Connect with us

Berita Deiyai

Pemkab Salurkan Bantuan Prasarana Kesehatan, 7 Speedboat & 3 Ambulans

Published

on

Bupati Mesak “Pembagian 3 Zona Mudahkan Pemerataan Pembangunan”

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS- Pemerintah Kabupaten Nabire dibawah kepemimpinan Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si terus menunjukkan komitmen dan realisasi visi misi ‘Nabire Hebat” dalam meningkatkan pelayanan masyarakat Kabupaten Nabire khususnya bidang kesehatan.
Penyerahan Prasarana 7 unit Soeedboat dan 3 mobil ambulans untuk sejumlah Puskesmas adalah salah satu bentuk komitmen itu.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire utamanya dan sektor lain seperti pendidikan, perekonomian serta infrastruktur dilandasi dengan satu program sebagai prioritas nomor satu dalam visi dan misi yaitu “jaminan kesehatan “.

“Dalam visi-visi pembangunan Kabupaten Nabire ada skala prioritas yang kami canangkan yaitu terutama  jaminan keamanan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire,” tegas Bupati.
“Kenapa saya canangkan prioritas pertama jaminan keamanan ? Karena jaminan keamanan itu baik maka pelayanan kesehatan itu akan maksimal, seluruh sektor akan mengikuti dengan baik pula.Kalau jaminan keamanan itu baik maka pendidikan itu akan meningkat. Sebaliknya, kalau jaminan keamanan itu terganggu sedikit, anak berangkat kesekolah  menjadi segan, aktivitas jual beli akan terganggu yang berdampak pada macetnya roda perekonomian,” tuturnya.

Bupati Mesak mengajak TNI-Polri, seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjadi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire yang menjadi kunci berjalannya seluruh aktivitas, keamanan akan menjamin aktivitas pembangunan, pemerintahan, dan perekonomian akan berjalan baik.
Gangguan keamanan bukan saja berdampak bagi masyarakat Kabupaten Nabire tetapi juga masyarakat di wilayah yang menggantungkan dari Nabire sebagai pintu masuk seperti Dogiyai dan Deiyai.Harga kebutuhan pokok bisa melonjak naik bila keamanan terganggu.

Untuk memudahkan dan melakukan pemerataan pembangunan di Kabupaten Nabire, Mesak Magai membagi wilayah dengan 3 (tiga) zona, pertama Pesisir & Kepulauan, kedua Perkotaan, dan ketiga wilayah gunung (pegunungan).

Janjikan Imbalan Bagi Penangkap Begal/Jambret
Begitu pentingnya nilai jaminan keamanan sehingga Bupati Nabire menjanjikan rewards /hadiah/imbalan bagi anggota siapa saja yang mampu menangkap begal/jambret, seraya menyampaikan apresiasi kepada anggota Polri yang telah berhasil menangkap begal/jambret.
“Saya sudah sampaikan kepada Polri, siapapun yang mampu menangkap begal/jambret akan diberi imbalan dan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat saya akan memberikan imbalan.Bahkan kalau sampai membunuh begal saya siap melindungi karena itu tindakan bela diri,” tuturnya.
“Orangtua meletakkan pusat pemerintahan di Nabire ini dan kita sekarang sedang menikmati.Kita juga harus berkarya untuk memberikan warisan terbaik bagi anak cucu kita, karena hasil karya terbaik yang akan dinikmati dan dikenang oleh generasi selanjutnya,” ungkapnya.

Pembangunan Diarahkan Pada 3 Zona
Dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Nabire, Mesak Magai membaginya dalam 3 zona, Zona Oesisir & Kepulauan, Zona Perkotaan, dan Zona Pegunungan.
Oleh karena itu seluruh OPD dalam melaksanakan pembangunan diminta Bupati untuk mengarah pada 3 zona itu.
Terkait bantuan 7 unit Speedboat dan 3 Ambulans, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan karena bantuan prasarana kesehatan itu juga diperuntukkan bagi masyarakat di zona tersebut.7 Speedboat untuk masyarakat pesisir, dan 3 unit Ambulans untuk masyarakat perkotaan dan pegunungan.
Namun demikian, Bupati mengingatkan para,Pimpinan OPD untuk tetap memperhatikan tepat sasaran.
Bupati mencontohkan bila Kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan menyalurkan bantuan untuk masyarakat pesisir itu tidak tepat sasaran karena harusnya bantuan itu berupa perikanan dan pariwisata.
“Dalam mewujudkan visi misi pembangunan dan mengambil kebijakan tepat sasaran, saya akan terus memantau dan monitor terus seluruh OPD,” tegas Mesak.

Pelayanan RSUD Semakin Membaik
Bupati juga menyinggung pelayanan di RSUD Nabire yang terus mengalami grafik yang semakin membaik setelah ada pergantian pimpinan dan sejumlah jabatan.
Bupati menilai bahwa pengelolaan manajemen akan berjalan baik tergantung pengelolaan manajemen pemimpin didalam.
“Bila Pemimpinnya baik maka pegawai akan bekerja dengan baik dan maksimal, seraya menegaskan bahwa dirinya akan terus memperbaiki menejemen dan layanan RSUD Nabire disamping prioritas 4 prioritas utama yakni jaminan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.

Dana Milyaran Berputar Dikampung
Bupati Nabire menerangkan bahwa dana kampung telah dibagikan di kampung-kampung di 15 distrik sehingga saat ini milyaran dana sedang berputar di kampung.
Bupati mengingatkan bahwa dari dana kampung itu ada satu prioritas yakni untuk Stunting dan harus bekerja sama dengan Posyandu dan Puskesmas  yang memiliki data stunting.

Advertisement

Kepala Puskesmas yang Tidak Bertugas “Lepuh”
Dalam kesempatan itu Bupati Nabire menegaskan dan meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan bagi Kepala Puskesmas yang tidak berada di tempat alias tidak bekerja untuk diganti alias “Lepuh”.
Pegawai yang tidak aktif/malas bekerja gajinya ditahan dan tidak dibayarkan.
Bupati Mesak Magai juga menyinggung menurunnya APBN akan berdampak pada APBD Nabire dan over kapasitas pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Nabire yang mencapai 7.000 pegawai menjadikan sebagian besar APBD terserap habis, sekitar 190 milyar ABPD habis hanya untuk belanja pegawai.
Bupati juga akan memantau secara ketat terkait tenaga,pengajar di Kabupaten Nabire.
Tenaga Pengajar khususnya yang masih muda harus siap ditempatkan dimana pun termasuk daerah-daerah pelosok. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Sekda Buka Seminar SSH Secara Resmi

Published

on

Gubernur Meki : “SSH, Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua Tengah “

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, diwakili Sekda dr.Silwanus Sumule secara resmi membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi program SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berintegritas.
Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Nurhalida, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh dipahami hanya sebagai penambahan jam belajar bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan SSH harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada siswa.
“SSH harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang menerapkan program ini harus menjadi contoh dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Gubernur.


Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Karena itu, implementasinya harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik melalui sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan mutu pembelajaran, Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mematuhi ketentuan dalam Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT mengenai pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program Sekolah Sepanjang Hari di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Saya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD. Dinas Pendidikan di setiap kabupaten juga harus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif di setiap sekolah,” ujarnya.
Gubernur Meki juga menegaskan bahwa keberhasilan Program SSH membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Dinas PUPR mendukung pembangunan dan renovasi gedung sekolah, penyediaan sanitasi yang layak, akses air bersih, hingga perlindungan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan tersedianya akses internet yang andal sebagai penunjang proses pembelajaran digital, sedangkan PT PLN diharapkan memprioritaskan penyediaan listrik dan penerangan bagi sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, khususnya di Kabupaten Nabire. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau wilayah Topo, Siriwo, dan daerah-daerah pedalaman lainnya.
“Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita bersama. Setiap anak Papua Tengah, di mana pun berada, harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah di wilayah pedalaman masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Selain itu, para kepala sekolah dan guru diminta mampu mengelola kegiatan akademik secara seimbang dengan pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, serta kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda.
Ia berharap Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari dapat menghasilkan langkah-langkah operasional yang konkret, sistem evaluasi yang efektif, serta memperkuat sinergi seluruh pihak agar program SSH benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (red)

Continue Reading

Berita Daerah

Bupati Deiyai Serahkan Penghargaan kepada Personel Polres pada HUT Bhayangkara ke-80

Published

on

DEIYAI, enagoNews – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending