Connect with us

Berita Daerah

Kapolda Baru Papua Tengah Jermias Rontini: Amanah Jabatan Ini Adalah Kehendak Tuhan dan Siap Lanjutkan Pengabdian

Published

on


Nabire, Papua Tengah –enagoNews -Kapolda Papua Tengah yang baru, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menyampaikan sambutan penuh makna dalam acara pisah sambut Kapolda Papua Tengah yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire, Selasa (31/3/2026).
Dalam sambutannya, Brigjen Jermias Rontini mengungkapkan kedekatan perjalanan kariernya dengan Kapolda sebelumnya, Irjen Pol. Alfred Papare. Ia menjelaskan bahwa meskipun mereka merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) dengan selisih satu tahun, keduanya memiliki rekam jejak pendidikan dan penugasan yang serupa, termasuk mengikuti pendidikan Sespim pada tahun 2010.


“Beliau bahkan pernah merekomendasikan saya untuk menggantikan posisi Kapolresta Jayapura Kota. Jadi ketika saya mendengar tentang Telegram Rahasia (TR) penugasan ini, beliau langsung menghubungi saya dan memastikan apakah saya sudah mengetahuinya,” ungkapnya.
Ia menuturkan, dirinya sempat tidak menyangka akan dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolda Papua Tengah. Setelah membuka Sistem Informasi Personel (SIP), ia baru menyadari bahwa dirinya benar-benar ditunjuk menggantikan Irjen Pol. Alfred Papare.
“Saya percaya ini adalah jalan Tuhan. Saya tidak pernah bermimpi bisa langsung menggantikan beliau dalam posisi ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brigjen Jermias juga menyoroti perjalanan kariernya yang dinilai cukup singkat menuju posisi Kapolda. Berbeda dengan pendahulunya yang melalui tahapan sebagai Wakapolda sebelum menjabat Kapolda, dirinya langsung melompat dari jabatan Irwasda ke Kapolda.
“Saya ini bisa dibilang ‘potong kompas’, dari Irwasda langsung menjadi Kapolda. Tapi semua ini tentu tidak lepas dari dukungan banyak pihak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan dorongan dan dukungan besar sehingga dirinya dapat mengemban amanah tersebut.


“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas dukungannya yang luar biasa. Tanpa itu, mungkin saya tidak berdiri di tempat ini hari ini,” tambahnya.
Mengawali tugas di Papua Tengah, Brigjen Jermias memohon dukungan doa dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Ia menegaskan bahwa prinsip hidup yang dipegangnya adalah “apa yang ditabur, itulah yang akan dituai.”
Ia juga membagikan pengalaman spiritualnya saat bertugas di daerah operasi di Aceh, di mana ia telah tujuh kali menjalankan penugasan. Dalam salah satu pengalaman, ia mengisahkan bagaimana dirinya berdoa di sebuah masjid, meskipun bukan untuk beribadah secara formal, melainkan sebagai bentuk refleksi dan permohonan perlindungan kepada Tuhan.


“Saat itu saya belum menemukan gereja, tetapi saya berdoa di masjid. Saya minta kepada Tuhan agar melindungi dan memberkati saya dalam menjalankan tugas dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Menurutnya, nilai-nilai ketulusan, doa, dan pengabdian yang ia pegang selama ini akan terus ia terapkan dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Papua Tengah.
Di akhir sambutannya, Brigjen Jermias menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serta mewarisi berbagai program dan capaian yang telah dirintis oleh Kapolda sebelumnya, demi menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah Papua Tengah.
“Saya akan melanjutkan apa yang sudah beliau bangun. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga Papua Tengah tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending