Connect with us

Berita Daerah

Festival Media se-Tanah Papua Resmi Ditutup

Published

on

Media Papua Meneguhkan Keterbukaan & Kebenaran Informasi “

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Sore itu, angin dari Teluk Cenderawasih berembus pelan menyapu kawasan eks Bandara Lama Nabire. Di tempat yang dulu menjadi pintu masuk utama ke kota ini, kini berkumpul para penjaga cerita dari seluruh Tanah Papua—para jurnalis, penulis, penyiar, dan pewarta yang selama tiga hari terakhir bertukar gagasan, berdebat dengan hangat, dan meneguhkan kembali makna profesi mereka.
Kamis, 15 Januari 2026, Festival Media se-Tanah Papua resmi ditutup. Marthen Ukago, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, berdiri di podium mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH. Gubernur bersama Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah sedang berada di luar daerah menjalankan tugas negara. Namun, pesan yang dibawa pulang ke Nabire sore itu terasa utuh: media Papua tidak berjalan sendirian.
“Dengan penuh tanggung jawab, kami menutup Festival Media se-Tanah Papua 2026,” ujar Ukago, membacakan sambutan gubernur. Kalimat itu bukan sekadar penanda akhir acara, tetapi seperti penegasan awal bagi perjalanan yang lebih panjang.
Di hadapan panggung, duduk berdampingan para anggota Forkopimda Papua Tengah, pimpinan organisasi pers, tokoh-tokoh senior media, anggota DPR Papua Tengah dan MRP, para kepala OPD, hingga tokoh adat, agama, perempuan, pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Sebuah potret kecil tentang Papua yang majemuk—dan tentang betapa pentingnya cerita-cerita dari tanah ini terus disuarakan.
Selama tiga hari, Nabire berubah menjadi ruang temu. Bukan hanya untuk menyusun strategi jurnalistik, tetapi juga untuk saling mendengar. Di ruang-ruang diskusi, dibicarakan jurnalisme damai, etika profesi, hak asasi manusia, hingga kegelisahan tentang masa depan media di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Gubernur Meki Nawipa, dalam sambutan tertulisnya, menyebut festival ini sebagai bukti bahwa media Papua tumbuh bersama masyarakat, adat, dan nilai-nilai kemanusiaan. Media, kata dia, bukan menara gading. Ia berjalan di tanah yang sama dengan rakyatnya—menghirup debu yang sama, dan memikul kecemasan yang serupa.


“Insan pers adalah mitra strategis pembangunan,” demikian kutipan yang dibacakan Marthen Ukago. Kritik yang jujur, data yang akurat, dan keberpihakan pada kepentingan publik, lanjutnya, adalah fondasi bagi pemerintahan yang transparan dan adil.
Malam sebelumnya, panggung yang sama menjadi saksi Malam Anugerah Wartawan Papua dan Apresiasi Noken Pers. Bukan sekadar deretan nama yang dipanggil untuk menerima penghargaan, tetapi sebuah pengakuan bahwa jurnalisme, di tanah yang penuh cerita dan luka ini, adalah panggilan moral.
“Jurnalisme adalah ruang bagi suara yang sering terpinggirkan,” tulis Gubernur dalam pesannya, “sekaligus tanggung jawab untuk menjaga nurani publik.”
Ketika matahari mulai turun di ufuk Nabire dan acara penutupan mencapai ujungnya, pesan itu kembali ditegaskan. Apresiasi disampaikan kepada panitia, Asosiasi Wartawan Papua, para senior pers, dan seluruh mitra yang telah membuat festival ini mungkin terjadi.
Namun, yang lebih penting dari seremoni adalah harapan: agar semangat festival tidak berhenti di panggung, tidak selesai bersama lipatan spanduk dan kursi yang dibereskan. Ia harus hidup di ruang-ruang redaksi kecil, di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota, dan di hati setiap jurnalis Papua yang esok hari kembali memanggul kamera, buku catatan, atau perekam suara.


“Wartawan boleh lelah,” tulis Gubernur menutup pesannya, “tetapi kebenaran tidak boleh berhenti.”
Di Nabire, sore itu, kalimat itu terasa seperti janji yang diucapkan bersama—pelan, tetapi teguh.

(Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending