Berita Daerah

Stok Kartu ATM di BRI Nabire Dikeluhkan Nasabah, Manajemen Pastikan Distribusi Cukup

Published

on

NABIRE – enagonews – Tagline terbaru Bank Rakyat Indonesia (BRI), “Satu Bank untuk Semua”, ditegaskan bukan sekadar jargon. BRI menjadi bank dengan jangkauan profil nasabah paling luas serta jumlah nasabah terbanyak di Indonesia, mulai dari masyarakat perkotaan hingga wilayah pedalaman.

Seiring perkembangan zaman dan pergeseran perilaku transaksi, BRI terus melakukan berbagai langkah nyata untuk mengakomodasi seluruh segmen nasabah. Bagi generasi Z dan Alpha yang dikenal melek teknologi, BRI menghadirkan kemudahan layanan digital melalui aplikasi BRImo. Namun, bagi masyarakat yang masih mengandalkan transaksi konvensional, kartu ATM tetap menjadi layanan utama.

Meski demikian, sejumlah nasabah di salah satu Unit BRI di Kabupaten Nabire mengeluhkan kesulitan mendapatkan kartu ATM. Seorang nasabah bernama Adi mengaku telah beberapa kali mendatangi kantor BRI untuk mengurus kartu ATM, namun belum berhasil.
“Saya sudah tiga kali datang ke customer service untuk mengurus kartu ATM, tapi selalu dibilang kartunya habis,” ujar Adi kepada wartawan, Selasa (30/12).

Adi menuturkan, dirinya telah mengurus kartu ATM sejak November 2025 lalu. Meski kedatangannya tidak dilakukan secara berturut-turut karena kesibukan, hingga kini kartu ATM yang dibutuhkan belum juga diperoleh.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemimpin BRI Cabang Nabire, Mohammad Arif Nur Pratama, memastikan bahwa stok kartu ATM di BRI Cabang Nabire dalam kondisi mencukupi dan terdistribusi dengan baik ke seluruh unit kerja.

“Setelah masa Covid-19 berlalu, stok kartu ATM BRI tersedia. Kami selalu ready sekitar 1.200 kartu ATM dan didistribusikan ke masing-masing unit kerja,” jelas Arif saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Arif juga menegaskan bahwa layanan kartu ATM tidak tergantikan sepenuhnya oleh transaksi digital. Menurutnya, BRI menjalankan grand design layanan perbankan yang berjalan beriringan antara layanan konvensional dan digital.

“Sampai saat ini, layanan ATM dan BRImo berjalan bersama. BRI adalah satu-satunya bank di Indonesia dengan jangkauan profil nasabah paling luas. Untuk Gen Z dan Alpha, kami tawarkan kemudahan transaksi melalui BRImo. Namun untuk mamak-mamak, pace, dan mace di wilayah pedalaman seperti Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai, kartu ATM tetap kami berikan,” bebernya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa penggunaan kartu ATM BRI memiliki ketentuan dan limit transaksi yang berbeda sesuai jenis kartu. Untuk Kartu ATM Britama Bisnis, limit tarik tunai sebesar Rp15 juta per hari, transfer sesama BRI hingga Rp300 juta per hari, serta transfer ke bank lain Rp25 juta per hari.

Sementara Kartu ATM Britama memiliki limit tarik tunai Rp10 juta per hari, transfer sesama BRI hingga Rp250 juta per hari, dan transfer antarbank Rp15 juta per hari. Adapun Kartu ATM Prioritas memiliki limit tarik tunai hingga Rp15 juta per hari, transfer sesama BRI sesuai saldo, dan transfer ke bank lain maksimal Rp25 juta per hari.

Advertisement

Di sisi lain, efektivitas layanan digital BRImo di Kabupaten Nabire terus menunjukkan tren positif. Hingga 28 Desember 2025, jumlah pengguna aktif BRImo di Nabire tercatat sebanyak 30.000 pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp12 triliun.
(Mus)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version