Berita Jayapura
Perkuat Tali Persaudaraan di Tanah Papua, Warga Barru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
JAYAPURA, Papua | News.papuatengah.info – Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) Kota Jayapura bersama warga Barru dari sejumlah daerah di Papua menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Hotel Suni, Kota Jayapura, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum warga Barru untuk memperkuat tali persaudaraan, menjaga silaturahmi, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Barru yang hidup di tanah perantauan.
Maulid yang dihadiri warga Barru dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, serta perwakilan KKDB Kabupaten Mimika.Berlangsung meriah, ramai dan penuh suasana kekeluargaan.
Wakil Wali Kota Jayapura Ir. Rustan Saru, MM., yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi konsistensi KKDB dan panitia yang terus menggelar kegiatan keagamaan rutin dari tahun ke tahun.
Wakil Walikota mengatakan, kehidupan masyarakat di tanah rantau membutuhkan kekuatan kebersamaan. Warga harus saling menjaga dan memperkuat hubungan sosial.
“Kita hidup di tanah rantau harus saling menjaga. Papua ini miniatur Indonesia. Karena itu, tali persaudaraan harus terus kita perkuat,” ungkapnya.
Dia juga mengajak warga Barru yang berada di Kota Jayapura dan daerah lainnya di Papua untuk terus berkontribusi menjaga suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
“Jangan hanya berkumpul ketika ada kegiatan. Hubungan kekeluargaan harus terus dijaga. Saling membantu dan saling menghargai itu penting karena kita semua hidup bersama di tanah Papua,” ujarnya.
Ketua KKDB Kota Jayapura, Haja Rosmini Haedar, mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan keagamaan. Bagi warga Barru, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk berkumpul dan menjaga hubungan kekeluargaan di tanah perantauan.
Menurutnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan warga Barru selama bertahun-tahun. Konsistensi itu tidak lepas dari semangat warga yang terus saling mendukung.
“Sudah bertahun-tahun kegiatan seperti ini kita laksanakan. Warga Barru saling bahu-membahu, baik dalam persiapan maupun pelaksanaannya. Ini yang membuat kebersamaan kita tetap terjaga,” ungkapnya.
Dia berharap semangat tersebut terus dipertahankan. Sebab, keberadaan warga Barru di Papua tidak hanya membangun hubungan sesama warga daerah asal, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Papua.
“Di tanah perantauan kita harus tetap menjaga kekeluargaan. Jangan sampai jarak membuat kita terpisah. Justru kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dan memperkuat silaturahmi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi, Darussalam Damir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, panitia membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Dukungan warga membuat kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Kami berterima kasih kepada semua warga yang ikut membantu. Persiapannya sekitar tiga minggu dan alhamdulillah peserta yang hadir sangat ramai. Kegiatannya berlangsung meriah,” katanya.
Dia menyebut seluruh rangkaian kegiatan terlaksana secara swadaya. Warga Barru di tanah perantauan, khususnya di Kota Jayapura, ikut mengambil bagian dalam pembiayaan maupun persiapan acara.
“Ini murni swadaya warga Barru di tanah perantauan. Semua bergerak bersama. Semangat kebersamaan seperti ini yang harus terus dipertahankan,” tegasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pun ditutup dalam suasana penuh kekeluargaan. Warga Barru dari sejumlah wilayah di Papua kembali berkumpul dalam satu momentum untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat persaudaraan di tanah rantau. (*)