Connect with us

Berita Deiyai

Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kapiraya

Published

on

*Konflik Mimika–Deiyai–Dogiyai Masuk Tahap Mengkhawatirkan*

NABIRE, Papua Tengah-ebenagoNews –  Situasi keamanan di wilayah Kapiraya, Kabupaten Mimika, dalam beberapa pekan terakhir terus memburuk akibat meningkatnya konflik sosial yang melibatkan warga dari Mimika dan Deiyai. Merespon kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengambil langkah strategis dengan membentuk tim khusus penanganan konflik Kapiraya.

Instruksi pembentukan tim disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan sosial yang telah menimbulkan keresahan luas di masyarakat. Tim tersebut beranggotakan Badan Kesbangpol Papua Tengah serta Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus, dan Kesejahteraan Rakyat, dan dijadwalkan memulai tugas lapangan pada Jumat, 28 November 2025.

Kondisi Konflik Sudah Mengkhawatirkan

Pelaksana Tugas Kaban Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii, ST., M.Si, menjelaskan bahwa peningkatan ketegangan di Kapiraya dalam beberapa waktu terakhir memunculkan rasa tidak aman bagi masyarakat. Ia menyebut konflik tersebut bukan hanya terjadi pada tingkat individu, tetapi juga melibatkan kelompok-kelompok masyarakat dari dua kabupaten berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan benturan lebih besar.

“Informasi dan situasi belakangan ini sangat meresahkan masyarakat. Pemerintah tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut. Sesuai instruksi gubernur, pemerintah akan turun langsung untuk melakukan dialog dan negosiasi damai,” ujar Albertus Adii.

Advertisement

Albertus menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen menghadirkan penyelesaian yang memprioritaskan rekonsiliasi dan keamanan warga, bukan menambah ketegangan.

Menjelang Natal, Pemerintah Imbau Semua Pihak Menahan Diri

Memasuki bulan Desember yang menjadi momentum sakral bagi umat Kristiani, pemerintah meminta seluruh pihak menahan diri. Bagi Papua, Desember bukan hanya bulan perayaan, tetapi juga simbol kedamaian, persaudaraan, dan rekonsiliasi.

“Kita telah memasuki bulan Desember, suasana menyambut Natal seharusnya dipenuhi damai, bukan pertikaian,” tambah Albertus.
Ia berharap seluruh kelompok masyarakat dapat mengutamakan jalan damai dan membuka ruang dialog.

Konflik Berkaitan Dengan Persoalan Tapal Batas

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Papua Tengah, Lambertus Wakerkwa, S.Sos, menguatkan pernyataan tersebut. Ia mengungkap bahwa konflik Kapiraya tidak hanya dipicu cekcok sosial antarwarga, tetapi juga berakar pada persoalan tapal batas antara Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai.

Menurut Lambertus, persoalan batas wilayah ini telah lama menjadi sumber ketegangan, ditambah dinamika sosial yang kompleks di daerah perbatasan, sehingga konflik dapat muncul sewaktu-waktu jika tidak ditangani secara serius.
“Tidak ada lagi waktu menunda. Konflik ini harus segera dihentikan,” tegas Lambertus.

Tim Khusus Libatkan Tokoh Adat, Agama, Pemuda hingga Perempuan

Advertisement

Sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan bahwa penyelesaian konflik tidak hanya dilakukan secara struktural oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Tim khusus ini kelak akan menggandeng:
Pemerintah Kabupaten Mimika
Pemerintah Kabupaten Deiyai
Pemerintah Kabupaten Dogiyai
Tokoh adat dari masing-masing wilayah
Tokoh agama
Tokoh pemuda
Perempuan sebagai unsur perdamaian

Lambertus menekankan bahwa pendekatan inklusif menjadi kunci tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Kami ingin penyelesaian yang menyeluruh dan berkeadilan. Semua unsur yang berkepentingan harus terlibat,” ujarnya. (Red)

Jadwal Konsolidasi: Pertemuan Tim 2 Desember 2025

Sebagai langkah awal, Pemprov Papua Tengah menargetkan pertemuan resmi tim khusus pada 2 Desember 2025. Pertemuan ini akan menjadi ruang konsolidasi, pembahasan kondisi terbaru, pemetaan masalah, serta penyusunan strategi penanganan sebelum tim bergerak langsung ke Mimika dan wilayah terdampak konflik.

Pemerintah juga akan menyiapkan jalur komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan tokoh lokal guna memastikan penanganan situasi berjalan lancar dan diterima masyarakat.

Imbauan Keras Pemprov Papua Tengah

Menutup keterangannya, Pemprov Papua Tengah menyampaikan imbauan tegas bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk segera menghentikan segala bentuk pertikaian, baik kekerasan fisik, serangan balasan, maupun aksi anarkis lainnya.

Advertisement

> “Hentikan kekerasan. Hentikan aksi anarkis. Hentikan konflik antarsuku, antarkelompok dan antarkeluarga. Papua Tengah harus menjadi tanah damai, apalagi kita menyambut Natal,” tegas Lambertus.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Sekda Buka Seminar SSH Secara Resmi

Published

on

Gubernur Meki : “SSH, Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua Tengah “

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, diwakili Sekda dr.Silwanus Sumule secara resmi membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi program SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berintegritas.
Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Nurhalida, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh dipahami hanya sebagai penambahan jam belajar bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan SSH harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada siswa.
“SSH harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang menerapkan program ini harus menjadi contoh dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Gubernur.


Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Karena itu, implementasinya harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik melalui sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan mutu pembelajaran, Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mematuhi ketentuan dalam Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT mengenai pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program Sekolah Sepanjang Hari di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Saya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD. Dinas Pendidikan di setiap kabupaten juga harus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif di setiap sekolah,” ujarnya.
Gubernur Meki juga menegaskan bahwa keberhasilan Program SSH membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Dinas PUPR mendukung pembangunan dan renovasi gedung sekolah, penyediaan sanitasi yang layak, akses air bersih, hingga perlindungan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan tersedianya akses internet yang andal sebagai penunjang proses pembelajaran digital, sedangkan PT PLN diharapkan memprioritaskan penyediaan listrik dan penerangan bagi sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, khususnya di Kabupaten Nabire. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau wilayah Topo, Siriwo, dan daerah-daerah pedalaman lainnya.
“Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita bersama. Setiap anak Papua Tengah, di mana pun berada, harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah di wilayah pedalaman masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Selain itu, para kepala sekolah dan guru diminta mampu mengelola kegiatan akademik secara seimbang dengan pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, serta kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda.
Ia berharap Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari dapat menghasilkan langkah-langkah operasional yang konkret, sistem evaluasi yang efektif, serta memperkuat sinergi seluruh pihak agar program SSH benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (red)

Continue Reading

Berita Daerah

Bupati Deiyai Serahkan Penghargaan kepada Personel Polres pada HUT Bhayangkara ke-80

Published

on

DEIYAI, enagoNews – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending