Connect with us

Daerah

TMMD Wujudkan Akselerasi Pembangunan Merata untuk Kesejahteraan Masyarakat

NABIRE- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan akselerasi proses pembangunan yang merata untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat daerah terpencil, pelosok maupun tertinggal.

TMMD, adalah program pembangunan desa yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah. Sejarahnya dimulai dari program ABRI Masuk Desa (AMD) pada tahun 1980, yang kemudian bertransformasi menjadi TMMD pada era reformasi. Tujuan utamanya adalah mempercepat pembangunan di daerah tertinggal dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Setelah era reformasi dan perubahan nama ABRI menjadi TNI, program ini berganti nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada tahun 2007.

TMMD bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antara kota dan desa, serta antara pulau Jawa dan luar Jawa. Program ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Tujuan dan Sasaran TMMD meliputi pembangunan fisik dan non-fisik.
Pembangunan Fisik fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya.
Sementara pembangunan Non-Fisik melibatkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas masyarakat desa, dan kegiatan sosial lainnya.

TMMD juga menjadi sarana untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
Dalam pelaksanaannya, TMMD melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

Pembangunan fisik dan non-fisik disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah yang menjadi sasaran TMMD.

TMMD memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, seperti peningkatan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup.
Singkatnya, TMMD adalah program yang lahir dari semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan program TMMD tentu sangat diharapkan sesuai dengan perencanaan yang dibuat serta mampu berjalan dengan optimal. TMMD yang bergulir rutin hendaknya mengacu pada dua hal penting yakni aspek kesesuaian serta berbasis pada kebutuhan dari masyarakat.

Sejumlah cerita menarik datang dari kegiatan TMMD.
Ditengah suka dan duka tak jarang prajurit TNI selama TMMD berlangsung ternyata mendapatkan berkah seperti mendapatkan “Tambatan Hati” dan akhir mempersunting gadis desa yang ditemuinya .
Hal itu tentu menunjukkan sebagai indikator bahwa hubungan komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat berjalan secara alami dengan baik, karena mustahil tanpa hubungan sosial komunikasi yang baik prajurit mendapatkan jodoh.

TMMD Dan Nilai Manfaatnya

Sebuah pertanyaan penting untuk dikemukakan, masihkan TMMD punya nilai manfaat disaat negara ini sudah memasuki era baru yang dinamakan reformasi dalam membangun hubungan komunikasi yang sehat antara rakyat dengan TNI.

Keterlibatan TNI dalam bentuk partisipasi aktif terhadap sensifitas persoalan masyarakat yang dikemas dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan lain sebagainya secara hukum memang telah dipayungi, namun lebih dari itu sebenarnya TNI tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan masyarakat padahal dengan segenap kemampuan yang dipunyai, TNI bisa memberikan kontribusi positif dalam membantu persoalan masyarakat.

Bagaimanapun TNI tidak boleh mengingkari proses kelahirannya yang lahir dari rakyat dan dibesarkan oleh rakyat, artinya apa yang dilakukan TNI harus berorentasi kepada kepentingan rakyat. Dalam visi dan misi TNI keprofesionalan TNI dalam melakukan tugas pokoknya harus terbangun spirit untuk dicintai dan mencintai rakyatnya.

Terkait dengan kegiatan TMMD bisa dijadikan bentuk pola komunikasi yang sehat dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sudah beragam bentuk proyek yang telah dilakukan TNI, bahkan yang mengembirakan, ungkapan terima kasih dan permintaan dari warga agar wilayahnya dijadikan sasaran proyek TMMD terus bertambah tiap waktu.

Apa dan bagaimana nilai manfaat dari TMMD itu sendiri, dari beberapa fakta lapangan yang telah kita tangkap, sebenarnya telah memberi gambaran TMMD sampai saat ini masih memberikan nilai manfaat, niat baik dari awal ini tentu bagi TNI ini bisa menjadi wadah positif untuk membangun citra positif dan sekaligus komitmen TNI sebagai bentuk pengimplementasian Delapan Wajib TNI.

Disisi rakyat atau warga, yang paling kasat mata adalah mengangkat keterpurukan warga untuk segera bangkit dan maju, karena persoalan minimnya sarana dan prasarana terkadang itu menjadi sebab kemajuan menjadi lamban, tetapi dengan adanya TMMD yang lebih dikonsentrasikan pada pengerjaan-pengerjaan yang menyentuh kepentingan warga, seperti jalan dengan perlahan kemajuan itu bisa dirasakan, transportsai semakin mudah, aksespun semakin terbuka.

Sisi yang lain konsep pertahanan rakyat semesta, dimana TNI sebagai komponen inti dan rakyat sebagai komponen pendukung akan semakin mudah untuk dilakukan, karena telah terbangunnya suasana interaksi yang positif antara TNI dan rakyat. Tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI tidak akan terbantu kalau tidak ada kebersamaan dan kesatupaduan, Semoga saja semangat kemanunggalan TNI rakyat ini terus terjaga.

Walaupun bangsa ini telah masuk pada era reformasi tapi tidak mengkikis habis apa yang telah baik dan terbangun sebelumnya, yang harus dirubah atau direfomasi tentu yang kontraproduktif dan membelenggu bangsa ini, tapi kalau fungsi territorial TNI lewat wadah TMMD tentu tidak, buktinya semua masih menilai baik dan rakyat masih butuh keberadaan TNI dalam mengejar ketertinggalan pembangunan. Memang itu ada benarnya sepanjang TNI mengawali dengan niat baik, rakyat pasti mendukung dan membela. (ing elsa)
dari berbagai sumber media

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *