Pansus Kemanusiaan Lahir dari Keprihatinan, Solusi Selesaikan Persoalan Kemanusiaan
NABIRE- centralmedianews – Melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP-PT) Pansus Kemanusiaan tahun 2025 akhirnya disahkan oleh Wakil Ketua II DPRP-PT Drs.Petrus Izaach Suripatty, M.Si setelah mendapat persetujuan dari seluruh anggota DPRP-PT yang hadir, Selasa (19/8) di Ruang Rapat DPRP-PT. Wakil Ketua II dalam sambutannya mengatakan bahwa Pansus Kemanusiaan lahir dari keprihatinan seluruh anggota DPRP-PT. “Masih banyak permasalahan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius mulai dari bencana alam, konflik horizontal, masalah pengungsi, perlindungan hak-hak dasar masyarakat hingga masalah kemiskinan dan kesehatan yang terjadi di Papua Tengah,” terangnya.
Dari itu, DPRP Papua Tengah memandang perlu menghadirkan wadah khusus pertama,yang akan fokus, terarah dan berkesinambungan kerja selama 4 bulan untuk memastikan isu-isu kemanusiaan dapat ditangani secara cepat, tepat dan berkeadilan.
Dari Pansus ini diharapkan mendapatkan jawaban atau solusi dari berbagai permasalahan seperti lahirnya rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang berpihak pada,kemanusiaan dan keadilan sosial, meningkatkan koordinasi antara DPRP Papua Tengah, pemerintah provinsi dan kabupaten, lembaga terkait dan masayarakat dalam menangani permasalahan kemanusiaan, serta terbangunnya komitmen bersama kemanusiaan adalah nilai utama diatas kepentingan politik dan lainnya. Dikatakan Suripatty, pembentukan Pansus bukan sekedar kelembagaan tetapi panggilan nurani.
“DPRP Papua Tengah harus hadir ditengah masyarakat yang sedang ditimpa persoalan kemanusiaan,” ungkapnya seraya mengajak bergandengan tangan menghadirkan solusi nyata untuk menyelesaikan permasalahan kemanusiaan yang dihadapi. Kepada Tim Pansus Kemanusiaan yang telah ditetapkan, Wakil Ketua II berharap agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, baik, dan benar, menjunjung integritas karena masyarakat menaruh harapan besar. “Jalankan tugas ini dengan transparan dan penuh dedikasi,” ujarnya. “Keberhasilan Pansus bukan hasil kerja individu tetapi hasil kerja kolektif dengan dilandasi semangat kebersamaan,” pungkasnya. (ing elsa)