NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Ratusan personel gabungan TNI-Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC), dan Satpol PP disiagakan untuk mengawal aksi demonstrasi damai yang digelar Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire.
Aksi bertajuk “Dogiyai Berdarah” yang bermula dari Asrama Dogiyai tersebut mengusung sejumlah tuntutan, di antaranya desakan pengungkapan fakta dan proses hukum transparan atas dugaan pelanggaran HAM terkait peristiwa Dogiyai Berdarah, dengan titik puncak aksi diarahkan ke Kantor DPRP Papua Tengah, Senin (28/9/2026).
Guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan kondusif, pihak kepolisian mengerahkan sekitar 300 personel untuk memperketat pengamanan di area strategis dan sepanjang rute pergerakan massa.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa seluruh aparat yang bertugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis serta mematuhi prosedur operasional standar (SOP).
“Pada saat pengamanan utamakan sikap 3S, senyum, sapa, salam. Kemudian, cara bertindak kita di lapangan tetap humanis, sesuaikan dengan protap dan hierarki dalam pelaporan,” ujar AKBP Samuel saat memimpin apel pengamanan di Mapolres Nabire.
Langkah preventif ini diambil guna menjamin kelancaran penyerahan aspirasi ke pihak legislatif sekaligus menjaga ketertiban umum di wilayah Kota Nabire selama kegiatan berlangsung.
Di samping pengerahan pasukan pengamanan, Kapolres Nabire mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Nabire agar tetap tenang dan melangsungkan kegiatan harian seperti biasa tanpa terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Nabire untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan menghindari segala bentuk provokasi dari pihak mana pun. Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di Kota Nabire agar situasi senantiasa aman, nyaman, dan kondusif,” imbaunya. (*)