Connect with us

Berita Daerah

Menjangkau Ujung Negeri: Perjuangan Kapal Perintis untuk Jita, Teluk Umar, Yaur, dan Wapoga

Published

on

John Gobai : Pendekatan Pemerintah Harus Ditunjangi 3 Alat Transfortasi



Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Di pesisir sunyi Papua Tengah, ada wilayah-wilayah yang selama puluhan tahun seolah luput dari sentuhan negara. Jita, Teluk Umar, Yaur, dan Wapoga—nama-nama distrik yang terletak di perbatasan kabupaten—menjadi saksi bagaimana jarak, laut, dan sungai membentuk tantangan besar bagi pelayanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat Jita berada di batas Kabupaten Mimika dan Asmat. Teluk Umar dan Yaur terletak di perbatasan Kabupaten Nabire dan Teluk Wondama. Sementara Wapoga merupakan wilayah unik yang namanya tercatat di dua kabupaten sekaligus: Waropen dan Nabire. Keempat daerah ini berada di wilayah pesisir, sebagian hanya dapat dijangkau melalui laut, dan khusus Jita harus ditembus melalui sungai.
Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah, John N. R. Gobai, menyebut bahwa selama puluhan tahun wilayah-wilayah ini nyaris tak pernah disinggahi kapal perintis.
“Saya sungguh merasa prihatin, karena saya cukup mengetahui kebutuhan masyarakat di sana,” ujarnya.
Padahal, bagi masyarakat pesisir dan sungai, kapal bukan sekadar alat transportasi. Kapal adalah urat nadi kehidupan—penghubung antara kampung dan kota, antara pelayanan negara dan warga yang dilayani.
Wapoga pernah merasakan denyut itu. Dahulu distrik ini dilayani kapal perintis, namun pelayanan tersebut terhenti cukup lama. Upaya pun dilakukan. Melalui dorongan dan perjuangan panjang, sejak awal tahun 2024 kapal perintis kembali singgah di Wapoga. Hasilnya langsung terasa: akses terbuka, mobilitas hidup kembali.
“Menurut saya, mendekatkan pelayanan pemerintahan harus ditunjang oleh sarana transportasi udara, laut, dan darat serta komunikasi. Tanpa itu, pelayanan tidak akan maksimal,” tegas Gobai.


Perjuangan tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata. Sejak awal 2024, kapal perintis telah melayani wilayah Wapoga, Teluk Umar, dan Yaur, dan berjalan dengan baik hingga hari ini. Pada tahun 2025, rute pelayanan kembali diperluas. Dari Nabire, kapal akan berlayar menuju Yaur, Teluk Umar, Weinami–Napan, dan Wapoga. Tidak hanya satu arah, tetapi juga membuka rute pulang-pergi kampung–kota.
Pelayanan ini dilaksanakan oleh Kapal Perintis Sanus 63 dan Sanus 58. Bahkan pada tahun 2026, trayek tersebut akan dilanjutkan dengan penambahan rute menuju Pulau Moor dan Mambor di Nabire.
Sementara itu, kisah Jita memiliki tantangan tersendiri. Perjuangan menghadirkan kapal perintis ke distrik ini berawal dari protes terhadap PT Freeport Indonesia terkait pendangkalan sungai—jalur transportasi utama masyarakat di wilayah timur Mimika.
“Saya berpikir, kalau hanya memprotes tanpa memberi solusi, itu kurang baik,” kata Gobai. Dari pemikiran itu lahir tekad untuk memperjuangkan kapal perintis agar dapat singgah di Pelabuhan Sipu-sipu, Distrik Jita.
Pelayanan kapal perintis untuk Jita dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2025 dan berlanjut hingga 2026 dengan rute Agats – Sipu-sipu/Jita – Pomako – Sipu-sipu/Jita – Agats, menggunakan Kapal Perintis Sanus. Namun, Gobai menegaskan bahwa pendangkalan sungai tetap harus menjadi tanggung jawab Freeport untuk dikeruk.

Wakil Ketua IV DPRP-PT john N.R.Gobai saat Kunker di Distrik Yaur


Harapannya sederhana namun mendasar: dengan terbukanya trayek perintis, guru dapat tinggal dan mengajar, tenaga kesehatan bisa melayani, staf distrik hadir menjalankan pemerintahan, dan program-program negara benar-benar sampai ke masyarakat.
Lebih dari itu, masyarakat dapat membawa hasil bumi ke kota untuk dijual, lalu kembali ke kampung dengan bekal kehidupan—menggunakan kapal yang sama, sebagai siklus ekonomi yang hidup.
Sebagai pimpinan DPR Papua Tengah yang selama ini konsisten memperjuangkan pelayanan kapal perintis di wilayah utara dan selatan Papua Tengah, John Gobai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Perhubungan RI, Dirjen Perhubungan Laut, jajaran Direktorat Angkutan Laut, serta Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para kepala distrik dan masyarakat Jita, Yaur, Teluk Umar, serta Wapoga—mereka yang selama ini bertahan di garis terluar negeri.
Karena bagi Papua, menghadirkan kapal perintis bukan sekadar membuka rute pelayaran, tetapi membuka harapan. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending