Connect with us

Berita Daerah

Korem 173/PVB Amankan Dua Senjata Laras Panjang dari Rumah yang Dihuni Tujuh WNA di Nabire

Published

on


Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Komando Resor Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja (PVB) berhasil mengamankan dua pucuk senjata laras panjang dan rakitsn kaliber 5,56 mm, beberapa butir amunisi tajam 5,56 mm dan satu buah magazine SS1 beserta tas dari sebuah rumah di kawasan Wadio Atas, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (13/5/2026). Rumah tersebut diketahui dihuni oleh tujuh warga negara asing (WNA) asal China yang sebelumnya diamankan dalam operasi penertiban kawasan hutan.


Pengungkapan kasus itu disampaikan dalam konferensi pers di Makorem 173/PVB pada Kamis (14/5/2026). Keterangan resmi disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Korem 173/PVB, Kolonel Inf Budi Suradi, atas perintah Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto.
Dalam keterangannya, Kolonel Budi menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari dukungan Korem 173/PVB terhadap pelaksanaan tugas Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di wilayah Kabupaten Nabire.
Menurutnya, operasi bermula setelah Danrem 173/PVB menerima instruksi dari Pangdam XVII/Cenderawasih pada 30 April 2026 untuk membantu pelaksanaan penertiban kawasan hutan yang diduga digunakan untuk aktivitas ilegal.
“Setelah menerima perintah, kami melaksanakan perencanaan dan koordinasi terkait langkah-langkah operasi di lapangan. Pada malam tanggal 12 Mei 2026, setelah pelaksanaan kegiatan rutin, kami mendapat arahan dari Dan Korwil Satgas PKH Kolonel Inf Adi Sabarudin untuk mendalami keberadaan sejumlah warga negara asing yang diduga melakukan aktivitas ilegal di wilayah Kabupaten Nabire,” ujar Kolonel Budi.


Ia mengatakan, tujuh WNA tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ilegal di kawasan hutan. Bahkan, aparat mendalami kemungkinan adanya keterlibatan unsur intelijen asing.
Keesokan harinya, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 14.25 WIT, tim gabungan yang terdiri dari personel Korem 173/PVB, unsur kehutanan, serta satuan intelijen kewilayahan melakukan pemeriksaan ulang terhadap rumah yang sebelumnya telah menjadi lokasi penangkapan tujuh WNA tersebut.
Saat penggeledahan berlangsung, aparat menemukan hal mencurigakan di salah satu ruangan lantai dasar rumah tersebut.
“Anggota kami melihat posisi lemari yang tidak lazim. Bagian depan lemari justru menghadap ke tembok. Setelah diperiksa, ternyata lemari itu menutupi sebuah pintu tersembunyi di dinding,” kata Kolonel Budi.
Setelah lemari digeser dan pintu dibuka, aparat menemukan satu pucuk senjata rakitan,” katanya.



Usai penemuan tersebut, aparat kembali melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap seluruh bagian rumah. Pemeriksaan lanjutan dilakukan hingga malam hari.

Menurut Kolonel Budi, meskipun senjata tersebut pada dasarnya merupakan senapan angin, modifikasi yang dilakukan membuatnya berpotensi membahayakan keselamatan manusia.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Makorem 173/PVB untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dilaporkan kepada Danrem dan Satgas PKH.
Dalam kesempatan itu, Kolonel Budi juga menjelaskan bahwa pemilik rumah tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan tujuh WNA tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, rumah itu dipinjamkan melalui seseorang warga negara Indonesia yang mengambil kunci rumah dari penjaga rumah.
“Pemilik rumah saat ini berdomisili di Jayapura. Penjaga rumah mengaku tidak ikut masuk bersama tujuh warga negara asing tersebut sehingga tidak mengetahui aktivitas maupun barang yang dibawa ke dalam rumah,” katanya.
Terkait penanganan hukum, Korem 173/PVB menegaskan bahwa seluruh proses akan diserahkan kepada instansi yang berwenang. Karena melibatkan warga negara asing, penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum, termasuk Gakkum Kehutanan dan pihak Imigrasi.
“Status tujuh warga negara asing tersebut akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Penanganannya akan dilimpahkan kepada instansi terkait,” ujar Kolonel Budi.


Selain menjelaskan penemuan senjata, Korem 173/PVB juga menanggapi adanya aksi protes masyarakat terkait pemasangan palang di sejumlah titik kawasan hutan, termasuk di Kilometer 95 dan Kilometer 103 Nabire.
Kolonel Budi menegaskan bahwa pemasangan palang bukan bentuk pengambilalihan tanah masyarakat oleh pemerintah, melainkan bagian dari proses penegakan hukum terhadap dugaan aktivitas ilegal di kawasan hutan.
“Pemasangan palang dilakukan karena ada indikasi tindak pidana di lokasi tersebut, bukan untuk mengambil alih hak masyarakat atas tanah,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami berharap situasi di Kabupaten Nabire tetap aman, kondusif, dan masyarakat tidak terpancing isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending