Berita Daerah

GSI 2026 Jadi Panggung Talenta Sepak Bola Pelajar, Nabire Berhasil Rebut Gelar Juara

Published

on

Nabire, Papua Tengah I News.papuatengah.info – Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 resmi berakhir dengan Kabupaten Nabire keluar sebagai juara pertama, disusul Kabupaten Paniai sebagai juara kedua, dan Kabupaten Deiyai sebagai juara ketiga. Kompetisi sepak bola antarpelajar tersebut berlangsung sejak 24 hingga 28 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti pelajar dari lima kabupaten, yakni Mimika, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Nabire, ditutup pada Jumat (28/8/2026).

Dalam penutupan tersebut, Kabupaten Paniai menempati posisi juara kedua, sedangkan Kabupaten Deiyai meraih juara ketiga.

Rangkaian penutupan diakhiri dengan pembagian medali dan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih selama mengikuti kompetisi, Jumat (28/8/2026).

Sambutan Gubernur Papua Tengah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marten Ukago, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, pemerintah provinsi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya GSI.

“Gala Siswa Indonesia bukan semata-mata pertandingan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. GSI merupakan bagian dari proses pendidikan,” ujar Marten saat menyampaikan sambutan.

Ia menjelaskan, GSI tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan sepak bola para pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Melalui kompetisi tersebut, siswa belajar mengenai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, keberanian, serta menghormati orang lain.

“Melalui sepak bola, kita belajar bahwa kemenangan tidak dapat dicapai seorang diri. Sehebat apa pun seorang pemain, ia tetap membutuhkan teman satu tim,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memberikan pesan kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan. Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, hasil pertandingan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk kembali berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah juga menilai Papua Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan bakat sepak bola. Para siswa didorong untuk berani memiliki mimpi menjadi pesepak bola profesional, namun tetap diiringi dengan pendidikan, latihan, disiplin, kerja keras, doa, dan ketekunan.

“Kembalilah ke kabupaten masing-masing dengan membawa pengalaman, persahabatan, dan semangat baru. Teruslah berlatih dan jadilah contoh yang baik bagi teman-teman di sekolah,” pesannya.

Penutupan GSI Tingkat SMP Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 menjadi momentum bagi para pelajar untuk tidak hanya membawa pulang hasil pertandingan, tetapi juga pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga maupun pendidikan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version