Berita Deiyai
Ketua MRP Papua Tengah: DPR Jangan Berkelahi di Atas Kursi, Turun Lihat Rakyat.
Published
2 bulan agoon
Nabire, Papua Tengah, Central Media News– Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, SM, mengkritik sikap para elite politik di Papua Tengah yang dinilai terlalu banyak saling menyerang dan mengkritik, sementara kepentingan pembangunan daerah harus tetap menjadi perhatian utama.
Hal itu disampaikan oleh-nya saat ditemui di Gedung MRP. Ia mengajak seluruh pemimpin di Papua Tengah, terutama partai politik, DPR, eksekutif, legislatif, dan lembaga kultur, untuk mengedepankan persatuan dan kolaborasi dalam membangun provinsi yang masih tergolong baru tersebut, Selasa (1/9/2026).
Ia secara khusus menyoroti sikap DPR dalam kaitannya dengan kebijakan anggaran daerah. Menurutnya, DPR merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam menetapkan dan mengesahkan anggaran, sehingga ketika anggaran telah diketuk dan ditetapkan, pemerintah sebagai eksekutif tinggal melaksanakan kebijakan tersebut.
“Palu kebijakan anggaran itu ada pada DPR. Jadi pengesahan dan penetapan anggaran itu di DPR dulu, baru eksekutif melaksanakan. Eksekutif itu adalah eksekutor,” katanya.
Karena itu, ia meminta DPR melakukan koreksi terhadap dirinya sendiri apabila terdapat persoalan dalam pelaksanaan anggaran sebelum memberikan kritik kepada pihak eksekutif.
“Nah, sehingga saya minta untuk DPR harus koreksi diri sendiri, baru kritik eksekutif,” ujarnya.
Ketua MRP Papua Tengah menilai, apabila terdapat persoalan dalam penyelenggaraan keuangan daerah maupun APBD Papua Tengah, seharusnya persoalan tersebut terlebih dahulu dibicarakan melalui koordinasi antara DPR dan pemerintah. Menurutnya, komunikasi dan diskusi akan lebih baik daripada saling mengkritik yang pada akhirnya hanya menimbulkan permusuhan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak membutuhkan pertikaian elite yang hanya berlangsung melalui ruang politik maupun media. Menurutnya, masyarakat justru membutuhkan kehadiran nyata para pemimpin di tengah-tengah mereka, termasuk di wilayah yang menghadapi konflik sosial maupun konflik bersenjata.
“Rakyat tidak butuh itu. Rakyat butuh nyata kehadiran pemimpin itu di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak DPR, pemerintah, lembaga kultur, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta seluruh masyarakat Papua Tengah untuk mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kita sama-sama pemerintah, DPR, MBRP, kita harus kolaborasi. Kita membangun Papua Tengah,” katanya.
Menurutnya, Papua Tengah sebagai daerah baru membutuhkan fondasi yang kuat. Karena itu, seluruh pemimpin di daerah tersebut diharapkan tidak saling menjatuhkan, melainkan bersatu dan bekerja sama untuk membangun Papua Tengah.
Penulis. Efraim
You may like
-

Festival Kopi Papua Tengah Resmi Ditutup, UMKM dan Potensi Petani Lokal Didorong Tembus Pasar Global
-

Aksi Gen Z Papua Tengah Lawan Stunting dan Jaga Kamtibmas, Marsel Asyerem: “Jauhi Narkoba dan Sebarkan Energi Positif”
-

MRP dan BKPSDM Papua Tengah Kawal Kuota dan Hak Anak Asli Papua dalam Seleksi IPDN
-

Polres Nabire Musnahkan 3,29 Gram Sabu, AKBP Samuel: Tak Ada Toleransi Bagi Pengedar dan Imbau Anak Muda Tak Terjerumus
-

KONI Papua Tengah Pastikan Hanya Tiga Cabor Dilantik Besok, Sisanya Bertahap Hingga Oktober
-
Turnamen Catur Memperingati Hari Perdamaian Dunia Sukses Digelar di Nabire Papua Tengah
-

Turnamen Catur PERCASI Papua Tengah Digelar Peringati Hari Perdamaian Dunia, Panitia Tekankan Semangat “Untuk Menguatkan Persatuan Dan Perdamaian”
-

Karhutla Landa Bukit di Giri Mulyo Nabire, Api Terlihat Hingga Malam Ini
-

Kadin dan KNPI Papua Tengah Bagi Masker Gratis di Jalan Kusuma Bangsa Nabire, Serukan Stop Bakar Hutan
-

Wagub Deinas Geley Minta Kepala Kampung Jaga Kondusivitas Pembangunan di Paniai








































