Berita Daerah
Pemprov Papua Tengah Dorong Perencanaan SDM Kesehatan Berbasis Data Akurat
Published
6 bulan agoon
By
Redaksi
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pembangunan kesehatan melalui penyediaan data sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang akurat dan terintegrasi. Hal itu disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Viktor Fun, S.Sos., M.Si, saat mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam pembukaan kegiatan Penyiapan Data SDM Kesehatan dan Rencana Kebutuhan SDMK tingkat Provinsi Papua Tengah, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Viktor Fun menyebut sektor kesehatan menjadi fondasi utama pembangunan manusia di Papua Tengah. Menurutnya, cita-cita mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing tidak akan tercapai apabila pelayanan kesehatan masyarakat belum optimal.
Karena itu, penyediaan tenaga kesehatan yang cukup, merata, dan berkualitas harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai kegiatan penyiapan data SDMK dan penyusunan Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan (Renbut SDMK) sangat strategis karena dilakukan berbasis data serta analisis beban kerja.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyoroti masih besarnya tantangan pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Dari sembilan rumah sakit yang ada, baru tiga rumah sakit yang memiliki tujuh dokter spesialis utama secara lengkap. Sementara di tingkat puskesmas, dari 148 fasilitas yang tersedia, hanya sebagian kecil yang memenuhi standar sembilan jenis tenaga kesehatan.
Selain itu, masih terdapat kekurangan ratusan tenaga kesehatan di berbagai profesi medis dan kesehatan lainnya. Kondisi ini dinilai menjadi perhatian serius sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat perencanaan dan pemerataan tenaga kesehatan hingga wilayah terpencil dan pegunungan.

Viktor Fun menegaskan, dokumen perencanaan SDM kesehatan tidak boleh hanya bersifat administratif, melainkan harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, termasuk penempatan tenaga kesehatan, usulan formasi ASN dan PPPK, hingga penguatan layanan kesehatan di seluruh wilayah Papua Tengah.
Ia juga meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, BKPSDM, dan stakeholder terkait agar serius dalam proses pemutakhiran data. Menurutnya, keputusan yang tepat hanya dapat dihasilkan dari data yang valid dan sesuai kondisi lapangan.
Pemerintah Papua Tengah turut mendorong pemanfaatan sistem informasi kesehatan melalui integrasi aplikasi SISDMK dan Satu Sehat sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan nasional. (Red)
You may like
-

Festival Kopi Papua Tengah Resmi Ditutup, UMKM dan Potensi Petani Lokal Didorong Tembus Pasar Global
-

Aksi Gen Z Papua Tengah Lawan Stunting dan Jaga Kamtibmas, Marsel Asyerem: “Jauhi Narkoba dan Sebarkan Energi Positif”
-

Polres Nabire Musnahkan 3,29 Gram Sabu, AKBP Samuel: Tak Ada Toleransi Bagi Pengedar dan Imbau Anak Muda Tak Terjerumus
-

KONI Papua Tengah Pastikan Hanya Tiga Cabor Dilantik Besok, Sisanya Bertahap Hingga Oktober
-
Turnamen Catur Memperingati Hari Perdamaian Dunia Sukses Digelar di Nabire Papua Tengah
-

Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
-

Karhutla Landa Bukit di Giri Mulyo Nabire, Api Terlihat Hingga Malam Ini
-

Kadin dan KNPI Papua Tengah Bagi Masker Gratis di Jalan Kusuma Bangsa Nabire, Serukan Stop Bakar Hutan
-

Wagub Deinas Geley Minta Kepala Kampung Jaga Kondusivitas Pembangunan di Paniai
-

Peringati HUT ke-81 RRI di Nabire, Pemprov Papua Tengah Minta Radio Tak Hanya Beritakan Agenda Pejabat









































