Ketua KPA Papua Tengah Freny Anouw : “HIV-AIDS Diambang Darurat, Gaya Hidup Coba-coba Jerumuskan Generasi Muda”
NABIRE- Angka HIV-Aids di Nabire Papua Tengah mencapai 23.000 lebih.Angka itu menjadi yang tertinggi se-Papua Tengah. Sungguh miris, karena dapat peringkat pertama dalam yang tidak baik apalagi sesuatu hal yang negatif sekelas HIV-Aids.
Meminjam perkataan Sekda Kabupaten Nabire Piter Erari ” Rangking Satu dalam hal yang baik, bolehh…, ini dalam hal negatif (HIV-Aids), hal yang tara bagus, sungguh sangat memprihatinkan”.
Ketua KPA Provinsi Papua Tengah Freny Anouw menyatakan, HIV-Aids di Papua Tengah sudah sampai ambang darurat.Saat ini sudah di angka 23.861, angka tertinggi se-Papua Tengah dan Nabire,menyumbang angka tertinggi 10.000 lebih. Ketua KPA Papua Tengah menilai dominasi masjid, gereja, pura, wihara sangat strategis untuk mensosialisasikan HIV-AIDS terutama bahayanya yang bisa menular dan sampai merenggut nyawa. “Tokoh semua agama harus peduli terhadap umat akan vahaya virus ini, terutama memberikan edukasi, pemahaman yang baik tentang HIV-AIDS,” ujarnya. Tokoh-tokoh agama harus memberikan edukasi yang baik tentang pila dan gaya hidup utamanya,anak muda.Gaya hidup yang ingin mencoba hal baru yang bersifat negatif seperti pergaulan dan sex bebas harus dihindari.
“Penyebaran HIV-AIDS bisa terjadi bahkan dengan cepat melalui pergaulan dan sex bebas tanpa memperhatikan akibat setelahnya,” ungkapnya. “Gaya hidup ingin mencoba, ikut-ikutan seperti ini yang harus dicegah karena,akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup khususnya generasi muda,” tandasnya. Ketua KPA Papua Tengah juga mengingatkan sejumlah tempat yang semestinya tidak dibuja karena berpotensi untuk penyebaran HIV-AIDS. Tempat seperti Caffee, Kost-kostan, Home Stay, Hotel sudah semestinya jangan memberikan ruang/sarana penukaran penyakit mematikan ini.