Berita Daerah
OPS Patuh Noken 2026 di Nabire, Polda Papua Tengah Bidik Delapan Pelanggaran dan Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas
Published
18 detik agoon
By
Alvira
NABIRE, CENTRAL MEDIA NEWS – Kepolisian Daerah Papua Tengah resmi memulai Operasi Patuh Noken 2026 yang ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolres Nabire pada Selasa (27/10/2026).
Apel pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana ini dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Wahyu Kuncoro, S.I.K., M.H., serta dihadiri Asisten III Sekda Papua Tengah Viktor Fun, jajaran Forkopimda, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP.



Operasi yang mengusung pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 di seluruh wilayah hukum Polda Papua Tengah guna menekan fatalitas kecelakaan di jalan raya.
“Evaluasi tahun lalu mencatat 13 kasus kecelakaan dengan 3 korban jiwa, menunjukkan masih rendahnya kesadaran hukum serta tingginya pelanggaran kelengkapan berkendara di tengah masyarakat.”
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka pelanggaran pada pelaksanaan operasi tahun sebelumnya. Dalam amanat Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si. yang dibacakan oleh Kombes Pol. Wahyu Kuncoro, tercatat evaluasi Operasi Patuh Noken 2025 menghasilkan 153 penindakan tilang dan 509 teguran simpatik.
“Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat persoalan dalam kedisiplinan berlalu lintas. Kondisi ini tidak terlepas dari rendahnya kesadaran hukum sebagian masyarakat serta banyaknya pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Irwasda Wahyu saat membacakan amanat Kapolda Jermias.



Melalui operasi bertema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas Yang Tertib, Aman Dan Berkeselamatan”, pihak kepolisian mengoptimalkan penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta menyasar delapan prioritas pelanggaran, mulai dari pengendara di bawah umur, penggunaan ponsel, hingga knalpot bising. Polda Papua Tengah berharap kehadiran operasi ini tidak sekadar menindak, tetapi membangun budaya tertib berkendara.
“Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas hendaknya menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan di Papua Tengah,” pungkasnya. (Red)
You may like
-

Kapolda Papua Tengah Cup I 2026 Resmi Ditutup, SMPN 1 Nabire Barat Sabet Juara
-

Ban Lepas Saat Mendarat, Pesawat Asian One Air Tergelincir di Bandara Bilorai Sugapa
-

Percasi Papua Tengah Tampil di Rakernas ke-46 dan Kejurnas Catur ke-51 Serang Banten, Kirim 4 Atlet Junior dan 1 Wasit WNP
-

Terbukti Ilegal, Lahan PT Kristalin Nabire Resmi Diambil Alih PT Antam, Ini Penjelasan Menhan Sjafrie
-

Pencurian Kabel Jadi Kendala Serius Pembangunan Listrik di Papua Tengah
-

Polres Nabire Gelar Apel Gabungan Perkuat Kamtibmas, AKBP Samuel: “Polri Bersama Masyarakat, Rawat Toleransi dan Tepis Hoaks demi Kemajuan Nabire”
-

Pemprov Papua Tengah Dorong Konservasi Mamberamo Foja Tanpa Kesampingkan Hak Adat
-

Meki Nawipa Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Kinerja Pemerintahan Papua Tengah
-

Aksi Sosial di Kalibobo, DPC BMP RI Nabire Ajak Warga Kawal Program Pemerintah dan Jaga Kamtibmas
-

Perkuat Pembinaan Atlet, KONI Papua Tengah Lantik Pengurus Enam Cabang Olahraga



































