Berita Daerah
Ancaman Karhutla di Papua Tengah: 134 Hotspot Terdeteksi, Kapolda Beberkan Kendala Medan dan Sarana
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini memaparkan kondisi dan penanganan Karhutla dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR Papua Tengah, Pemprov Papua Tengah, TNI, dan BMKG di Nabire, Kamis (27/8/2026). Dok_Humas POlda PT
Published
2 bulan agoon
By
Alvira
Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Ratusan titik panas (hotspot) mulai mengepung wilayah Papua Tengah, memicu kewaspadaan penuh dari aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Berdasarkan data pemantauan terbaru, tercatat 134 hotspot tersebar di sejumlah titik, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Nabire (47 titik) dan Paniai (41 titik).
Menanggapi kondisi tersebut, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini memaparkan pemetaan risiko hingga langkah penanggulangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Karhutla yang digelar di Kantor DPR Papua Tengah, Nabire, Kamis (27/8/2026).
Di hadapan jajaran DPR Papua Tengah, Pemprov, TNI, dan BMKG, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya telah menggerakkan personel secara masif di lapangan, mulai dari langkah preventif hingga penindakan hukum.

Pemetaan sumber air untuk pengisian armada pemadam telah dipetakan, dan pemadaman langsung tercatat sudah dilakukan sebanyak 47 kali sepanjang Operasi Aman Nusa II berjalan.
”Kami telah mengerahkan Ditlantas, Ditbinmas, hingga tingkat Satuan Fungsi di Polres jajaran untuk melakukan sosialisasi dan imbauan secara rutin. Selain pemadaman, kami juga menjalankan penyelidikan intensif terhadap dugaan pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi yang saat ini masih kami dalami keterlibatannya,” tegas Kapolda Rontini.
Kendati demikian, upaya pemadaman di lapangan tak lepas dari hambatan berat. Kondisi geografis Papua Tengah yang terjal, keterbatasan sumber air di sekitar titik api, hingga minimnya jaringan komunikasi kerap menahan laju koordinasi tim pemadam Posko Operasi.
”Kondisi medan yang sulit dijangkau dan jauh dari akses jalan menjadi tantangan utama mobilisasi. Kami juga menghadapi keterbatasan sarana penunjang seperti mesin pompa, water backpack, hingga APD, yang makin diperberat oleh perubahan cuaca dan angin kencang di lokasi vegetasi kering,” ungkapnya menyoroti kendala teknis personel di lapangan.
Polda Papua Tengah berharap sinergi lintas sektoral bersama Pemprov Papua Tengah, TNI, BMKG, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat khususnya dalam pemenuhan sarana penanggulangan guna memutus rantai penyebaran titik api, mencegah Karhutla meluas, serta menjamin keselamatan seluruh masyarakat Papua Tengah. (*)
You may like
-

Nelius Agapa Soal Lahan PT Kristalin: Jangan Mau Dibodohi, Kembalikan Hak Ulayat!
-

Festival Kopi Papua Tengah Resmi Ditutup, UMKM dan Potensi Petani Lokal Didorong Tembus Pasar Global
-

Wagub Deinas Geley Sambangi KKP: Dorong Cold Storage dan Pemberdayaan Nelayan OAP
-

Gubernur Meki Nawipa Buka Festival Kopi Papua Tengah 2026, Dorong Potensi Lokal Mendunia
-

Dongkrak Ekonomi Petani Lokal, Gubernur Meki Nawipa Serahkan Bantuan Alat Kopi Modern di Mimika
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
-

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 5 Nabire Gelar Upacara dan Berbagai Lomba Edukatif
-

Peringati Sumpah Pemuda, DPD BMP RI Papua Tengah dan DPC BMP RI Nabire Rangkul Pemuda Merajut Persatuan
-

Polres Nabire Peringati Sumpah Pemuda ke-98: AKBP Samuel Tegaskan Pentingnya Empati dan Edukasi Kamtibmas
-

OPS Patuh Noken 2026 di Nabire, Polda Papua Tengah Bidik Delapan Pelanggaran dan Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas
































