Berita Daerah
TPK Diminta Perkuat Pendampingan Keluarga untuk Percepat Penurunan Stunting di Papua Tengah
MIMIKA, Central Media News – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong Tim Pendamping Keluarga (TPK) memperkuat peran dan kualitas pendampingan kepada keluarga berisiko stunting sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Hal tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago, dalam pembukaan Bimbingan Teknis Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Papua Tengah, di ruang pertemuan Hotel Grand Tembaga, Kabupaten Mimika. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Tim Pendamping Keluarga dari Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Mimika, bersama kader keluarga berencana, kader kesehatan dan kader PKK. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB).
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Marthen Ukago, ditegaskan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut kesehatan, kecerdasan dan masa depan generasi Papua Tengah.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak. Stunting berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang, kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak,” Ujarnya.
Pencegahan stunting, lanjutnya, perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, setelah persalinan hingga anak memasuki usia balita. Karena itu, keberadaan TPK dinilai strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan melakukan pendampingan langsung kepada keluarga yang memiliki risiko stunting.
TPK yang terdiri dari unsur bidan, kader KB dan kader PKK diminta dapat bekerja sebagai satu tim. Peserta juga diarahkan meningkatkan kemampuan dalam mengenali keluarga berisiko stunting, memberikan komunikasi, informasi dan edukasi, memperkuat koordinasi serta menggunakan aplikasi pendukung seperti Elsimil dan SIGA secara benar.
Pemerintah juga menekankan pentingnya akurasi data dalam proses pendampingan. Data yang dikumpulkan harus menggambarkan kondisi keluarga yang sebenarnya agar pemerintah dapat menentukan intervensi yang tepat.
“Data yang dikumpulkan harus akurat. Jangan sekadar memenuhi laporan. Data tersebut harus menggambarkan kondisi keluarga yang sebenarnya agar pemerintah dapat menentukan intervensi yang tepat,” katanya.
Selain itu, keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, perbaikan gizi, sanitasi maupun perlindungan sosial diharapkan dapat dihubungkan dengan layanan yang tersedia.
“TPK harus hadir bukan untuk menghakimi keluarga, tetapi untuk mendampingi, memberi pemahaman, dan membantu mencari solusi,” tegasnya.
Bimbingan teknis ini diharapkan menjadi langkah penguatan kapasitas TPK sekaligus memperkuat koordinasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader dan masyarakat dalam upaya menciptakan generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang baik.
Penulis: Efraim