Connect with us

Daerah

DPRK Terima Aspirasi Cabut Izin Miras, Nanci Worabay : Kita Tidak Ingin Generasi Nabire Terus Menjadi Korban


NABIRE- papuatengah.info – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire menerima aspirasi Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) terkait miras.
Ketua DPRK Nabire T.K.H Nanci Karolina Worabay dengan didampingi sejumlah anggota yang menerima aspirasi BKSAG terkait pencabutan ijin miras.
“Hari ini kita menerima aspirasi dari BKSAG terkait Minuman Keras (Miras).Kemarin kami sudah melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Pemkab Nabire dalam hal ini Bupati dan Poltes Nabire, dimana dalam Rapat Koordinasi itu, Bupati siap membuka ruang untuk melakukan auden dengan mereka,” tuturnya.
Terkait aspirasi yang meminta pencabutan ijin mira, Ketua DPRK menyatakan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Bupati.
“Aspirasi telah kami terima, tentu kami akan proses, kami akan kembali berkoordinasi dengan Bupati untuk mencari jalan keluar terbaik,” katanya.
Terbang Nanci Worabay, dalam Rapat Koordinasi kemarin Bupati membuka ruang seluas-luasnya untuk melakukan audensi dengan BKSAG.
“Silahkan meminta waktu dengan Bupati untuk berauden.Bupati sudah menyatakan siap untuk menerima dan berauden, setelah itu kita,akan lihat perkembangan nya seperti apa,” tandasnya.
Terkait Miras sendiri Ketua DPRK Nabire menyampaikan rasa prihatin, karena Miras telah banyak membawa korban anak-anak muda generasi Nabire.
“Kita masih berproses, terus berupaya mencari solusi /jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.
“Kita butuh dukungan semua pihak bukan hanya dari BKSAG tetapi juga dari Tokoh Perempuan, LSM dan semua steakholder, semua yang punya hati untuk Nabire,” tuturnya.
“Proses selanjutnya kita akan menunggu hasil pertemuan /auden mereka (BKSAG) dengan Bupati,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum BKSAG Kabupaten Nabire Pdt.T.Waromi mengatakan aspirasi yang disampaikan ke DPRK didasarkan atas keprihatinan banyaknya korban sampai meninggal dunia akibat miras.
Menurutnya, sebagai pelayan gereja, membina mental dan rohani umut tentu pihaknya sangat berkepentingan dengan umat khususnya generasi muda.
“Korban dimana-mana , kami sangat prihatin, bagaimana lima, sepuluh tahun kedepan nasib generasi muda Nabire bila kita biarkan,” ungkapnya.
Nanum demikian BKSAG berharap agar aspirasi itu segera direspons.
“Kami akan menemui Bupati sekaligus untuk beraudens guna mencari jalan keluar terbaik,” tuturnya.
“Bila izin miras dicabur, kani juga tenang dalam melayani umat, begitu juga dengan pemerintah,” ujarnya.(ing elsa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *