Tanti Srimulyani “Wujud Kontribusi Majukan Daerah dan Serap Kearifan Lokal”
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Jaringan kecantikan dan perawatan tubuh terkemuka Martha Tilaar SPA resmi membuka outlet barunya di Jalan R.E. Martadinata, Nabire, Provinsi Papua Tengah. Peresmian yang berlangsung pada Jumat (7/11/2025) ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, perbankan, dan tamu undangan, serta menandai langkah baru dalam menghadirkan layanan kecantikan berbasis tradisional di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Owner Martha Tilaar SPA Nabire, Tanti Srimulyani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya outlet ini. “Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini kita semua bisa berkumpul dalam keadaan bahagia dan sehat. Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu hadir dalam acara ini,” ujarnya membuka sambutan.
Tanti mengungkapkan, kehadiran Martha Tilaar SPA di Nabire berangkat dari kebutuhan masyarakat akan tempat healing dan relaksasi di tengah rutinitas kerja yang padat. “Kami melihat masyarakat Nabire sangat membutuhkan tempat untuk refreshing, melepas penat dari pekerjaan dan target harian. Karena itu, kami ingin menghadirkan tempat yang bisa menjadi ruang untuk relaksasi dan menjaga kesehatan tubuh maupun pikiran,” jelasnya.
Sebagai pengusaha yang baru merintis di bidang kecantikan, Tanti juga mengakui bahwa ketertarikannya membuka usaha ini bermula dari kecintaannya sebagai konsumen. “Saya ini sebenarnya bukan orang yang punya latar belakang fashion atau kecantikan, tapi saya suka perawatan —facial, refleksi, lulur, creambath—jadi saya berpikir, kenapa tidak membuka tempat sendiri agar bisa dinikmati juga oleh orang lain,” ungkapnya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Tanti menyampaikan apresiasinya kepada PT Cipta Pesona Bintang (CPB) selaku pemegang lisensi merek Martha Tilaar SPA, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menghadirkan brand nasional ini di Nabire. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata, yang telah mendukung proses perizinan usaha. “Kami ingin ikut berkontribusi dalam memajukan daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal,” katanya.
Perwakilan PT. Cipta Pesona Bintang, Leoni Listiani, turut hadir memberikan penjelasan mengenai konsep Martha Tilaar SPA yang mengusung kearifan lokal dan perawatan berbasis bahan alami Indonesia. Outlet ini tidak hanya melayani wanita, tetapi juga menyediakan layanan relaksasi khusus bagi pria. “Tempat ini terbuka untuk semua kalangan, dan kami pastikan setiap pelanggan akan merasa nyaman serta aman,” tambah Tanti menutup sambutan.
Dengan hadirnya Martha Tilaar SPA Nabire, masyarakat Papua Tengah kini memiliki alternatif baru untuk menikmati perawatan tubuh dan kecantikan bernuansa tradisional Indonesia, dalam suasana yang modern dan menenangkan.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua dapat berkumpul untuk meresmikan Martha Tilaar SPA Express Nabire. Outlet ini menjadi yang paling timur dalam jaringan kami—setelah Aceh di ujung barat, kini kami bisa hadir di Papua Tengah,” ujarnya.
Advertisement
Leony menjelaskan bahwa pembukaan outlet di Nabire merupakan bagian dari komitmen Martha Tilaar Group dalam melestarikan tradisi dan budaya perawatan tubuh khas Indonesia yang telah diwariskan turun-temurun.
“Martha Tilaar berdiri sejak tahun 1970, dimulai dari sebuah garasi kecil berukuran 3×4 meter. Kini, setelah 55 tahun, kami tetap konsisten menjaga nilai-nilai kecantikan alami Nusantara. Konsep kami adalah The Authentic Indonesian Spa Experience — perpaduan antara kearifan lokal dan gaya hidup modern,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan salam dan ucapan hormat dari pendiri Martha Tilaar Group, Ibu Dr. Martha Tilaar dan Ibu Wulan Tilaar, kepada seluruh tamu dan mitra di Nabire, yang tak dapat hadir secara langsung karena alasan kesehatan.
“Kami berharap kehadiran outlet ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat Nabire untuk menjaga kecantikan dan kebugaran tubuh secara alami. Ini bukan sekadar bisnis, tapi juga wujud pelestarian budaya bangsa,” pungkas Leony. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).
Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.
Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.
Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)
Gubernur Meki : “SSH, Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua Tengah “
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, diwakili Sekda dr.Silwanus Sumule secara resmi membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi program SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berintegritas. Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Nurhalida, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah. Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh dipahami hanya sebagai penambahan jam belajar bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan SSH harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada siswa. “SSH harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang menerapkan program ini harus menjadi contoh dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Gubernur.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Karena itu, implementasinya harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik melalui sistem evaluasi yang berkelanjutan. Selain membahas peningkatan mutu pembelajaran, Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mematuhi ketentuan dalam Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT mengenai pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program Sekolah Sepanjang Hari di seluruh wilayah Papua Tengah. “Saya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD. Dinas Pendidikan di setiap kabupaten juga harus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif di setiap sekolah,” ujarnya. Gubernur Meki juga menegaskan bahwa keberhasilan Program SSH membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Dinas PUPR mendukung pembangunan dan renovasi gedung sekolah, penyediaan sanitasi yang layak, akses air bersih, hingga perlindungan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan tersedianya akses internet yang andal sebagai penunjang proses pembelajaran digital, sedangkan PT PLN diharapkan memprioritaskan penyediaan listrik dan penerangan bagi sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, khususnya di Kabupaten Nabire. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau wilayah Topo, Siriwo, dan daerah-daerah pedalaman lainnya. “Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita bersama. Setiap anak Papua Tengah, di mana pun berada, harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang sama,” katanya. Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah di wilayah pedalaman masih mengalami kekurangan tenaga pengajar. Selain itu, para kepala sekolah dan guru diminta mampu mengelola kegiatan akademik secara seimbang dengan pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, serta kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda. Ia berharap Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari dapat menghasilkan langkah-langkah operasional yang konkret, sistem evaluasi yang efektif, serta memperkuat sinergi seluruh pihak agar program SSH benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (red)
DEIYAI, enagoNews – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Advertisement
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.
Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.
Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.
“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (Red)