Connect with us

Berita Daerah

Soroti Kisruh Musda KNPI Mimika, Urbanus Beanal Desak Proses Organisasi Berjalan Jujur, Adil, dan Demokratis

Published

on

Urbanus Beanal “Nilai Ketua Caretaker KNPI Mimika Gagal Pimpin Musda, Desak Penjelasan atas Penerbitan SK Sepihak”

TIMIKA, PAPUA TENGAH– enagoNews – Anggota DPRP Provinsi Papua Tengah, Urbanus Beanal, menyoroti pelaksanaan Sidang Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Mimika yang dinilai tidak berjalan sesuai prinsip organisasi. Ia menilai Ketua Caretaker KNPI Kabupaten Mimika gagal memimpin jalannya persidangan hingga berujung pada polemik dalam proses pemilihan kepengurusan.
Menurut Urbanus Beanal, berdasarkan informasi dan hasil pemantauan yang diterimanya, pelaksanaan Rapimpurda dan Musda KNPI Kabupaten Mimika yang berlangsung di salah satu hotel di Jalan Budi Utomo pada awalnya berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh tahapan sidang dapat dilaksanakan sebagaimana agenda yang telah ditetapkan.
Namun, situasi berubah ketika sidang memasuki tahapan penentuan atau proses pemilihan Ketua KNPI Kabupaten Mimika. Pada tahapan tersebut muncul perbedaan pendapat di antara peserta sidang yang akhirnya memicu ketegangan hingga terjadi keributan di dalam forum.
“Awalnya seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Akan tetapi, ketika memasuki proses pemilihan, muncul perbedaan pendapat yang kemudian berkembang menjadi keributan. Hal seperti ini tentu sangat disayangkan karena organisasi kepemudaan seharusnya menjadi contoh dalam berdemokrasi,” ujar Urbanus.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat dua calon yang memperoleh dukungan suara terbanyak dari Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) atau DPC KNPI tingkat distrik bersama sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang memiliki hak suara dalam forum tersebut.
Namun demikian, menurut Urbanus, situasi semakin memanas setelah muncul dugaan adanya upaya untuk menggagalkan hasil perolehan dukungan yang telah diperoleh kedua calon tersebut. Kondisi itu akhirnya membuat proses persidangan tidak dapat dilanjutkan secara normal.
“Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa persoalan tersebut kemudian diserahkan kepada KNPI Provinsi Papua Tengah untuk mendapatkan penyelesaian sesuai mekanisme organisasi. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kemudian Ketua Caretaker KNPI Kabupaten Mimika justru menerbitkan Surat Keputusan (SK) secara sepihak kepada orang tertentu. Hal inilah yang harus dijelaskan secara terbuka kepada seluruh peserta Musda maupun masyarakat agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” tegasnya.
Urbanus menilai, setiap keputusan organisasi harus berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mekanisme organisasi, serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi kepemudaan tidak boleh diwarnai kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
Ia mengingatkan Ketua Caretaker KNPI Kabupaten Mimika agar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara jujur, adil, profesional, serta menghormati nilai-nilai persaudaraan di atas tanah Amungsa dan Bumi Kamoro.
“Saya mengingatkan kepada Ketua Caretaker KNPI Kabupaten Mimika agar bekerja secara jujur, adil, profesional, dan mengedepankan aturan organisasi. Jangan sampai keputusan yang diambil justru mencederai demokrasi organisasi dan memecah persatuan pemuda di Kabupaten Mimika,” katanya.
Lebih lanjut, Urbanus juga meminta Pemerintah Kabupaten Mimika agar memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada seluruh putra-putri daerah untuk berperan dalam berbagai organisasi yang selama ini mendapatkan pembinaan maupun dukungan pemerintah daerah.
Menurutnya, organisasi-organisasi strategis di Kabupaten Mimika tidak boleh dikuasai atau didominasi oleh kelompok tertentu maupun tim sukses politik. Sebaliknya, organisasi harus menjadi wadah bersama yang terbuka bagi semua elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Ia menyebutkan sejumlah organisasi yang menjadi perhatian publik, di antaranya KONI Kabupaten Mimika, KNPI Kabupaten Mimika, KADIN Kabupaten Mimika, ASKAB PSSI Kabupaten Mimika, serta PESPARAWI Kabupaten Mimika.
“Organisasi-organisasi ini harus menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Mimika, bukan hanya milik kelompok tertentu. Semua putra-putri daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Urbanus berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, musyawarah, dan mekanisme organisasi dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul. Ia juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan yang dapat memecah solidaritas pemuda.
Menurutnya, KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, seluruh proses organisasi harus dijalankan secara transparan, demokratis, dan berkeadilan agar mampu melahirkan kepemimpinan yang mendapat legitimasi dari seluruh peserta organisasi.
“Harapan kami, seluruh organisasi kepemudaan, olahraga, ekonomi, maupun sosial di Kabupaten Mimika benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, setiap putra-putri Mimika memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam membangun daerah yang lebih maju, damai, dan sejahtera,” tutup Urbanus Beanal. (Red(

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending