Connect with us

Berita Daerah

Sama-sama Mendidik Anak Bangsa, Yayasan Swasta harus Dibantu

Published

on


Esensi dan sedikit isi Perdasi Papua Tengah No 9 tahun 2026 tentang pemberdayaan lembaga pendidikan pelopor dàn lembaga pendidikan swasta.*
Oleh : John NR.Gobai Wakil Ketua IV DPRPT

Pengantar
Peranan lembaga pendidikan pelopor dan lembaga pendidikàn swasta di Tanah Papua harus dihargai dan̈ dihormati, kàrena sekolah swasta dan negeri *sama sama mendidik anak bangsa, harus diakui banyak pemimpin di negeri ini dulu merupakan lulusan dan dibina di sekolah swasta.*

Lembaga Pendidikan Pelopor
lembaga-lembaga pelopor pendidikan di Tanah Papua adalah: Yayasan Pendidikan Kristen (YPK), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-gereja Injil (YPPGI), Yayasan Pendidikan Advent (YPA), Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), jumlahnya banyak dan tersebar hingga ke daerah-daerah yang terpencil, telah dimulai seiring dengan penyebaran agama di Tanah Papua, sekolah yang dimiliki jumlahnya banyak, berada di perkotaan sampai dikampung kampung di balik gunung dan pesisir jauh oleh sehingga peranan mereka dalam bidang pendidikan tetap harus dihormati dan terus ditingkatkan, karena mereka adalah Lembaga Pelopor Pendidikan di Papua telah berkarya sebelum Papua menjadi bagian dari NKRI.

Lembaga Pendidikan Swasta
Disisi lain terdapat juga Lembaga Pendidikan Swasta yang didirikan oleh masyaŕakat karena kebutuhan, kalo dilihat di lembaga pendidikan swasta mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi mayoritas yang menjadi peserta didik adalah orang asli papua, oleh karena itu sesuai amanat UU Otsus Papua dan PP 106 tahun 2021 perlu diberikan pemberdayaan berupa Dana untuk lembaga yayasannya, sarana dan prasarana, tenaga pendidik ASN.

Peranan lembaga pendidikan pelopor dan lembaga pendidikan swasta harus dihargai dan dihormati dengan membuat regulasi daerah agar tidak hanya sekedar kebijakan.

Sebagian isi Perdasi Papua Tengah No 9 tahun 2026

BENTUK PEMBERDAYAAN
Bagian Kesatu
Pembiayaan
Pasal 9
(1) Dalam rangka pemberdayaan Yayasan Pelopor
Pendidikan dan Lembaga Pendidikan Swasta,
Pemerintah Daerah memberikan pembiayaan
untuk penguatan penyelenggaraan pendidikan berupa
bantuan dana sebagai subsidi atau hibah kepada
Yayasan sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(2) Besarnya bantuan dana sebagai subsidi atau hibah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan
Gubernur dengan mempertimbangkan kemampuan
keuangan Daerah.

Bagian Kedua
Tenaga Kependidikan Yang Berstatus
Aparatur Sipil Negara
Pasal 1O
(1) Pemerintah Daerah berkoordinasi dengan pemerintah
pusat untuk kebutuhan formasi khusus tenaga Pendidik
yang dapat ditempatkan pada Yayasan sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(2) Pemerintah Daerah menempatkan tenaga Pendidik
berstatus ASN pada sekolah Lembaga Pelopor
Pendidikan dan kmbaga Pendidikan Swasta.
(3) lembaga Pelopor Pendidikan dan Lembaga Pendidikan
Swasta dapat mengajukan permohonan tenaga pendidik
yang berstatus ASN kepada kepala Dinas sesuai
kebutuhan.
(4) Setiap tenaga Pendidik dapat mengajukan permohonan
untuk menjadi tenaga Pendidik pada Lembaga Pelopor
Pendidikan dan Lembaga Pendidikan Swasta.

Bagian Ketiga
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pasal 1 1
(1) Lembaga Pelopor Pendidikan dan Lembaga Pendidikan
Swasta dapat mengajukan permohonan bantuan sarara
dan prasarana kepada Gubernur.
(2) Permohonan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1)
diajukan oleh Yayasan.

Bagian Keempat
Pembangunan dan Pengelolaan Asrama
Pasal 12
(1) Lembaga Pelopor Pendidikan dan Lembaga Pendidikan
Swasta dapat mengajukan bantuan pembangunan dan
pengelolaan asralna.
(2) Pengelolaan asrama sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) ditujukan untuk Sekolah yang berpola asrama sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Pasal 19
(1) Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pembentukan
Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah dapat
memedomani Peraturan Daerah Provinsi ini.

*Penutup
Demikian sedikit alasan dan isi Peraturan Daerah Provinsi Papua Tengah Nomor 9 tahun 2026 tentang Pemberdayaan lembaga pelopor pendidikan dan Lembaga Pendidikan Swasta di Papua Tengah.
Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten dapat sungguh sungguh melaksanakan perdasi ini. (***/Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending