Berita Daerah
Komite Keamanan Penerbangan Nabire Perkuat Sinergi Antarinstansi
Published
2 bulan agoon
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info — Rapat Komite Keamanan Penerbangan yang dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik digelar di Aula RRI Nabire, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.
Kegiatan mengusung tema “Bersama Mewujudkan Keamanan Penerbangan yang Aman, Selamat, dan Berkelanjutan” dan diikuti sejumlah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan operasional serta keamanan penerbangan.
Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire, Alrido Simanjuntak, S.T., mengatakan rapat Komite Keamanan Penerbangan merupakan kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan di lingkungan bandar udara sebanyak tiga kali dalam setahun, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, forum tersebut memiliki tujuan utama untuk menyelaraskan pemahaman antarinstansi mengenai program dan ketentuan keamanan penerbangan.
“Tujuannya sebenarnya hanya untuk menyinkronkan atau menyamakan persepsi tentang program-program keamanan yang tujuannya untuk keselamatan penerbangan,” ujar Alrido.
Ia menjelaskan, koordinasi tersebut menjadi semakin penting seiring terbentuknya Provinsi Papua Tengah yang diikuti dengan hadirnya sejumlah instansi maupun unit pelaksana teknis baru. Keberadaan instansi baru tersebut membuat komunikasi dan koordinasi antarpihak perlu terus diperkuat.
Selain itu, pergantian pimpinan pada sejumlah instansi yang terjadi setiap tahun juga menjadi salah satu alasan perlunya pertemuan secara berkala. Hal tersebut dilakukan agar pemahaman mengenai budaya keamanan penerbangan tetap terjaga dan tersampaikan kepada seluruh mitra kerja.
Alrido menyebut salah satu materi penting yang perlu dipahami bersama adalah ketentuan terkait senjata api di lingkungan bandar udara. Menurutnya, masih terdapat situasi ketika pejabat atau pimpinan instansi membawa senjata api ke area bandara tanpa memahami prosedur yang berlaku.
“Melalui kampanye dan rapat komite ini kami menyampaikan bahwa aturan penanganan senjata api di bandara seperti ini. Diharapkan instansi terkait memahami aturan sehingga tidak terjadi gesekan dalam operasional,” katanya.
Ia berharap pemahaman yang sama mengenai keamanan penerbangan dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman di lapangan, sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta pengguna jasa penerbangan.
“Jangan sampai ada gesekan dalam operasional yang bisa menghambat penerbangan atau membuat penumpang yang berada di sekitar bandara tidak nyaman,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, pihak UPBU Douw Aturure Nabire mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi sehingga keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan di Nabire dapat terjaga secara berkelanjutan. (*)









































