Kesbangpol Gelar Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Mubes Suku Mee
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah menegaskan tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Suku Mee. Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi persiapan pelaksanaan Mubes yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Senin (24/11). Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, S.E., M.Si dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran Kesbangpol hanya sebatas memberikan sosialisasi dan arahan teknis. “Kesbangpol tidak akan melakukan intervensi pelaksanaan Mubes Suku Mee. Kami di sini hanya melakukan sosialisasi, kapan mubes itu sendiri dilaksanakan,” tegas Adii.
Ia menambahkan, persiapan Mubes terus berjalan dan pihaknya menunggu informasi resmi terkait waktu pelaksanaan. Adii juga menyebutkan bahwa semua suku, Suku Mee, Dani, Damal, Moni, Wolani, Amungme, hingga Kamoro, Kesbangpol yang mengarahkan sehingga Mubes menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal. “Sekali lagi kami tidak intervensi, hanya mengarahkan. Soal waktu pelaksanaan, kita menunggu informasi,” jelasnya. Adii turut menegaskan bahwa arahan dari Gubernur Papua Tengah, Meky Nawipa, meminta seluruh suku di wilayah Papua Tengah segera menyelenggarakan Mubes agar memiliki kejelasan organisasi serta struktur kepemimpinan yang sah. Dalam kesempatan yang sama, mantan Bupati Nabire Isaias Douw yang hadir sebagai tamu undangan menyampaikan bahwa pemilihan kepala suku bagi masyarakat Mee merupakan proses adat yang telah berlangsung turun-temurun.
“Mee ini adalah Meepago, yakni Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Nabire. Mereka akan melaksanakan Mubes, tetapi hal-hal teknis harus tetap dikonsultasikan dengan Kesbangpol,” ujar Isaias. Menyoal sosok ideal yang layak memimpin Suku Mee, Isaias menilai bahwa figur Kepala Suku harus memiliki kemampuan merangkul seluruh kelompok masyarakat. “Figur Ketua Suku Mee tentu yang memiliki jiwa pemersatu. Ia harus mampu merangkul semua, baik Orang Asli Papua (OAP) dari pesisir maupun pegunungan, juga masyarakat pendatang,” tandasnya. Saat ditanya mengenai kesiapannya jika dicalonkan dalam Mubes, Isaias menjawab dengan nada santai bahwa dirinya tidak hanya terpaku pada kawasan Meepago.
“Saya tidak terbatas pada Meepago, tetapi seluruh Papua Tengah yang terdiri dari delapan kabupaten,” ujarnya sembari tersenyum. Mubes Suku Mee direncanakan menjadi forum pemersatu sekaligus wadah untuk menentukan arah organisasi adat ke depan, termasuk pemilihan Kepala Suku Mee yang baru. (Mus)