Berita Daerah

DPW PAN Papua Tengah Gelar Musda DPD se-Provinsi, Tegaskan Soliditas Partai dan Kesiapan Menuju Pemilu 2029

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS –Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Provinsi Papua Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari agenda konsolidasi dan reorganisasi kepengurusan partai di tingkat kabupaten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di RM L’Prize, Nabire, dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PAN Papua Tengah serta seluruh perwakilan DPD PAN dari delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah.
Musda secara resmi dibuka oleh Ketua DPW PAN Papua Tengah yang juga Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, didampingi Sekretaris DPW PAN Papua Tengah, Aner Maisini, serta unsur pimpinan wilayah dan daerah lainnya.
Peneguhan Nilai Spiritual dan Solidaritas Partai
Dalam sambutannya, Deinas Geley menekankan pentingnya nilai spiritual, kerendahan hati, dan rasa syukur kepada Tuhan sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas politik dan kepartaian. Ia mengajak seluruh kader PAN, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten, untuk senantiasa mengedepankan nilai iman dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan.
“Jabatan, kepengurusan, dan kekuasaan tidak bersifat abadi. Yang abadi adalah firman Tuhan. Karena itu, setiap langkah dan rencana yang kita buat dalam partai harus selalu mengedepankan Tuhan,” tegas Deinas di hadapan peserta Musda.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemuka agama yang selama ini konsisten mendoakan bangsa dan daerah, serta kepada seluruh kader PAN di Papua Tengah yang dinilainya sebagai “pahlawan-pahlawan partai” yang berpikir ke depan demi masa depan masyarakat.
PAN Tetap Solid di Papua Tengah
Deinas Geley menegaskan bahwa PAN di Papua Tengah hingga saat ini tetap solid dan terhindar dari konflik internal yang kerap terjadi di sejumlah partai politik lain. Menurutnya, kekompakan tersebut merupakan hasil dari prinsip kerja tenang, disiplin organisasi, dan saling menghormati antar-pengurus.
“PAN tidak pecah. Kita diam, tenang, dan bekerja. Tidak ada ribut antara ketua dan sekretaris, tidak ada konflik internal. Inilah kekuatan PAN di Papua Tengah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak dalam politik identitas berbasis suku atau kelompok. Menurutnya, seluruh masyarakat Papua Tengah adalah satu kesatuan sebagai orang Papua yang memiliki dan bertanggung jawab atas tanah dan masa depan daerahnya.
Mekanisme Penetapan Kepengurusan DPD
Terkait dinamika penetapan kepengurusan DPD PAN kabupaten, Deinas menjelaskan bahwa DPW PAN Papua Tengah telah mengikuti mekanisme dan kebijakan terbaru dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, yakni pengajuan tiga nama calon pengurus dari masing-masing DPD untuk selanjutnya ditetapkan oleh DPP.
Ia menegaskan bahwa apapun keputusan yang ditetapkan oleh DPP PAN harus dihormati dan diterima oleh seluruh kader sebagai bagian dari disiplin organisasi.
“Kita punya struktur. Ada pusat, ada wilayah, ada daerah. Apapun keputusan dari pusat, kita wajib hormati dan laksanakan dengan lapang dada,” tegasnya.
Kesiapan Menghadapi Dinamika Politik Nasional dan Pemilu 2029
Dalam forum Musda tersebut, Deinas Geley juga menyinggung dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029, termasuk wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah. Ia mengingatkan seluruh DPD PAN di Papua Tengah agar siap menghadapi dua kemungkinan, baik pemilihan langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD.
Menurutnya, PAN harus mulai memperkuat mesin partai, meningkatkan perolehan kursi legislatif di tingkat kabupaten, serta menyiapkan kader-kader terbaik untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan daerah.
“Strategi belum bisa saya buka hari ini. Tapi yang jelas, kita harus kerja keras dari sekarang, membangun kekuatan di DPRD kabupaten sebagai basis perjuangan politik PAN ke depan,” ujarnya.
Transparansi Keuangan dan Rencana Pembangunan Kantor DPW
Dalam kesempatan tersebut, Deinas Geley juga memaparkan secara terbuka laporan keuangan DPW PAN Papua Tengah, termasuk penggunaan dana operasional, bantuan partai, serta rencana pembelian tanah dan pembangunan kantor DPW PAN Papua Tengah.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, DPW PAN Papua Tengah telah mengelola dana ratusan juta rupiah secara akuntabel, termasuk dana bantuan partai politik yang masih disimpan untuk rencana strategis jangka panjang.
“Kami tidak kaya. Semua yang kami lakukan semata-mata karena pertolongan Tuhan dan kerja keras kader. Dana partai dikelola sesuai aturan dan dipersiapkan untuk kepentingan organisasi,” jelasnya.
Penutup: Seruan Persatuan dan Optimisme
Menutup sambutannya, Ketua DPW PAN Papua Tengah kembali mengajak seluruh kader untuk tetap setia pada partai, menjaga persatuan, dan bekerja dengan hati yang tulus demi masa depan Papua Tengah.
“Jangan lupa Tuhan dalam setiap rencana. Kalau kita mengandalkan Tuhan, maka Tuhan akan membuka jalan bagi cita-cita kita semua,” pungkas Deinas Geley.
Musda DPD PAN se-Provinsi Papua Tengah ini diharapkan menjadi momentum penguatan struktur partai, konsolidasi internal, serta langkah awal menuju kesiapan PAN Papua Tengah menghadapi agenda politik nasional dan daerah ke depan, khususnya Pemilu 2029.

DPP PAN Selenggaraan Konsolidasi Lewat Virtual Zoom

Pasca pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Provinsi Papua Tengah, agenda kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi partai yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom. Konsolidasi tersebut dipandu langsung oleh jajaran DPP PAN dan dipimpin oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan.
Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah perkembangan politik nasional yang perlu menjadi perhatian seluruh kader. Ia menyinggung kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, di mana Pilkada, baik untuk Gubernur maupun Bupati, berpotensi dipilih melalui DPRD. Menurutnya, dinamika tersebut harus disikapi dengan kesiapan dan strategi yang matang oleh seluruh struktur partai.
Karena itu, Ketua Umum DPP PAN meminta seluruh pengurus, baik di tingkat DPW (provinsi) maupun DPD (kabupaten/kota), serta seluruh kader, untuk mempersiapkan diri secara serius. Ia menegaskan pentingnya perjuangan merebut kursi pimpinan DPRD, minimal posisi Wakil Ketua, sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi politik partai di daerah.
Konsolidasi nasional melalui Zoom tersebut diikuti oleh seluruh jajaran DPW dan DPD PAN se-Indonesia, sebagai bagian dari penguatan soliditas dan penyamaan visi menghadapi tantangan politik ke depan. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version