ” Intimidasi dan Teror Terhadap Pelajar yang Terlibat dalam Aksi Penolakan MBG” pada bulan September di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah yang berkantor dihalaman Bandara Lama Nabire”. Unggahan hoaks yang belum diketahui motif maupun sosok pengelolanya tersebut menuduh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu dan jajaran melakukan intimidasi serta teror terhadap pelajar.


Fabianus menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan berita bohong yang sengaja disebarkan untuk memicu perpecahan di ibu kota Provinsi Papua Tengah tersebut.
Fabianus mengecam keras oknum atau dalang di balik penyebaran informasi palsu tersebut dan mengingatkan masyarakat untuk mematuhi hukum.
Ia menegaskan bahwa perbuatan menyebarkan berita bohong dan mencemarkan nama baik melalui media elektronik dapat dijerat Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp400 juta.
“Indonesia ini negara hukum, jadi hati-hatilah dalam bertindak karena masa depan kalian masih panjang. Yang rugi adalah kalian sendiri jika termakan propaganda dan provokasi. Bagi oknum di balik semua ini, jika mencoreng nama institusi Polri wilayah Nabire, harus diproses hukum,” tegas Fabianus dengan nada bergetar saat diwawancarai, Senin (12/10/2026).

Ia turut mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian setempat yang dinilainya mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Cara kerja Kapolres sekarang, AKBP Samuel Tatiratu, sangat humanis. Beliau sudah memfasilitasi kalian dalam aksi demo dan mengawal saat longmarch, tetapi kalian justru mencoreng nama baiknya dan menyebarkan hoaks. Mari berpikir yang baik saja dan bangun Tanah Papua ini dengan kenyamanan, intinya semua huru-hara ini ada oknum tidak bertanggung jawab di baliknya,” ujar Fabianus, seraya berharap generasi muda Nabire dapat tumbuh menjadi calon pemimpin yang mendukung pemerintah demi kemajuan daerah.
Pada akhir keterangannya, seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa, dan pelajar agar bisa untuk bersatu menjaga kamtibmas di Kabupaten Nabire, tidak mudah terprovokasi isu pemecah belah antarsuku, serta bijak dalam bermedia sosial. (*)
You may like
-

Aturan Mutasi ASN Papua Tengah Diperketat, BKPSDM Tekankan Sistem Merit
-

Dinas Pertanian Nabire Dorong Kelompok Tani Lokal Masuk Rantai Pasok SPPG
-

Dari Data ke Kebijakan, Mesak Magai Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Nabire
-

Tujuh Pesan Penting Wagub Deinas Geley pada Konferda I GAMKI Papua Tengah di Nabire
-

Perluas Jaminan Sosial dan Pelatihan OAP, Pemprov Papua Tengah Kucurkan Rp 9,59 Miliar
-

Pemprov Papua Tengah Jalin MoU dengan BPJS: Cetak Peluang Kerja, Kerek Pendapatan, dan Bangun Kemandirian Ekonomi OAP
-

Kolektif Lapak Baca Gelar Diskusi Publik di Nabire Soroti Krisis Demokrasi dan Cengkeraman Kapitalisme
-

Karhutla Ancam Pasokan Lokal, Dapur SPPG Kalisusu 001 Tetap Jaga Mutu Gizi di Tengah Lonjakan Harga
-

Rakor Ekonomi Papua Tengah: Target 8 Persen Lewat Kerja Nyata dan Data Valid
-

Dari Narkotika hingga Miras, Operasi Antik Noken Bongkar Peredaran Barang Terlarang di Papua Tengah































