Connect with us

Berita Deiyai

Ketua BPW GBI Nabire Himbau Dukung Program Pemerintah Pusat

Published

on

Kepala Suku Besar Wate Ajak Jaga Kamtibmas

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Suasana sukacita Perayaan Natal 2025 di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kampung Harapan, Nabire, pada Selasa (2/12/2025), semakin lengkap dengan hadirnya kegiatan sosial dari Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, S.Sos., M.Si.
Dalam acara penuh kehangatan itu, Otis Monei menyalurkan 100 paket sembako kepada janda, anak yatim, dan para gembala yang melayani di wilayah Nabire. Momen tersebut mendapat sambutan antusias dari jemaat dan warga yang hadir.

Ketua Badan Pengurus Wilayah Gereja Bethel Indonesia (BPW GBI) Kabupaten Nabire Otis Monei, S.Sos., M.Si menghimbau kepada seluruh jemaat GBI dan masyarakat untuk mendukung program-program terlebih program strategis Pemerintah Pusat.

Pembagian paket sembako ini merupakan salah satu program awal yang dijalankan Otis Monei setelah dirinya dinobatkan sebagai Kepala Suku Besar Wate pada 19 November 2025 di Taman Gizi Nabire. Kegiatan sosial ini menjadi simbol komitmen kepemimpinannya untuk lebih dekat dengan masyarakat, terutama golongan yang membutuhkan.

Menurut rencana, program pembagian sembako akan terus berlanjut di sejumlah kampung dalam wilayah adat Wate, sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab moral terhadap warga.

Menguatkan Kebersamaan Melalui Kepedulian

Dalam sambutannya, Otis menyampaikan bahwa penyaluran sembako bukan semata kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan yang ingin ia bangun sejak awal masa kepemimpinannya.

“Ini bukan soal jumlah bantuan, tetapi soal kasih dan kepedulian kepada sesama. Kita ingin memastikan bahwa keluarga-keluarga yang membutuhkan juga merasakan sukacita Natal,” ujarnya.

Bagi Otis, Natal bukan hanya perayaan rohani, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan membangun hubungan harmonis antara pemimpin adat dan masyarakat.

Mengajak Jemaat Dukung Program Pemerintah

Advertisement

Selain menyerahkan bantuan, Otis Monei memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan pesan penting tentang situasi daerah. Di hadapan ratusan jemaat GBI Kabupaten Nabire, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap program Pemerintah Pusat, terutama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

“Saya berharap kita sebagai warga di Kabupaten ini ikut mendukung program-program Pemerintah Pusat. Apa pun yang sedang dikerjakan pemerintah untuk kepentingan masyarakat, mari kita dukung bersama,” kata Otis.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan di Papua Tengah berjalan efektif, khususnya dalam bidang infrastruktur, pendidikan, pelayanan sosial, serta upaya menjaga ketertiban.

Otis Monei selaku Kepala Suku Besar Wate juga menghimbau kepada seluruh jemaat dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab.

Tekankan Pentingnya Kamtibmas Pasca 1 Desember

Menjelang dan pasca tanggal 1 Desember, situasi sosial-politik di Papua kerap mengalami dinamika yang cukup signifikan. Otis menyinggung hal ini sebagai bagian dari upaya preventif menjaga stabilitas daerah.

“Saya mau menghimbau untuk semua orang yang berdiri di Kabupaten ini. Kita semua tahu gejolak yang terjadi setiap 1 Desember. Tugas kita orang berdiri itu hanya berdoa. Jangan ada yang ikut-ikutan aksi-aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa sebagai Ketua Wilayah BPW GBI Kabupaten Nabire, ia ingin memastikan jemaat dapat beribadah dengan aman, anak-anak dapat sekolah dengan baik, dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa gangguan.

“Kita semua harus jaga Kamtibmas dengan baik. Supaya semua aman, kita bisa ibadah baik, sekolah baik, dan bekerja dengan tenang,” lanjutnya.

Minta Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Di tengah maraknya informasi yang beredar cepat melalui media sosial, Otis menegaskan agar masyarakat lebih berhati-hati menyikapi isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Advertisement

“Jangan sampai kita terprovokasi. Kita bantu Bapak Kapolres, Bapak Kapolda, kita sama-sama jaga Kamtibmas. Kalau ada isu kiri-kanan, jangan cepat percaya,” pesannya.

Ia meminta masyarakat untuk tetap mengutamakan komunikasi yang sehat, mengutamakan musyawarah, serta mendahulukan langkah damai apabila ada persoalan di tengah komunitas.

“Biar daerah kita ini aman, Papua Tengah aman, Indonesia aman, dan kita bisa bebas melayani Tuhan. Itu yang kita harapkan bersama,” tutupnya.

Menghadirkan Damai Lewat Kepemimpinan Adat

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga memperlihatkan peran penting pemimpin adat dalam menjaga harmoni dan stabilitas sosial di wilayah Papua Tengah.
Melalui pendekatan yang humanis, Otis Monei menunjukkan bagaimana figur Kepala Suku Besar dapat menjadi jembatan antara masyarakat, gereja, dan pemerintah.

Dengan semangat Natal dan pesan damai yang kuat, penyaluran 100 paket sembako ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program sosial yang dapat mempererat hubungan masyarakat Wate dan memperkuat rasa aman di Nabire.(Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Sekda Buka Seminar SSH Secara Resmi

Published

on

Gubernur Meki : “SSH, Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua Tengah “

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, diwakili Sekda dr.Silwanus Sumule secara resmi membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi program SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berintegritas.
Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Nurhalida, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh dipahami hanya sebagai penambahan jam belajar bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan SSH harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada siswa.
“SSH harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang menerapkan program ini harus menjadi contoh dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Gubernur.


Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Karena itu, implementasinya harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik melalui sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan mutu pembelajaran, Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mematuhi ketentuan dalam Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT mengenai pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program Sekolah Sepanjang Hari di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Saya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD. Dinas Pendidikan di setiap kabupaten juga harus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif di setiap sekolah,” ujarnya.
Gubernur Meki juga menegaskan bahwa keberhasilan Program SSH membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Dinas PUPR mendukung pembangunan dan renovasi gedung sekolah, penyediaan sanitasi yang layak, akses air bersih, hingga perlindungan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan tersedianya akses internet yang andal sebagai penunjang proses pembelajaran digital, sedangkan PT PLN diharapkan memprioritaskan penyediaan listrik dan penerangan bagi sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, khususnya di Kabupaten Nabire. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau wilayah Topo, Siriwo, dan daerah-daerah pedalaman lainnya.
“Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita bersama. Setiap anak Papua Tengah, di mana pun berada, harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah di wilayah pedalaman masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Selain itu, para kepala sekolah dan guru diminta mampu mengelola kegiatan akademik secara seimbang dengan pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, serta kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda.
Ia berharap Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari dapat menghasilkan langkah-langkah operasional yang konkret, sistem evaluasi yang efektif, serta memperkuat sinergi seluruh pihak agar program SSH benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (red)

Continue Reading

Berita Daerah

Bupati Deiyai Serahkan Penghargaan kepada Personel Polres pada HUT Bhayangkara ke-80

Published

on

DEIYAI, enagoNews – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending