Connect with us

Berita Daerah

Gubernur Papua Tengah Serukan Doa Bersama Satu Jam untuk Kedamaian dan Keamanan Daerah

Published

on

Nabire, Papua Tengah-enagoNews – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Papua Tengah.

Seruan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, saat memberikan sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Gereja KINGMI Jemaat Maranatha Nabire yang berlangsung di Nabire, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Marthen Ukago menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Papua Tengah yang mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerintah, hingga seluruh warga Papua Tengah untuk bersatu dalam doa selama satu jam pada Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIT.

Menurutnya, ajakan tersebut lahir dari kepedulian dan perhatian Gubernur terhadap kondisi Papua Tengah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial. Pemerintah daerah telah berupaya mengambil berbagai langkah strategis melalui jalur pemerintahan, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan keamanan dan pembangunan. Namun demikian, Gubernur menilai bahwa upaya-upaya tersebut perlu disertai dengan kekuatan spiritual melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam penyampaiannya, Marthen Ukago mengungkapkan bahwa Gubernur secara langsung menyampaikan ajakan tersebut melalui media sosial sebagai bentuk komunikasi terbuka kepada masyarakat. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan kepedulian seorang pemimpin daerah yang tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintahan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memohon campur tangan Tuhan demi kedamaian dan kesejahteraan daerah.

“Bapak Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama selama satu jam pada hari Minggu, 7 Juni 2026, pukul 17.00 hingga 18.00 WIT. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya sesuai kewenangan yang dimiliki, namun beliau meyakini bahwa kekuatan doa dari seluruh umat beriman juga sangat dibutuhkan agar Papua Tengah senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan dan dijauhkan dari berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kedamaian daerah,” ujar Marthen Ukago di hadapan jemaat.

Lebih lanjut, ia mengajak para pimpinan gereja, pengurus klasis, para pendeta, serta seluruh jemaat untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas agar pelaksanaan doa bersama dapat berlangsung serentak di berbagai wilayah Papua Tengah.

Momentum doa bersama ini diharapkan menjadi wadah persatuan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan. Melalui kebersamaan dalam doa, diharapkan Papua Tengah senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, persaudaraan yang kuat, serta terhindar dari berbagai konflik dan permasalahan yang dapat menghambat pembangunan daerah.

Advertisement

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dan mengambil bagian dalam gerakan doa bersama tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Doa Bersama untuk Kedamaian Papua Tengah akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026

Waktu: 17.00 – 18.00 WIT

Agenda: Doa Bersama untuk Keamanan, Kedamaian, dan Kesejahteraan Papua Tengah

Ajakan ini menjadi wujud harapan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar seluruh masyarakat bersatu dalam semangat persaudaraan dan mengandalkan penyertaan Tuhan dalam menjaga kedamaian serta stabilitas daerah demi masa depan Papua Tengah yang lebih baik. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending