Berita Daerah

Diben Elaby Tegaskan Aspirasi IPMADO Akan Ditindaklanjuti, DPR Papua Tengah Siapkan Pertemuan dengan Kapolda

Published

on

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, merespons aspirasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) dalam aksi damai bertajuk “Dogiyai Berdarah” di Gedung DPR Papua Tengah, Senin (28/9/2026).

Aksi tersebut menyuarakan kembali persoalan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, sejumlah warga sipil dan anggota kepolisian dilaporkan menjadi korban.

Menanggapi aspirasi massa, Wakil Ketua I mengatakan DPR Papua Tengah memiliki kewajiban menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai kewenangan lembaga. Ia menegaskan DPR tidak dapat mengambil alih proses penegakan hukum, tetapi dapat meminta penjelasan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Kami DPR ini adalah perwakilan dari masyarakat Papua Tengah. Dan masyarakat Papua Tengah sedih, kami harusnya bersedih juga. Harusnya merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ia mengaku hingga Senin (28/9/2026) pihaknya belum menerima laporan resmi dari kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus Dogiyai. Karena itu, DPR Papua Tengah akan mengundang Kapolda Papua Tengah untuk meminta penjelasan mengenai proses hukum kasus tersebut.

“Saya janji kami akan undang Pak Kapolda. Saya ingin tahu sampai di mana kasus Dogiyai itu, terutama ini kan penegakan hukum,” ujarnya.

Menurutnya, DPR Papua Tengah sebelumnya juga telah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat dan DPR RI. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian persoalan yang disampaikan masyarakat berada di luar kewenangan DPR Papua Tengah.

Ia juga menegaskan, baik masyarakat maupun anggota kepolisian merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilindungi. Karena itu, penyelesaian persoalan Dogiyai harus dilakukan melalui mekanisme hukum, dengan mengedepankan keterbukaan dan penegakan hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran.

Ia berharap proses penanganan kasus tersebut dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat dan keluarga korban serta tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Kita mau mendorong perdamaian abadi di atas negeri ini,” tegasnya.

Wakil ketua I berharap aspirasi yang disampaikan IPMADO dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencari penyelesaian atas persoalan Dogiyai, sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum dan situasi keamanan di Papua Tengah tetap terjaga. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version